Kemenhub Tegaskan Langkah-Langkah Perketat Keselamatan Transportasi
astakom.com, Jakarta – Keselamatan transportasi kembali menjadi perhatian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), terutama menjelang musim penghujan yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan dan bencana alam. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan sejumlah langkah yang disiapkan pemerintah untuk memperkuat pengawasan, standar keselamatan, hingga kepatuhan operator transportasi.
Melansir keterangan resmi Kemenhub pada Minggu,(04/10/3026), Dudy menyampaikan hal tersebut saat berdiskusi bersama jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) di Bandung.
Menurut Dudy, penguatan keselamatan dilakukan dari sisi regulasi hingga pengawasan langsung di lapangan. Pemerintah juga terus mendorong agar operator menjalankan standar yang jelas dan terukur.
“Dalam menjaga keselamatan transportasi, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan terus memperkuat aturan dan standar keselamatan. Pemeriksaan di lapangan, pengawasan terhadap operator hingga penindakan terhadap pelanggaran terus ditingkatkan. Dengan demikian, seluruh penyelenggara transportasi dapat bekerja dengan standar yang jelas dan terukur,” jelas Menhub Dudy.
Ada aturan baru untuk pengelola transportasi
Kemenhub saat ini juga tengah menyiapkan formulasi aturan terkait pengelolaan transportasi, khususnya transportasi publik. Salah satu poin yang sedang disusun yakni kewajiban asesmen bagi jajaran direksi dan komisaris perusahaan pengelola transportasi publik.
Skema tersebut mengambil pendekatan yang telah diterapkan di sektor keuangan, yaitu memastikan pihak yang berada di level pimpinan dan pengawasan memiliki pemahaman serta kapasitas yang memadai terhadap aspek keselamatan.
“Kami melihat bahwa sektor transportasi khususnya transportasi publik di mana kita bertanggaung jawab terhadap masyarakat yang menggunakan, kita ingin memastikan bahwa penyelenggara atau perusahaan itu memahami, serta mengerti aspek keselamatan,” ucap Dudy.
Angkutan berat jadi perhatian
Di sektor transportasi laut, Kemenhub juga memperketat pengelolaan angkutan barang, terutama kendaraan dengan muatan berat. Dudy meminta sejumlah operator seperti PT Pelni, PT Pelindo, dan PT ASDP Indonesia Ferry meningkatkan pengawasan terhadap jenis angkutan tersebut.
Untuk layanan penyeberangan, penumpang juga mulai diarahkan untuk dipisahkan dari angkutan barang. Penerapan ini salah satunya dilakukan di Pelabuhan Ketapang dan menjadi bagian dari upaya mendukung kampanye zero over dimension over load (ODOL) 2027.
“Kami sudah minta pemisahan ini diterapkan, seperti di Pelabuhan Ketapang. Kita harus mengedukasi beberapa pihak supaya bisa memahami bahwa pemisahan di pelabuhan penyeberangan itu demi keselamatan,” jelas Dudy.
Musim hujan, risiko transportasi meningkat
Memasuki periode penghujan, Kemenhub mengingatkan seluruh jajaran agar meningkatkan kewaspadaan. Kondisi cuaca dan potensi bencana alam dinilai dapat menambah tantangan dalam penyelenggaraan transportasi.
Dudy telah meminta jajaran Kemenhub dari level Eselon I hingga Eselon IV serta seluruh jenjang di bawahnya untuk lebih siap menghadapi kondisi tersebut.
Bagi Dudy, penguatan keselamatan tidak cukup berhenti pada aturan tertulis. Penerapan di lapangan harus berjalan konsisten agar keselamatan benar-benar menjadi bagian dari budaya kerja seluruh insan transportasi.
Ia juga menekankan pentingnya kampanye keselamatan yang dilakukan secara berulang dan berkelanjutan, baik di lingkungan Kemenhub maupun bersama seluruh pemangku kepentingan transportasi.
“Satu nyawa itu terlalu banyak untuk kita korbankan apabila kita tidak memperhatikan atau mempedulikan soal keselamatan. Keselamatan bukan sekadar jargon, bukan sekadar sesuatu di atas kertas, atau bukan administrasi. Tapi harus sudah menjadi budaya dan jika saya secara pribadi menjadikan ini sebuah harga diri, bahwa keselamatan itu harga diri sebagai insan transportasi. Kalau sudah bicara harga diri adalah sesuatu yang tidak bisa kita tawar,” tegas Menhub.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa, Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono, Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Muhammad Risal Wasal, serta Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Lollan Panjaitan. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Keselamatan transportasi bukan cuma soal aturan di atas kertas. Mulai dari asesmen pimpinan operator, pengawasan angkutan berat, pemisahan penumpang dan barang, sampai kesiapan menghadapi musim hujan, semuanya diarahkan agar perjalanan masyarakat tetap aman dan risiko bisa ditekan sedini mungkin.









