Wamenkeu Juda Agung Speak Up: Insentif SPPG Rp2.000/Porsi Bagian Reformasi MBG

Penulis: Shintya
Editor: Henni Rachma Sari
Sabtu, 3 Oktober 2026 | 18:03 WIB
Wamenkeu Juda Agung Speak Up: Insentif SPPG Rp2.000/Porsi Bagian Reformasi MBG
Wamenkeu Juda Agung Speak Up: Insentif SPPG Rp2.000/Porsi Bagian Reformasi MBG [Dok. Kementerian Keuangan]

astakom.com, Jakarta - Pemerintah resmi melakukan penyesuaian skema insentif operasional buat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Kalau tadinya pakai sistem flat, mulai 5 Oktober 2026 nanti perhitungannya bakal berubah drastis jadi berbasis porsi makanan yang dibagikan.

Kementerian Keuangan speak up soal perubahan skema pemberian insentif operasional buat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang jalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi Rp2.000 per porsi makanan yang dikasih ke penerima manfaat.

Kementerian Keuangan spill alasan penyesuaian

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung speak up kalau perubahan mekanisme insentif ini berkaitan sama upaya pemerintah dalam melakukan reformasi dalam pelaksaan program MBG.

Ini juga menunjukkan kalau pemerintah serius dalam evaluasi dan beresin tata kelolanya supaya makin efektif, transparan, dan tepat sasaran.

"Penyesuaian yang itu tadinya Rp6 juta (per hari) menjadi Rp2.000 (per penerima manfaat), saya kira kan ini (upaya) MBG terus melakukan reform," kata Juda dalam Media Gathering Kemenkeu, di Bogor, Jawa Barat, dikutip astakom.com pada Jumat(02/10/2026).

Evaluasi layanan SPPG

Juda Agung juga menegaskan kalau perombakan skema ini dibarengi dengan evaluasi kualitas layanan SPPG, khususnya menyangkut kondisi dapur dan pemenuhan standar sanitasi.

Selain itu, penyesuaian insentif juga tetep memprioritaskan kandungan gizi di tiap ompreng MBG tak akan terganggu, meski dibayang-bayangi inflasi yang tembus 0,30% per September 2026, yang dipicu oleh komoditas cabai hingga ayam.

Makanya, publik juga sempat worried gara-gara inflasi September 2026 sempat menembus angka 0,30% itu.  Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menyumbang inflasi sebesar 0,88% dengan andil 0,26%.

Kualitas gizi tetep jadi prioritas

Kendati demikian, Wamenkeu Juda memastikan kalau isi ompreng MBG akan stay safe alias kualitas gizi makanannya tidak bakal terganggu. Selama angka inflasi nasional masih berada di kisaran target 2,5% plus minus 1%, anggaran program MBG dipastikan masih sangat aman.

"Dampak dari inflasi kepada MBG, saya kira, kalau inflasinya masih 2,5% plus minus 1% itu tidak akan memengaruhi kualitas makanannya dan kualitas gizinya. Oleh sebab itu, memang inflasi ini penting untuk dijaga," pungkas Juda.

Melalui pembenahan skema operasional dan pengawasan kualitas yang ketat ini, program MBG diharapkan semakin solid dalam mengawal pemenuhan gizi anak bangsa ke depannya. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

Skema insentif operasional SPPG buat program MBG bakal dirombak mulai 5 Oktober 2026, dari sistem flat Rp6 juta per hari jadi Rp2.000 per porsi makanan yang dibagikan. Wamenkeu Juda Agung bilang perubahan ini bagian dari reformasi tata kelola MBG agar lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran. Meski inflasi September 2026 mencapai 0,30%, pemerintah memastikan kualitas dan kandungan gizi MBG tetap aman selama inflasi nasional masih di kisaran target 2,5% plus minus 1%.

SPPG MBG Wamenkeu Juda Agung Kementerian Keuangan

Infografis

Terkini