BGN Spill Aturan Baru: Insentif SPPG Cuma Cair Rp 2.000 per Porsi Makanan, Cek Detailnya
astakom.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) resmi ngelakuin update mekanisme pemberian insentif ketersediaan dan mutu layanan buat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai 5 Oktober 2026. Penyesuaian ini diambil demi nyempurnain tata kelola pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang cakupannya makin meluas.
Kalau sebelumnya semua SPPG dapet jatah flat Rp6 juta per hari tanpa ngelihat beda jumlah penerima manfaatnya, sekarang gajinya dirombak total biar makin adil!
Balik ke Sistem Proporsional: Rp2.000 per Porsi
Lewat Peraturan Badan Nomor 13 Tahun 2026, insentif SPPG kini dihitung proporsional berpatokan sama jumlah porsi makanan yang beneran dibagikan ke penerima manfaat.
Kepala BGN Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar, ngejelasin pas ditemui di Jakarta, Kamis (1/10/2026), kalau nilai insentif ini dikembaliin jadi Rp2.000 per porsi. Angka Rp2.000 ini sendiri adalah bagian dari total alokasi Rp15.000 per penerima manfaat, dengan rincian:
- Rp10.000 buat porsi makanan.
- Rp3.000 buat biaya operasional.
- Rp2.000 buat insentif ketersediaan dan mutu layanan SPPG.
Nggak Operasional? Nggak Ada Insentif!
Aturan baru ini juga bikin syarat cairnya insentif makin strict. Mas Dar negasin kalau dapur SPPG cuma bakal dapet insentif pas mereka beneran beroperasi dan menyalurkan layanan MBG.
Dapur SPPG dipastikan nggak akan dapet insentif kalau:
- Kena Suspend: Dapur disuspensi sehingga otomatis nggak bisa beroperasi.
- Hari Libur Nasional: SPPG nggak melayani penerima manfaat.
- Kondisi Darurat/Sekolah Daring: Kegiatan belajar mengajar diliburkan atau dipindah ke online, misalnya akibat bencana alam (seperti di NTT) atau kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa titik. Pas dapur nggak bagi-bagi MBG, insentif otomatis nol.
BGN pun berharap banget perubahan mekanisme insentif ini bisa dipahami dan langsung dieksekusi sama semua elemen yang terlibat di SPPG—mulai dari mitra, yayasan, kepala dapur, akuntan, ahli gizi, sampai seluruh tim dapur. (RaM)
Gen Z Takeaway
Mulai 5 Oktober 2026, BGN resmi ngerombak aturan insentif buat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tadinya flat dapet Rp6 juta per hari, sekarang diubah jadi proporsional Rp2.000 per porsi dari total alokasi Rp15.000 per penerima manfaat (Rp10.000 makanan + Rp3.000 operasional). Kepala BGN Mas Dar spill pas Kamis (1/10/2026) kalau insentif ini cuma cair pas dapur beneran beroperasi; jadi kalau dapur kena suspend, libur nasional, atau sekolah lagi online gara-gara bencana kayak Karhutla dan kejadian di NTT, otomatis insentifnya zonk alias nggak bakal dikucurin.









