Wamenkes Dante Ingatkan Dokter Internsip Harus Siap Mengabdi: Stop Perundungan, Wahana Wajib Aman dan Kondusif

Editor: Henni Rachma Sari
Sabtu, 3 Oktober 2026 | 20:08 WIB
Wamenkes Dante Ingatkan Dokter Internsip Harus Siap Mengabdi: Stop Perundungan, Wahana Wajib Aman dan Kondusif
Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono meninjau Pelksanaan Program MBG di Boyolali. (Foto: Kemenkes)

astakom.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menggelar Pembekalan Peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) dan Program Internsip Dokter Gigi Indonesia (PIDGI) Angkatan III Tahun 2026 secara serentak di enam provinsi pada Kamis (1/10). Lewat pembekalan ini, Kemenkes mewanti-wanti pentingnya lingkungan kerja atau wahana internsip yang aman dan bersih dari segala bentuk perundungan (bullying).

Pesan Wamenkes Dante: dokter internsip pengabdi masyarakat, stop bullying!

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menegaskan kalau para peserta internsip saat ini statusnya udah resmi jadi tenaga medis profesional yang siap mengabdi buat masyarakat, bukan lagi mahasiswa.

“Masyarakat tidak lagi melihat Saudara sebagai mahasiswa kedokteran, melainkan sebagai seorang dokter. Bersama sebutan itu, datang pula tanggung jawab besar untuk mengobati. Seperti pesan populer, with great power comes great responsibility,” ujar Dante pas membuka acara di Tangerang, Banten.

Dante spill kalau kondisi wilayah Indonesia yang luas menuntut dokter punya kemampuan adaptasi dan clinical judgment yang tajam. Dia juga membagikan pengalamannya pas jadi dokter pegawai tidak tetap (PTT) di Batang Asai, Jambi, yang harus bertugas di daerah terpencil tanpa listrik dan fasilitas sanitasi memadai.

Kemenkes pasang badan: lingkungan kerja harus bebas kekerasan dan intimidasi

Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Yuli Fariati ikut menegaskan komitmen Kemenkes dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman buat seluruh peserta internsip. Dia melarang keras adanya aksi bullying di lokasi tugas.

“Jangan ada lagi kekerasan, bullying, atau intimidasi. Mereka yang datang adalah teman sejawat yang sudah menyandang gelar dokter, bukan lagi mahasiswa. Wahana pendidikan harus menjadi tempat kolaborasi,” tegas Yuli.

Nggak cuma itu, Yuli juga mengingatkan peserta buat selalu disiplin dan dilarang keras pakai jasa calo atau perantara buat ngisi logbook harian. Kemenkes udah upgrade sistem logbook pakai fitur transparansi yang bisa dipantau langsung sama dokter pendamping, Komite Internsip Dokter Indonesia (KIKI) Provinsi, sampai orang tua peserta.

Aturan jam kerja transparan: maksimal 40 jam per pekan Soal beban kerja, Kemenkes udah menetapkan batas yang jelas: 40 jam per minggu alias 8 jam per hari.

“Puskesmas berfokus pada public health sehingga tidak ada kewajiban jam jaga malam. Sementara di rumah sakit, jam jaga harus menyesuaikan ketentuan tanpa melebihi batas waktu. Jika ada kegiatan tambahan seperti apel atau penugasan di luar kewajiban, hal itu harus berdasarkan kesepakatan dan didukung kompensasi transport,” jelas Yuli.

Dari sisi peserta, drg. Muhammad At-Tariq (peserta PIDGI asal Banten yang bakal bertugas di RSUD dr. Drajat Prawiranegara dan Puskesmas Ciruas) serta dr. Hana Anindya (peserta PIDI yang bertugas di RSU Bhakti Asih dan Puskesmas Larangan Utara) spill kalau pembekalan ini ngebantu banget buat menyiapkan mental, cara komunikasi dengan pasien, hingga promosi kesehatan selama setahun ke depan.

Data pelaksanaan pembekalan pidii dan pidgi angkatan III 2026

Program pembekalan ini berlangsung selama tiga minggu, mulai 14 September hingga 3 Oktober 2026, yang diikuti total 4.630 peserta (3.903 peserta PIDI dan 727 peserta PIDGI) dengan narasumber dari KIKI Pusat, KIKI Provinsi, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Khusus buat pembekalan serentak dua hari di enam provinsi, total ada 457 peserta (326 PIDI dan 131 PIDGI) dengan sebaran:

  • Provinsi Banten: 96 peserta PIDI & 32 peserta PIDGI 
  • Kalimantan Timur: 59 peserta PIDI & 17 peserta PIDGI 
  • Kalimantan Selatan: 51 peserta PIDI & 36 peserta PIDGI 
  • Kalimantan Barat: 80 peserta PIDI & 38 peserta PIDGI 
  • Kalimantan Tengah: 14 peserta PIDI & 8 peserta PIDGI 
  • Kalimantan Utara: 26 peserta PIDI (tanpa PIDGI) (RaM) 

Gen Z Takeaway

Kemenkes RI resmi menggelar pembekalan buat 4.630 peserta PIDI dan PIDGI Angkatan III Tahun 2026, di mana Wamenkes Dante Saksono Harbuwono bareng Dirjen Nakes Yuli Fariati menegaskan stop bullying, kekerasan, maupun intimidasi di lingkungan internsip. 

wamenkes Dante Dokter Internship Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) Bullying

Infografis

Terkini