JIEP Sulap Sampah Pulogadung Jadi 54,6 Ton Kompos, Bantargebang Auto-Lega
astakom.com, Jakarta - PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (Perseroda) alias PT JIEP resmi memperkuat pengelolaan sampah di Kawasan Industri Pulogadung. Langkah ini dilakukan dengan mendorong pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari sumbernya melalui kolaborasi bareng pemerintah dan masyarakat.
Inisiatif ini sejalan dengan Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
Komitmen PT JIEP: olah sampah organik jadi puluhan ton kompos via TPS 3 R
Direktur Utama PT JIEP, Dharma Satriadi, spill kalau pengelolaan sampah dari sumber merupakan langkah penting buat mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir.
“Bagi JIEP, hal tersebut sejalan dengan peran kami sebagai pengelola kawasan industri. Karena itu, kami berupaya menerjemahkan semangat pilah dan olah sampah melalui pengelolaan di kawasan, edukasi, penyediaan sarana, serta kolaborasi bersama pemerintah dan masyarakat,” ujar Dharma dikutip Sabtu (3/10/2026).
Lewat kebijakan ini, pengelolaan sampah nggak lagi Cuma berorientasi pada pengangkutan, tapi dimulai dari pemilahan dan pengolahan dari sumber. JIEP sendiri menerapkan pengelolaan sampah melalui TPS 3R di Kawasan Industri Pulogadung dengan mengolah sampah organik menjadi kompos yang dimanfaatkan buat penghijauan kawasan dan pembibitan tanaman.
Berdasarkan data produksi sepanjang 2023 hingga 2026:
- Metode Manual: Menghasilkan kompos sebanyak 50.572 kg (sekitar 50,6 ton).
- Metode Mesin: Menghasilkan kompos tambahan sebanyak 4.040,8 kg (sekitar 4 ton).
- Total Produksi Kompos: Mencapai 54.612,8 kg (sekitar 54,6 ton).
Edukasi dan fasilitas buat PPSU
Nggak cuma berbenah di dalam kawasan, JIEP juga memperkuat kapasitas masyarakat dan pemangku kepentingan. Berkolaborasi dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup, JIEP memberikan pelatihan pengolahan sampah kepada petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di berbagai wilayah Jakarta.
Bantuan dan edukasi juga disalurkan ke masyarakat di wilayah ring 1 kawasan:
- Penyediaan sarana tempat sampah terpilah dan gerobak sampah buat sekolah serta lingkungan RT/RW.
- Pelatihan buat komunitas bank sampah.
- Edukasi pemilahan sampah internal khusus karyawan.
Gandeng tenant kawasan demi tekan sampah residu ke Bantargebang
JIEP terus mendorong kolaborasi dengan para pelaku usaha dan tenant di kawasan agar pengolahan sampah bisa menekan volume sampah residu. Dharma menegaskan kalau upaya menekan sampah yang berakhir di TPST Bantargebang butuh keterlibatan semua pihak.
“Mengurangi sampah yang berakhir di Bantargebang tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pengelola kawasan, pelaku usaha, pekerja, pemerintah, sekolah, dan masyarakat agar pemilahan serta pengolahan sampah dapat berjalan secara konsisten sejak dari sumbernya,” tutur Dharma.
Dharma menambahkan, sampah yang punya nilai guna masih bisa diolah kembali. Lewat kolaborasi yang konsisten, kontribusi JIEP diharapkan bisa mengurangi volume sampah ke Bantargebang sekaligus mewujudkan Kawasan Industri Pulogadung yang lebih hijau dan berkelanjutan. (RaM)
Gen Z Takeaway
PT JIEP resmi mengakselerasi pengelolaan sampah sejak dari sumber di Kawasan Industri Pulogadung sesuai Ingub DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 lewat pengoperasian TPS 3R yang berhasil menyulap sampah organik menjadi total 54,6 ton kompos (50,6 ton manual dan 4 ton mesin) sepanjang 2023–2026 buat penghijauan kawasan.









