BGN Bongkar Konflik Mitra SPPG dan Yayasan, Ada Dugaan Setoran Rp2.000 per Porsi

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Henni Rachma Sari
Sabtu, 3 Oktober 2026 | 23:36 WIB
BGN Bongkar Konflik Mitra SPPG dan Yayasan, Ada Dugaan Setoran Rp2.000 per Porsi
Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono [Dok. BGN]

astakom.com, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membongkar adanya bentrok internal antara mitra dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan yayasan yang menaunginya dalam eksekusi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah satu temuannya yakni ada yayasan yang sama sekali enggak ikut turun tangan ngurusin operasional program MBG, tapi malah ngelakuin aksi pemalakan ala toxic culture dengan minta jatah setoran ke pihak mitra dapur.

"Pada praktiknya ini kami menemukan satu fakta bahwa mitra sama yayasan ini ada yang kemudian berkonflik. Mitra itu adalah orang yang punya modal, dia membangun dapurnya, keluar biaya," kata Sudaryono, dikutip dari keterangan pers, Sabtu (3/10/2026).

Sudaryono membocorkan laporan yang masuk bahwa sejumlah mitra dipaksa ngasih setoran alias potongan 'uang damai' ke pihak yayasan sebesar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per porsi.

Menu makanan kena imbasnya

Ujung-ujungnya, potongan ilegal ini bikin kualitas program MBG makin jelek, terutama di ranah gizi dan tampilan menu yang disajikan buat para penerima manfaat.

"Bayangkan, yang terjadi adalah karena dipotong, dia makan menunya itu dikurangi kualitasnya. Ini tidak boleh lagi terjadi," tegasnya.

Eks Wakil Menteri Pertanian tersebut menegaskan bahwa BGN bakal langsung bikin pihak yayasan ketar-ketir alias tanpa kompromi memutus kerja sama kalau terbukti main pangkas setoran.

"Itu semua akan kami cut off namanya, akan kami amputasi semua," kata dia.

Solusi buat mitra yang kena pungli

Biar makin transparan, Sudaryono melanjutkan bahwa pihaknya udah menyiapkan dua portal registrasi, yakni portal khusus yayasan dan portal khusus mitra.

Lewat opsi ini, mitra yang merasa dirugikan bisa langsung step up mengajukan yayasan baru sambil menyertakan bukti-bukti real terkait persoalan atau kerugian yang dialami selama masa kerja sama.

"Kami memberikan ruang kepada mitra yang merasa dirugikan untuk mengganti yayasan yang menaunginya, terutama apabila yayasan tersebut tidak memberikan kontribusi terhadap jalannya dapur," pungkas Sudaryono. (aLf/RaM)

Gen Z Takeaway

Konflik antara mitra dapur dan yayasan menunjukkan pengelolaan MBG masih punya celah yang perlu dibenahi, terutama soal transparansi dan potensi pungutan. BGN menegaskan kualitas menu tidak boleh dikorbankan akibat setoran ilegal, sekaligus membuka ruang bagi mitra untuk mengganti yayasan yang dinilai tidak berkontribusi.

BGN Badan Gizi Nasional MBG Makan Bergizi Gratis SPPG

Infografis

Terkini