Tampil di Hari Kesaktian Pancasila, Konduktor Aubade Harap Orkestra Pelajar Diperkuat

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 2 Oktober 2026 | 11:32 WIB
Tampil di Hari Kesaktian Pancasila, Konduktor Aubade Harap Orkestra Pelajar Diperkuat
Presiden Prabowo pimpin Upacara Kesaktian Pancasila sekaligus resmikan Museum revitalisasi di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Kamis (01/10/2026). [Timpres]

astakom.com, Jakarta – Penampilan orkestra dan aubade pelajar SMKN 2 Cibinong, Jawa Barat, dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, pada Kamis (01/10/2026), menjadi momentum untuk menunjukkan kemampuan bermusik di panggung nasional.

Para pelajar tampil membawakan sejumlah lagu bertema kebangsaan dan perjuangan dalam kegiatan yang dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Di balik penampilan tersebut, konduktor Pipit Nurwidayati juga membawa harapan agar perkembangan musik orkestra di kalangan pelajar mendapat perhatian lebih besar.

Persiapan penampilan dilakukan selama tiga pekan. Meski waktu latihan cukup singkat, Pipit menyebut kekompakan menjadi salah satu kunci timnya dapat mempersiapkan penampilan untuk momentum tersebut.

“Tim ini sebenarnya tim yang sangat-sangat solid. Dengan durasi tiga minggu kita latihan, kita menghasilkan karya-karya yang dapat dimainkan di Hari Kesaktian Pancasila,” katanya.

Lagu perjuangan mengingatkan jasa pahlawan

Lagu-lagu yang dibawakan para pelajar tidak hanya menjadi bagian dari pertunjukan musik. Materi bertema perjuangan dan nasional tersebut juga membawa pesan untuk kembali mengenang jasa para pahlawan.

Pipit berharap pesan yang dibawa melalui lagu-lagu tersebut dapat diterima masyarakat yang menyaksikan penampilan mereka dalam rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

“Yang disampaikan salah satunya bahwa kita mengenang jasa-jasa para pahlawan yang dahulu. Sehingga lagu-lagu perjuangan atau lagu-lagu nasional yang kita mainkan itu tersampaikan oleh masyarakat,” jelasnya.

Semangat kebersamaan juga menjadi bagian yang ditekankan Pipit. Kekompakan dalam tim dinilai sejalan dengan nilai persatuan yang ingin ditampilkan melalui penampilan para pelajar.

“Yang kita lakukan yaitu kebersamaan. Kebersamaan solid. Untuk merata, merakyat, yang penting tidak membeda-bedakan,” ujarnya.

Orkestra pelajar ingin terus dikembangkan

Penampilan dalam agenda kenegaraan tersebut turut mendorong Pipit menyampaikan harapan kepada pemerintah terkait pengembangan orkestra di lingkungan pelajar, terutama di sekolah menengah kejuruan.

Pipit melihat kegiatan orkestra yang melibatkan remaja masih relatif jarang. Ia pun berharap pemerintah dapat melihat langsung aktivitas musik yang dikembangkan para siswa di sekolahnya.

“Harapan ke pemerintah salah satunya lebih ke musik, terutama di orkestra. Ini sangat-sangat jarang untuk orkestra di remaja. Mungkin lebih, terutama untuk SMK itu, hanya satu-satunya di Jawa Barat,” kata Pipit.

Harapan itu juga disertai keinginan agar Presiden Prabowo dapat berkunjung ke sekolah mereka dan melihat langsung kegiatan orkestra yang dijalankan para pelajar.

“Semoga Bapak sekali-kali bisa menengok ke sekolah kami dan bisa melihat orkestra kami seperti apa, tingkatan remaja,” ujarnya.

Jika kesempatan bertemu Presiden Prabowo terbuka, Pipit menyatakan timnya siap membawa penampilan orkestra.

“Dapat kesempatan bertemu, insyaallah kita akan bermain orkestra jika diizinkan di tempat Bapak dan bertemu dengan Bapak,” katanya.

Pertemuan tersebut juga diharapkan dapat menjadi ruang untuk menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan kegiatan orkestra selama ini.

“Kita akan menyampaikan keluh kesah yang kita hadapi selama ini, selama ini kita menjalankan orkestra di upacara atau aubade saja,” katanya.

Dukungan alat musik masih dibutuhkan

Selain kesempatan tampil, Pipit menyoroti kebutuhan sarana pendukung untuk menjaga kegiatan orkestra pelajar tetap berjalan. Salah satu kebutuhan yang ia sampaikan adalah ketersediaan alat musik.

Menurut Pipit, dukungan fasilitas dapat membantu para siswa mengembangkan kemampuan bermusik sehingga aktivitas orkestra tidak hanya berjalan ketika ada agenda upacara atau aubade.

“Penginnya lebih maju lagi, dukungan dari Bapak. Kami mohon untuk istilahnya bantuan alat musik karena kita sangat membutuhkan di acara-acara seperti ini,” katanya. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Penampilan di Hari Kesaktian Pancasila menjadi ruang bagi pelajar menunjukkan kemampuan sekaligus menyampaikan harapan. Dari tiga pekan latihan, Pipit ingin orkestra pelajar punya kesempatan berkembang lebih jauh, didukung fasilitas yang memadai dan ruang tampil yang lebih luas.

Hari Kesaktian Pancasila Upacara Hari Kesaktian Pancasila Presiden Prabowo Prabowo Subianto

Infografis

Terkini