Sikat Budaya 'No Viral No Justice'! Calon Kapolri Komjen Suyudi Spill Janji Sat-Set Urus Laporan Masyarakat
astakom.com, Jakarta — Calon Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Komjen Pol Suyudi Ario Seto, spill komitmen tegas buat menyapu bersih fenomena "no viral no justice" yang selama ini sering dikeluhkan publik. Ia bertekad merombak total pola penanganan pengaduan masyarakat biar setiap laporan langsung diverifikasi dan ditindaklanjuti secara sat-set tanpa perlu nunggu kasusnya trending atau viral dulu di media sosial.
Hal tersebut disampaikan Komjen Suyudi saat menjalani agenda uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kapolri di Komisi III DPR, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026).
Ubah logika penanganan laporan & jawab 9 kegelisahan publik
Komjen Suyudi menegaskan bahwa logika lama dalam merespons laporan masyarakat harus diubah total. Ia janjikan enggak bakal nunggu viral. Dari laporan masyarakat langsung ditangkap dengan verifikasi, ditangani penyidik.
“Kemudian diberi kabar perkembangan, diselesaikan sesuai dengan hukum,” kata Suyudi di hadapan para anggota Komisi III DPR, Kamis (1/10/2026).
Menurut Suyudi, kepastian laporan sampai saat ini emang masih jadi salah satu isu krusial yang membikin masyarakat resah. Ia pun membeberkan sembilan kegelisahan utama publik yang wajib dijawab dan dibenahi oleh internal Polri.
“Sembilan kegelisahan utama yang perlu dijawab, kepastian laporan, kesetaraan di hadapan hukum, pungli dan pelayanan transaksional, penyalahgunaan kewenangan, penggunaan kekuatan, fenomena no viral no justice, kepercayaan terhadap pengaduan, transparansi perkara, dan kultur pelayanan,” ujarnya.
Laporan polisi sebagai harapan hadirnya negara
Bagi Suyudi, setiap laporan yang masuk ke kepolisian bukan sekadar berkas biasa, melainkan bentuk harapan besar publik akan hadirnya penegakan hukum dan perlindungan dari negara.
“Bagi korban, laporan polisi adalah harapan bahwa negara hadir,” katanya.
Ia menegaskan kalau masyarakat berhak banget buat didengar, dihormati, dapet penjelasan yang transparan, serta melihat aturan hukum diterapkan secara konsisten tanpa pandang bulu.
“Hukum tidak cukup hanya adil, prosesnya juga harus terlihat adil,” tegas Suyudi.
Keseimbangan antara wewenang besar dan pengawasan ketat
Nggak cuma membenahi kultur pelayanan dan respons laporan, Suyudi juga mendorong penguatan sistem kontrol di internal kepolisian. Ia mewanti-wanti pentingnya keseimbangan antara wewenang masif yang dimiliki kepolisian dan pengawasan yang ketat.
“Kewenangan yang kuat harus disertai pengawasan yang kuat,” ujarnya.
Gen Z Takeaway
Calon Kapolri Komjen Suyudi Ario Seto siap gaskeun hapus budaya "no viral no justice" di kepolisian! Saat fit and proper test di DPR, ia nembak sembilan kegelisahan utama masyarakat mulai dari kepastian laporan, pungli, sampai kultur pelayanan. Suyudi janji setiap laporan polisi bakal langsung diverifikasi, ditangani, dan dikabari perkembangannya secara transparan sesuai hukum tanpa harus nunggu viral dulu!









