Penyebab Meninggalnya Calon Taruna Poltekpel Malahayati Masih Tunggu Hasil Resmi

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 1 Oktober 2026 | 04:03 WIB
Penyebab Meninggalnya Calon Taruna Poltekpel Malahayati Masih Tunggu Hasil Resmi
Penyebab Meninggalnya Calon Taruna Poltekpel Malahayati Masih Tunggu Hasil Resmi (BPSDM Perhubungan)

astakom.com, Banda Aceh – Penyebab meninggalnya calon taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Banda Aceh, Muhammad Rasya Fadhillah, masih menunggu hasil pemeriksaan resmi pihak berwenang.

Fadhillah (18) meninggal dunia di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh pada Minggu, (27/09/2026). Sebelumnya, ia sempat mendapat penanganan di Poliklinik Poltekpel setelah mengalami keluhan demam dan muncul ruam atau bintik pada tubuh.

Melansir keterangan resmi Humas BPSDM Perhubungan pada Rabu (30/09/2026), Direktur Poltekpel Malahayati Andi Fiardi mengatakan Fadhillah kemudian dirujuk ke rumah sakit karena kondisinya tidak kunjung membaik.

“Pada Minggu, 27 September 2026 pukul 16.14 kondisi ananda dilaporkan mengalami penurunan secara mendadak (drop) dan selanjutnya ananda dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit tersebut,” jelas Andi Fiardi.

Kondisi Fadhillah menurun mendadak

Fadhillah merupakan calon taruna Program Studi Sistem Kelistrikan Kapal (SKK) dari jalur program mandiri 2026. Sebelumnya, ia mengikuti orientasi pembentukan karakter pada 4–14 September bersama 251 calon taruna.

Kegiatan tersebut berisi pengenalan kampus, kuliah umum dari instansi pemerintah, serta baris-berbaris. Setelah orientasi selesai, Fadhillah mengikuti pembelajaran kelas dan kegiatan rutin kampus.

Poltekpel Malahayati menyatakan kegiatan orientasi tidak dirancang dalam bentuk kekerasan. Kampus juga menyebut kegiatan rutin tidak melibatkan interaksi senior dan junior untuk mencegah potensi bullying.

“Perlu kami tegaskan pula bahwa kegiatan orientasi tersebut tidak dirancang maupun dilaksanakan menjurus bentuk kekerasan apapun. Demikian pula, kegiatan rutin di kampus tidak melibatkan interaksi antara senior dan yunior sebagai upaya untuk mencegah potensi terjadinya bullying,” kata Andi.

Polisi masih lakukan pemeriksaan

Polres Banda Aceh disebut telah terlibat dalam penanganan kasus tersebut. Berdasarkan informasi awal yang diterima pihak kampus, pemeriksaan sementara tidak menemukan indikasi kekerasan. Meski begitu, penyebab kematian secara medis belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan dan visum keluar.

“Pihak Kepolisian, dalam hal ini Polres Banda Aceh, telah terlibat menangani kasus ini. Berdasarkan informasi awal yang kami terima, dalam pemeriksaan sementara tidak ditemukan indikasi kekerasan. Namun demikian, penentuan penyebab kematian secara medis masih menunggu hasil pemeriksaan dan visum dari pihak yang berwenang, yang diperkirakan memerlukan waktu kurang lebih tujuh hari,” jelas Andi Fiardi.

Poltekpel juga menyebut masih ada informasi medis yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut berdasarkan catatan tim medis kampus dan RSUD dr. Zainoel Abidin.

“Namun sekali lagi, demi objektivitas dan untuk menghormati proses pemeriksaan yang sedang berjalan, kami mengajak semua pihak untuk menunggu keseluruhan hasil pemeriksaan dari pihak yang berwenang,” kata Andi.

Kampus menyatakan telah melakukan penelusuran internal serta menyiapkan dokumen dan rekaman yang relevan. Poltekpel juga siap memberikan data maupun keterangan apabila diperlukan kepolisian.

“Kami selalu siap memberikan keterangan maupun data yang diperlukan apabila diminta oleh pihak kepolisian,” ujar Andi Fiardi.

Jenazah Fadhillah telah didampingi pihak Poltekpel sejak dari rumah sakit hingga diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di Lhokseumawe pada Senin, 28 September 2026. (deA/RaM)

Gen Z Takeaway

Penyebab kematian Fadhillah belum dapat dipastikan. Publik diminta menunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan resmi sebelum menarik kesimpulan.

Calon Taruna Kematian calon taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Poltekpel

Infografis

Terkini