CCTV-ETLE Beberkan Pergerakan Sutrimo Sebelum Dievakuasi Ambulans

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 1 Oktober 2026 | 05:45 WIB
CCTV-ETLE Beberkan Pergerakan Sutrimo Sebelum Dievakuasi Ambulans
Konferensi pers terkait peristiwa meninggalnya Sutrimo, orang dekat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. [astakom/Alfian Tegar]

astakom.com, Jakarta - Hasil penelusuran rekaman CCTV dan ETLE ngebongkar kronologi pergerakan Sutrimo sebelum akhirnya dievakuasi dalam kondisi darurat di kawasan Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/07/2026) pagi.

Wadirreskrimum Polda Metro Jaya AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya ngerinciin data linimasa kejadian yang udah dihimpun. 

Korban dievakuasi dari tempat kejadian perkara (TKP) ke RS Muhammadiyah Taman Puring pake ambulans bernopol B 1418 KIX pada pukul 09.03 WIB.

"Sebelum insiden tersebut, korban terpantau beraktivitas sepanjang malam dan sempat berganti tiga sepeda motor yang berbeda di sekitar kawasan Petogogan dan Radio Dalam," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (30/09/2026).

Mogok di petogogan, lanjut didorong rekan

Kronologi dimulai dari Rabu (22/7/2026) malam pukul 21.20 WIB. Motor Yamaha Mio nopol B 3205 EAL yang dikendarai korban mendadak mogok di depan Klinik SAS.

Sepuluh menit kemudian, Anom menjelaskan seorang rekan korban datang menaiki Honda Supra B 6978 SS untuk membantu mendorong motor korban menyusuri Jalan Petogogan I hingga melewati Jalan Radio III.

Dari Jupiter merah ganti motor NMAX

Masuk Kamis (23/7/2026) dini hari pukul 00.35 WIB, korban terekam kamera udah ganti armada lagi pake Yamaha Jupiter merah bernopol B 3888 NDI.

Korban kelihatan melintasi Jalan Petogogan II dan area Klinik Skinesio, lalu terpantau sempat singgah di Klinik Morden pada pukul 00.37 WIB sebelum meninggalkannya dua menit kemudian menuju arah Jalan Radio III.

"Pergerakan korban berlanjut pada pukul 01.22 WIB dengan kembali berganti kendaraan menggunakan Yamaha NMAX bernomor polisi B 4184 SJK. Dalam rentang waktu hingga pukul 03.00 WIB, korban terekam berulang kali melintasi Jalan Petogogan I, kawasan Klinik SAS, dan Jalan Radio IV," jelas Anom.

Mampir makan pecel lele

Pada pukul 03.11 WIB, korban yang berboncengan dengan rekannya melintas dari perempatan Radio Dalam menuju Jalan Kramat Pela, memutar balik, dan akhirnya berhenti di sebuah warung Pecel Lele Sambel Setan di Jalan Radio Dalam Raya.

"Keduanya menghabiskan waktu sekitar 27 menit di lokasi tersebut sebelum kembali bergerak menuju arah Jalan KH Ahmad Dahlan pada pukul 03.38 WIB," ucapnya.

Titik akhir di TKP dan kedatangan ambulans

Pergerakan terakhir korban sebelum insiden terekam pada pukul 05.30 WIB. Korban terpantau melintasi Jalan Kramat Pela dan berhenti tepat di depan TKP dengan masih mengendarai Yamaha NMAX B 4184 SJK.

Tiga jam kemudian, pukul 08.53 WIB, satu unit ambulans tiba di TKP. Tim medis kemudian membawa korban keluar dari lokasi kejadian pada pukul 09.03 WIB untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di RS Muhammadiyah Taman Puring.

"Rangkaian rekaman visual ini menjadi petunjuk utama dalam merekonstruksi jam-jam krusial korban sebelum kejadian," tutur Anom.

Melansir astakom.com, sebelumnya diberitakan, mendiang Sutrimo merupakan kepala rumah tangga di kediaman mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, yang sempat bikin heboh usai ditemukan meninggal dunia secara mendadak pada Juli 2026 lalu. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Rangkaian CCTV dan ETLE kini memberi gambaran lebih utuh soal pergerakan Sutrimo sebelum dievakuasi. Dari berganti tiga motor, sempat mampir ke klinik hingga makan pecel lele, seluruh rekaman menjadi puzzle penting bagi penyidik untuk menyusun kronologi dan memahami kejadian pada jam-jam krusial sebelum insiden.

Polda Metro Jaya Sutrimo Febrie Adriansyah Ekshumasi CCTV ETLE

Infografis

Terkini