Auto-Ngeri! Rekam Jejak Komjen Suyudi Bikin Melongo, Sukses Sikat Mafia Narkoba 2 Ton hingga Kasus Air Keras
astakom.com, Jakarta — Komisi III DPR RI resmi menggetok palu persetujuan untuk mengangkat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Suyudi Ario Seto, sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) baru menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Keputusan bulat ini diambil dalam rapat pleno usai Suyudi menuntaskan agenda uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (1/10/2026).
Nama Perwira Tinggi lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 ini sebelumnya disodorkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto melalui surat resmi ke DPR pada Rabu (30/9/2026) terkait pemberhentian Listyo Sigit Prabowo sekaligus penunjukan pimpinan baru Korps Bhayangkara.
Perjalanan karier moncer di bidang reserse
Sebelum resmi terpilih sebagai calon tunggal Kapolri, Suyudi dikenal punya rekam jejak panjang dan mentereng di dunia reserse serta penyidikan.
Berbagai posisi strategis di lingkungan Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, hingga kepemimpinan kewilayahan pernah ia tempati sebelum akhirnya dipercaya menahkodai BNN. Selama mengemban tugas di lapangan, deretan kasus besar dan rumit berhasil diurai oleh Suyudi.
Bongkar kasus high-profile saat jabat dirreskrimum Polda Metro Jaya
Kiprah Suyudi makin mentereng saat menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya pada 2019. Ia diberi tanggung jawab menangani kembali sejumlah perkara sulit yang sempat buntu, salah satunya penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan pada 2017. Tak cuma itu, ia juga meringkus Vindra Yuniko, tersangka penyiraman air keras di Jakarta Barat.
Di bawah kepemimpinannya, Ditreskrimum Polda Metro Jaya turut membongkar kasus pembunuhan sadis suami dan anak tiri di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, dengan menetapkan Aulia Kesuma sebagai satu dari tujuh tersangka.
Lanjut pada 2020, jajarannya sukses menggerebek praktik penyuntikan stem cell ilegal tanpa izin BPOM di Kemang, serta menindak tegas kasus penipuan kartu kredit yang melibatkan tujuh tersangka melalui Subdit Jatanras.
Ketegasan di Polda Banten: tindak tegas oknum tak profesional
Pengalaman Suyudi dalam memimpin wilayah berlanjut saat dipercaya menjadi Kapolda Banten. Salah satu kasus besar yang menyita perhatian publik terjadi pada Januari 2025, yakni insiden penembakan bos rental mobil hingga tewas di Tangerang.
Merespons munculnya isu ketidakprofesionalan jajaran saat menerima laporan dari pihak pemilik kendaraan rental, Suyudi tak ragu mengambil tindakan tegas. Ia langsung memutasi Kapolsek Cinangka AKP Asep Iwan beserta dua anggota lainnya demi menjaga integritas institusi.
Gebrakan di BNN: sikat jaringan narkoba internasional 2 ton sabu
Pada Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi sebagai Kepala BNN menggantikan Komjen Pol. Marthinus Hukom, disusul kenaikan pangkatnya menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) sebulan kemudian.
Gebrakan besarnya di BNN langsung terbukti saat memimpin operasi lintas negara bersama aparat Kamboja pada Desember 2025. BNN berhasil menangkap buronan kelas atas Dewi Astutik alias PA di Sihanoukville, Kamboja. Operasi gabungan ini sukses membongkar jaringan penyelundupan narkotika internasional yang mengendalikan sekitar dua ton sabu dengan nilai fantastis mencapai Rp5 triliun!
Gen Z Takeaway
Komjen Suyudi Ario Seto resmi disetujui DPR jadi Kapolri baru menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo per Kamis (1/10/2026)! Track record-nya nggak main-main: sukses ngebongkar kasus Novel Baswedan, pembunuhan Lebak Bulus, tegas mutasi oknum polisi bermasalah di Banten, sampai sikat jaringan narkoba internasional 2 ton sabu senilai Rp5 T saat jabat Kepala BNN.









