Mendag Budi Santoso Siap Kawal Isu Dagang RI di G20 TMM 2026

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 30 September 2026 | 11:31 WIB
Mendag Budi Santoso Siap Kawal Isu Dagang RI di G20 TMM 2026
Mendag Budi Santoso Siap Kawal Isu Dagang RI di G20 TMM 2026 (astakom/shintya)

astakom.com, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso resmi gaspol bertolak ke Amerika Serikat pada Senin malam (28/09/2026). Agenda utamanya yaitu hadir langsung dalam Pertemuan Para Menteri G20 (G20 Trade Ministers’ Meeting/TMM) yang dihelat pada 30 September sampe 1 Oktober 2026 di Milwaukee, Wisconsin.

Forum tingkat tinggi ini menjadi ajang strategis bagi para menteri perdagangan dunia untuk membahas agenda prioritas di bawah Presidensi G20 Amerika Serikat tahun 2026. 

Tahun ini, AS mengusung tema besar bertajuk “Growth through Deregulation, Energy Abundance, and Innovation” (atau penjabaran resminya adalah “Unleashing Economic Prosperity by Limiting the Burdens of Regulations, Unlocking Affordable Energy Options, and Pioneering New Tech and Innovation”).

Kawal kepentingan nasional

Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan, Indonesia hadir dengan misi tegas untuk menyuarakan kepentingan perdagangan nasional sekaligus mensupport sistem perdagangan multilateral yang sehat.

Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Mendag Budi Santoso atau yang akrab disapa Busan, dalam keterangan resminya pada Selasa (29/09/2026).

“Partisipasi Indonesia dalam G20 TMM adalah momentum untuk menyuarakan kepentingan perdagangan nasional. Selain itu, Indonesia terus menyuarakan dukungan terhadap sistem perdagangan multilateral yang adil, terbuka, dan berbasis aturan. Indonesia juga berkomitmen untuk memastikan setiap inisiatif G20 sejalan dengan ketentuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO),” kata Mendag Busan dalam keterangan tertulisnya, dikutip astakom.com pada Selasa (29/09/2026).

4 isu yang jadi sorotan

Selama rangkaian G20 TMM, Mendag diagendakan menyampaikan pandangan strategis Indonesia dalam empat sesi utama. Isu-isu ini krusial banget buat masa depan perdagangan global:

Weaponization of Food: Penggunaan pangan sebagai senjata lewat tindakan perdagangan koersif.

Structural Excess Capacity: Masalah kelebihan kapasitas dan produksi struktural.

Prinsip MFN: Penguatan penerapan prinsip Most Favored Nation.

Anti-Kerja Paksa: Penghapusan praktik kerja paksa dalam rantai pasok global atau eliminating forced labor in global supply chains.

Diskusi B20 sampe urusan lobi produk lokal

Nggak cuma fokus di ruang sidang utama, agenda Mendag Budi selama di AS tergolong padat merayap. Beliau dijadwalkan melakukan pertemuan penting dengan komunitas Business 20 (B20) di bawah naungan Kamar Dagang AS.

Selain itu, sederet pertemuan bilateral dengan berbagai negara mitra dagang juga sudah menanti. Spesialnya lagi, Mendag bakal berkoordinasi langsung dengan Konsul Jenderal RI di Chicago guna menggeber promosi sekaligus memperluas akses pasar produk-produk unggulan Indonesia biar makin nge-hits di Negeri Paman Sam.

Dalam forum G20, di agenda jalur perdagangannya Presidensi AS telah menyelenggarakan rangkaian pertemuan Kelompok Kerja Perdagangan (Trade Working Group/TWG) sejak Januari 2026 untuk membahas empat agenda prioritas yang akan dibahas di tingkat menteri dalam G20 TMM.

Sekilas tentang G20

Sebagai catatan, G20 adalah forum ekonomi internasional elite yang merepresentasikan kerja sama negara-negara maju dan berkembang. Forum ini digawangi oleh 19 negara, termasuk Indonesia, AS, Tiongkok, hingga India-serta dua organisasi regional, yakni Uni Eropa dan Uni Afrika.

Secara kolektif, kekuatan G20 tergolong masif karena mewakili sekitar 88,5 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia, 75,9 persen perdagangan barang global, serta menguasai 78,7 persen populasi penduduk bumi. Indonesia sendiri memiliki rekam jejak membanggakan sebagai pemegang Presidensi G20 pada tahun 2022 lalu, dengan puncak kesuksesan yang dihelat pada KTT G20 di Nusa Dua, Bali, 15-16 November 2022. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Mendag Budi Santoso siap gaspol bawa kepentingan dagang Indonesia di G20 TMM 2026 di AS. Empat isu utama yang bakal disorot adalah weaponization of food, excess capacity, prinsip MFN, dan penghapusan kerja paksa di rantai pasok global. Selain forum utama, Busan juga bakal ketemu B20, mitra dagang, serta mendorong promosi produk unggulan RI agar akses pasar AS makin luas.

Mendag Busan G20 Trade Ministers’ Meeting (TMM) Kementerian Perdagangan

Infografis

Terkini