Kopdes Merah Putih Resmi Beroperasi 1 Oktober, Dikelola Manajer dan Didukung BUMN
astakom.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas, baru aja ngespill agenda penting yaitu Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih bakal resmi beroperasi serentak di bawah komando manajer baru per 1 Oktober 2026.
Selain itu, pasokan produk dan layanan jasa bakal disupport langsung oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Selain itu, pemerintah pastiin kalau semua yang berhubungan sama urusan distribusi komoditas bersubsidi sampai akses transaksi keuangan pelat merah bakal dialihkan langsung ke tiap unit koperasi desa.
Langkah integrasi pasokan ini dikebut setelah ada arahan langsung dari Badan Pengelola (BP) BUMN atau Danantara buat memformalkan kemitraan di lapangan. Zulhas menjelaskan detailnya dalam jumpa pers di Kemenko Pangan, Jakarta, kemarin Selasa (29/09/2026).
Sinergi Danantara dan BUMN lain
"Tadi pihak Danantara atau BP BUMN sudah perintahkan, BUMN sudah tanda tangan PKS. Nanti 1 Oktober sudah ada manajer, pupuk harus drop di situ, penyalurannya melalui Kopdes, barang-barang subsidi, beras SPHP, bantuan pangan, gas 3 kilo, BRI Link, hingga PNM Mekaar,"`kata Zulhas kepada awak media dikutip astakom.com, pada Rabu (30/09/2026).
Lewat sinergi keren ini, gerai koperasi bakal jadi pusat resmi buat nyalurin pupuk bersubsidi ke petani, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan pemerintah, sampai gas elpiji tabung 3 kilogram.
Peran kopdes nggak cuma ini, di sektor jasa, mereka juga nyediain agen perbankan BRI Link, layanan pembiayaan mikro PNM Mekaar bersubsidi bunga, plus loket pembayaran tagihan listrik warga.
Infrastruktur pemerintah
Zulhas juga ngingetin kalau unit usaha perdesaan ini beda banget sama toko atau entitas komersial biasa. Keberadaannya dirancang khusus sebagai instrumen kepanjangan tangan negara buat menertibkan penyaluran berbagai program bantuan sosial ke masyarakat akar rumput. Jadi, fungsinya tuh valid banget buat urusan kesejahteraan rakyat.
"Koperasi ini kan bukan supermarket, tapi dia infrastruktur pemerintah. Dia menangani masalah-masalah subsidi, bantuan pemerintah, dan lain-lain," kata Zulhas.
Gaji manajer
Dari segi operasional ketenagakerjaan, targetnya penempatan manajer di seluruh gerai desa bakal tuntas serentak di awal bulan depan. Para pengelola ini punya tugas utama buat muterin roda permodalan sekaligus ngedongkrak ekonomi warga lokal secara berkesinambungan.
Biar sebanding sama tanggung jawabnya, para manajer berstatus sebagai pegawai kontrak waktu tertentu di bawah BUMN Agrinas Pangan. Kementerian terkait bersama pimpinan perseroan pelat merah juga udah siap ngadain rapat evaluasi gercep seminggu setelah para pengurus mulai bekerja.
Untuk gajinya juga udah ditentuin yaitu antara Rp6,8 juta sampai Rp8,3 juta yang disesuaikan sama UMK daerah masing-masing lokasi penempatan.
"Statusnya pegawai kontrak waktu tertentu selama dua tahun di bawah BUMN Agrinas Pangan, dengan pendapatan antara Rp6,8 juta sampai Rp8,3 juta yang disesuaikan UMK daerah. Mudah-mudahan 1 Oktober mulai bekerja, dan 7 Oktober kita langsung evaluasi dengan deputi dan wakil-wakil para dirut untuk melihat mana saja yang sudah diisi,"` ungkap Zulhas. (Shnty/RaM)
Gen Z Takeaway
Kopdes Merah Putih bakal resmi beroperasi serentak mulai 1 Oktober 2026 dengan manajer baru dan dukungan langsung BUMN. Gerai koperasi ini bakal jadi pusat distribusi pupuk subsidi, beras SPHP, bantuan pangan, LPG 3 kg, sampai layanan BRI Link dan PNM Mekaar. Para manajer dikontrak dua tahun di bawah Agrinas Pangan dengan gaji Rp6,8 juta–Rp8,3 juta sesuai UMK daerah. Jadi, Kopdes bukan sekadar toko desa, tapi dirancang sebagai infrastruktur pemerintah buat memperkuat distribusi program dan layanan ekonomi ke masyarakat.









