Forensik Ungkap Penyebab Kematian Sutrimo: Penyakit Jantung Iskemik dan Faktor Kafein

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 30 September 2026 | 23:46 WIB
Forensik Ungkap Penyebab Kematian Sutrimo: Penyakit Jantung Iskemik dan Faktor Kafein
Konferensi pers terkait peristiwa meninggalnya Sutrimo, orang dekat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. [astakom/Alfian Tegar]

astakom.com, Jakarta - Tim forensik gabungan baru aja mengungkapkan hasil pemeriksaan mendalam terkait kematian Sutrimo (42). 

Mereka mengungkapkan kalau penyakit jantung iskemik diduga kuat jadi penyebab utama almarhum berpulang, dengan kandungan kafein di dalam tubuh yang dinilai berperan sebagai faktor pencetus.

Ketua Tim Ekshumasi Prof. Dr. dr. Ahmad Yudianto menyampaikan kesimpulan medis tersebut diperoleh berdasarkan rangkaian pemeriksaan menyeluruh, meliputi pemeriksaan luar dan dalam, analisis toksikologi, serta pemeriksaan histopatologi setelah tindakan ekshumasi pada 12 Agustus 2026.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan secara keseluruhan, baik pemeriksaan luar, dalam, serta pemeriksaan penunjang, kami menyimpulkan bahwa penyakit jantung iskemik tidak dapat disingkirkan sebagai penyebab kematian. Kafein yang ditemukan dalam tubuh dinilai dapat berperan sebagai faktor pencetus yang memperberat kondisi tersebut," kata Ahmad di Jakarta, Rabu (30/09/2026).

Berdasarkan laman resmi Kementerian Kesehatan, penyakit jantung iskemik adalah kondisi medis yang terjadi ketika aliran darah ke jantung berkurang akibat penyumbatan sebagian atau seluruh arteri koroner.

Tidak ada tanda-tanda kekerasan

Dalam konferensi pers, Ahmad juga menjelaskan hasil pemeriksaan fisik tidak menemukan adanya luka akibat kekerasan benda tajam maupun tumpul, serta tidak ada tanda-tanda patah tulang.

Gak cuma itu, uji toksikologi pada organ tubuh dan tanah di sekitar area pemakaman juga clear, tidak menemukan kandungan bahan berbahaya seperti pestisida, alkohol, arsenik, maupun sianida.

Di sisi lain, Ahmad merinci tim medis menemukan perubahan patologis pada sistem pembuluh darah dan jantung almarhum.

Temuan tersebut di antaranya meliputi ketebalan lemak abdomen, ditemukannya Frank's sign pada cuping telinga, penebalan dinding arteri koroner, serta penyempitan lumen pembuluh darah yang sudah masuk tahap danger zone hingga mencapai 75 persen.

Tegaskan murni berdasarkan fakta medis

Pada kesempatan yang sama, Ketua Perhimpunan Dokter Forensik Medikolegal Indonesia (PDFMI) Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry menegaskan seluruh hasil analisis yang disampaikan murni berdasarkan fakta medis dan bukti ilmiah teruji, tanpa mendasarkan pada asumsi atau spekulasi semata.

Sementara itu, Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar menyatakan pihak kepolisian berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan guna memberikan kepastian hukum bagi pihak keluarga maupun masyarakat.

Melansir astakom.com, sebelumnya diberitakan, mendiang Sutrimo merupakan kepala rumah tangga di kediaman mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, yang sempat bikin heboh usai ditemukan meninggal dunia secara mendadak pada Juli 2026 lalu. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Hasil pemeriksaan forensik memberi gambaran lebih terang soal kematian Sutrimo. Penyakit jantung iskemik diduga menjadi penyebab utama, dengan kafein sebagai faktor pencetus, sementara tidak ditemukan tanda kekerasan maupun zat berbahaya. Temuan medis ini menjadi dasar penting bagi kepolisian untuk melanjutkan penanganan perkara secara transparan dan berbasis bukti.

Polda Metro Jaya Sutrimo Febrie Adriansyah Ekshumasi

Infografis

Terkini