Presiden Prabowo Pangkas Antrean Haji: Dulu 49 Tahun, Kini Cuma 14 Tahun!
astakom.com, Jakarta – Pemerintah lagi tancap gas membenahi sistem penyelenggaraan ibadah haji supaya jemaah tidak menunggu terlalu lama. Langkah ini didukung penuh Presiden RI Prabowo Subianto, yang meminta Kementerian Haji dan Umrah menemukan formula jitu untuk mengurai panjangnya antrean haji di Tanah Air.
Turun ke 14 tahun
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan, masa tunggu haji yang dulu bisa menyentuh 49 tahun sekarang berhasil dipangkas menjadi 14 tahun secara faktual.
Menurut Dahnil, begitu Kementerian Haji dan Umrah resmi terbentuk, pemerintah langsung mengevaluasi cara mengelola antrean. Setelah formulanya diubah, rata-rata masa tunggu nasional sempat turun ke angka 26 tahun.
Tapi angka itu dinilai masih kelewat panjang. Presiden Prabowo pun meminta kementerian untuk membenahi lagi, termasuk lewat validasi dan penataan data jemaah haji.
Sapu bersih data invalid
“Sekarang antrean faktual haji itu 14 tahun sesuai dengan perintah Presiden mencari formula dan membereskan data-data yang invalid 400.000-an itu,” tutur Dahnil setelah Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/09/2026).
Dahnil menjelaskan kalau merapikan data adalah kunci dalam membenahi sistem perhajian nasional. Validasi dilakukan supaya daftar tunggu yang tercatat benar-benar mencerminkan kondisi jemaah yang masih berhak dan memang butuh berangkat haji, bukan sekadar deretan nama yang udah nggak relevan.
Kunci tata kelola
Ia menegaskan, langkah ini juga bagian dari arahan Presiden Prabowo untuk membenahi tata kelola perhajian di Indonesia secara menyeluruh, dari hulu sampai hilir.
Sikat kartel haji
Soal tujuan akhirnya, Dahnil bilang semua ini selaras dengan visi Presiden untuk mengubah wajah perhajian tanah air.
“Ini juga dalam rangka tadi perintah Presiden bersih-bersih perhajian Indonesia supaya lebih berkah pada Presiden, supaya bersih, supaya bebas dari kartel haji dan kartel umrah,” tutupnya. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Batal waitlist seumur hidup! Pembersihan 400 ribu data hantu plus aksi 'sikat' kartel bikin peluang haji muda jadi makin masuk akal tanpa perlu nunggu tua renta.









