Perawatan Kuku Biar Tak Mudah Jamuran dan Rusak, Kebiasaan Simpel Ini Bisa Dicoba
astakom.com, Jakarta – Kuku sudah terlihat bersih, tapi tiba-tiba berubah warna, menebal, atau gampang patah? Jangan buru-buru menganggapnya cuma masalah penampilan. Beberapa kebiasaan sehari-hari ternyata bisa membuat kuku lebih rentan mengalami masalah.
Melansir Harvard Health pada Minggu (27/09/2026), infeksi jamur kuku atau onychomycosis dapat membuat kuku berubah warna, menebal, rapuh, hingga terlepas dari dasar kuku. Kondisi ini lebih sering terjadi pada kuku kaki karena area tersebut mudah berada dalam kondisi tertutup dan berkeringat.
American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan lingkungan yang hangat dan lembap dapat mendukung pertumbuhan jamur. Karena itu, menjaga kuku tetap bersih dan kering menjadi bagian penting dari perawatannya.
Jangan biarkan kuku lembap
Kaki yang berkeringat terlalu lama di dalam sepatu bisa menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur. AAD menyarankan penggunaan kaus kaki bersih setiap hari dan menggantinya jika sudah berkeringat.
Sepatu juga sebaiknya memiliki sirkulasi udara yang cukup dan tidak langsung digunakan kembali jika masih lembap.
Saat berada di tempat umum seperti kolam renang, ruang ganti, gym, atau kamar mandi bersama, penggunaan sandal juga dapat membantu mengurangi kontak langsung dengan permukaan yang mungkin menjadi tempat jamur berkembang.
Infeksi jamur pada kulit kaki atau athlete's foot juga perlu diperhatikan karena NHS menjelaskan kondisi tersebut dapat menyebar ke kuku.
Potong kuku jangan asal
Kuku pendek bukan berarti harus dipotong sesingkat mungkin. AAD menyarankan kuku kaki dipotong lurus untuk membantu mengurangi risiko kuku tumbuh ke dalam, lalu ujungnya dirapikan dengan kikir.
Kuku juga sebaiknya tidak digunakan untuk membuka kemasan atau mencungkil sesuatu karena bisa membuatnya pecah atau terkelupas.
Begitu juga dengan kutikula. Bagian ini berfungsi melindungi area tempat kuku tumbuh. AAD memperingatkan bahwa memotong atau mendorong kutikula secara agresif dapat mempermudah bakteri dan kuman masuk sehingga meningkatkan risiko infeksi.
Alat manicure harus bersih
Rutin manicure atau pedicure? Jangan cuma fokus pada hasil akhirnya. Kebersihan alat juga penting.
AAD menyarankan gunting kuku, pemotong kuku, dan alat lainnya dibersihkan setelah digunakan. Saat melakukan perawatan di salon, pastikan alat dan perlengkapan sudah dibersihkan atau disanitasi sebelum digunakan.
Harvard Health juga mengingatkan bahwa lingkungan lembap, termasuk salon, kolam renang, ruang ganti, dan sepatu lembap, dapat berkaitan dengan penyebaran infeksi jamur. Jadi, jangan berbagi alat manicure dengan orang lain.
Di sisi lain, kuku juga tidak perlu dibuat terlalu kering. AAD menyarankan penggunaan pelembap setelah mencuci tangan atau merapikan kuku karena kuku yang terlalu kering lebih mudah pecah dan terbelah.
Perubahan kuku seperti menebal, berubah warna, rapuh, terbelah, atau terangkat dari dasar kuku juga tidak selalu berarti jamur. Jika perubahan menetap atau disertai nyeri dan pembengkakan, pemeriksaan ke dokter kulit dapat membantu memastikan penyebabnya. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Kuku sehat nggak harus ribet. Jaga tetap bersih dan kering, jangan asal potong kutikula, rapikan kuku dengan benar, dan pastikan alat manicure tetap bersih.









