Kabar Baik! Guru PPPK Paruh Waktu Bakal Jadi Penuh Waktu Mulai 2027
astakom.com, Jakarta - Pemerintah fix bakal mengangkat seluruh guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu jadi penuh waktu.
Pengangkatan PPPK paruh waktu ini emang bentuk komitmen nyata dari Presiden Prabowo Subianto buat ningkatin kualitas pendidikan, salah satunya lewat kesejahteraan guru.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti nyebutin kalo di tahun depan, Presiden udah komit buat ningkatin status seluruh guru PPPK paruh waktu jadi penuh waktu.
"Nah, guru PPPK, selama ini masih ada dua kan, PPPK penuh waktu dan paruh waktu. Guru PPPK paruh waktu mulai tahun 2027 itu akan menjadi penuh waktu,” kata Mu'ti usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/09/2026).
Mu'ti juga nambahin kalo perubahan status ini bakal include sama tunjangan yang pembiayaannya murni dari pemerintah pusat.
“Tentu saja tunjangannya semuanya akan dibiayai oleh pemerintah pusat. Nah, ini yang juga menjadi komitmen baru dari Bapak Presiden,” ujarnya.
Opsi karier guru non-ASN dan skema gaji lewat dana BOS
Di sisi lain, guru non-ASN bakal dikasih kesempatan alias opportunity buat ikutan tes jadi PNS atau PPPK. Buat guru non-ASN yang belum lulus tes PNS maupun PPPK, urusan gaji tetap aman karena bisa bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat.
“Kalau guru non-ASN yang dia tidak lulus tes PPPK atau tidak lulus PNS, maka statusnya tetap menjadi guru non-ASN yang digaji melalui dana BOS,” kata Mu'ti.
Dia menerangkan kalo dana BOS bisa dipakai buat berbagai kebutuhan sekolah, mulai dari biaya operasional, gaji guru non-ASN, perbaikan ringan fasilitas sekolah, sampai support kegiatan ekstrakurikuler.
Pemerintah sendiri bakal mengalokasikan 20% dana BOS khusus buat kebutuhan operasional dan gaji guru non-ASN di sekolah negeri.
“Kalau guru PNS digaji oleh pusat, dan nanti guru PPPK juga pada waktunya akan digaji oleh pusat, dan guru non-ASN yang mengajar di negeri dapat dibayar dari dana BOS, yang persentasenya 20 persen dari dana BOS bisa untuk operasional gaji guru non-ASN di sekolah negeri,” ujar Mu'ti.
Skill up kualitas guru dan rencana pendidikan gratis
Gak cuma fokus ke peningkatan gaji dan kesejahteraan, Presiden Prabowo juga minta biar kualitas guru terus di-upgrade lewat berbagai program pelatihan. Mu'ti ngomong kalo pembiayaan buat program upskilling ini bakal diusahain lewat APBN.
“Kemudian yang menjadi komitmen beliau (Presiden Prabowo) dalam rangka membuat pendidikan adalah peningkatan kualitas guru melalui berbagai pelatihan, yang nanti juga biayanya akan dapat kita usahakan, dapat dipenuhi dari dana APBN,” kata Mu'ti.
Mu'ti menegaskan kalo berbagai kebijakan ini emang bagian dari arahan Presiden buat memperkuat layanan pendidikan yang sejalan sama komitmen pemerintah dalam memberikan pendidikan gratis buat murid di sekolah negeri.
“Komitmen beliau untuk memberikan layanan pendidikan gratis bagi murid di sekolah negeri adalah bagian dari komitmen bahwa semua anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan bermutu,” jelasnya.
Kebijakan kece ini sekaligus melengkapi rencana besar pemerintah buat menggratiskan pendidikan sekolah negeri, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) sampai Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Menurut Mu'ti, kebijakan super penting ini masih terus dikaji dari berbagai aspek, termasuk kesiapan ruang fiskal negara. (aLf/RaM)
Gen Z Takeaway
Pemerintah menyiapkan upgrade besar dalam kesejahteraan guru. Mulai 2027, seluruh guru PPPK paruh waktu ditargetkan beralih menjadi penuh waktu dengan tunjangan dari pemerintah pusat. Di saat yang sama, guru non-ASN tetap mendapat ruang mengajar dan dukungan gaji lewat dana BOS, sementara kualitas guru bakal terus di-upgrade melalui pelatihan yang diupayakan dibiayai APBN. Langkah ini menjadi bagian dari arah kebijakan pendidikan pemerintah, termasuk rencana pendidikan gratis di sekolah negeri hingga PTN.









