Basarnas Ungkap 6 Kendala Batasi Penyelaman di KMP Virgo Transport 8

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Henni Rachma Sari
Senin, 28 September 2026 | 15:31 WIB
Basarnas Ungkap 6 Kendala Batasi Penyelaman di KMP Virgo Transport 8
Serah terima barang bukti temuan KM Virgo Transport 8 dari KRI GNR-332 ke Tim Posko SAR Basarnas di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Jumat (18/09/2026). [Puspomal TNI AL]

astakom.com, Jakarta – Pencarian korban KMP Virgo Transport 8 di dasar Laut Jawa masih menghadapi sejumlah kendala. Dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-15 yang digelar secara daring pada Minggu (27/09/2026) malam, Basarnas menjelaskan kondisi yang membuat penyelam belum bisa menjangkau seluruh bagian kapal.

Kondisi bangkai kapal yang belum stabil menjadi salah satu persoalan utama. Selain itu, penyelam juga harus menghadapi jarak pandang yang terbatas, benda tajam, hingga risiko bahan kimia dari BBM kendaraan yang berada di dalam kapal.

Faktor kedalaman juga ikut membatasi durasi penyelaman. Basarnas menyebut adanya gas density pada kedalaman sekitar 27 meter sehingga waktu penyelam berada di dalam air harus diperhitungkan demi keselamatan personel.

Kemiringan kapal masih berubah

Posisi KMP Virgo Transport 8 masih mengalami perubahan trim atau derajat kemiringan. Kondisi ini membuat stabilitas kapal belum bisa sepenuhnya dipastikan ketika penyelam melakukan pencarian di dalamnya.

“Kendala yang pertama yaitu masih terjadi perubahan trim atau derajat kemiringan pada kapal. Jadi, kapal ini terus berubah kemiringannya dan ini berpotensi risiko tinggi bagi penyelam apabila sewaktu-waktu stabilitasnya itu tiba-tiba berubah total, nah ini ya pasti keselamatan penyelam itu terancam,” jelas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana.

Risiko tersebut menjadi semakin penting ketika penyelam mulai masuk ke bagian dalam kapal. Menurut Putu, kondisi stabilitas kembali berubah ketika penyelam melakukan penetrasi hingga sekitar 15 meter.

Akses ke bagian dalam kapal pun tidak bisa dilakukan secara bebas. Setiap penetrasi harus mempertimbangkan kondisi struktur dan stabilitas bangkai kapal saat penyelaman berlangsung.

Lumpur bikin pandangan terbatas

Persoalan lain muncul dari kondisi lingkungan di dalam kapal. Sedimen dan lumpur yang mulai masuk membuat jarak pandang penyelam menjadi sangat terbatas.

Situasi tersebut menyulitkan tim melihat kondisi di sekitar mereka selama berada di dalam bangkai kapal. Risiko bertambah karena terdapat sejumlah benda tajam yang bisa membahayakan penyelam ketika jarak pandang sedang rendah.

Selain kondisi fisik di dalam kapal, tim juga menghadapi potensi paparan bahan kimia. Kendaraan yang berada di dalam kapal diketahui mulai mengeluarkan BBM sehingga area tertentu harus dihindari saat penyelaman.

“Di sana ada kendaraan, nah ini kendaraan-kendaraan ini sudah apa, BBM-nya itu sudah mulai ada yang keluar ya. Nah inilah yang membuat risiko juga bagi penyelam, keselamatannya. Ini tidak berani untuk melaksanakan penyelaman di area-area yang memang sudah mengeluarkan chemical itu,” kata I Putu Sudayana.

Dengan kondisi tersebut, keselamatan penyelam menjadi pertimbangan utama sebelum tim memasuki bagian tertentu dari kapal.

Gas density batasi waktu selam

Kedalaman sekitar 27 meter juga membawa persoalan lain berupa gas density. Kondisi ini membuat durasi penyelam berada di dalam air tidak bisa dilakukan terlalu lama.

Putu mengatakan penggunaan satu maupun dua tabung tidak dapat dimaksimalkan karena faktor tersebut. Waktu penyelaman pun dibatasi hingga sekitar 20 menit.

“Misalnya menggunakan dua tabung atau satu tabung tidak bisa maksimal untuk digunakan, hanya paling lama itu dia bisa 20 menit ya. Karena pengaruh gas atau apa namanya ini, gas density yang disampaikan oleh OSC selam ya,” ujar I Putu Sudayana.

Enam kondisi tersebut membuat penyelam belum bisa menjangkau semua bagian KMP Virgo Transport 8. Selain perubahan kemiringan dan struktur kapal, pencarian juga dibatasi oleh visibilitas rendah, benda tajam, potensi paparan BBM atau bahan kimia, serta gas density di kedalaman.

Dalam perkembangan operasi SAR, Basarnas juga menyampaikan bahwa kondisi bangkai kapal menjadi salah satu alasan pencarian membutuhkan penanganan yang sangat hati-hati. Tim tetap mengutamakan keselamatan penyelam ketika menentukan bagian kapal yang dapat dimasuki. (deA/RaM)

Gen Z Takeaway

Pencarian korban di dalam KMP Virgo Transport 8 bukan sekadar soal masuk ke bangkai kapal. Kondisi kapal, jarak pandang, benda tajam, BBM, sampai faktor kedalaman membuat setiap penyelaman harus dilakukan dengan perhitungan keselamatan yang ketat.

KMP Virgo Transport 8 Evakuasi KMP Virgo Transport 8 Perkembangan Operasi Sar KMP Virgo Pencarian korban KMP Virgo Transport 8

Infografis

Terkini