Menaker Gaspol Petakan Skill Masa Depan Lewat Data TKA
astakom.com, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli spill strategi baru pemerintah dalam membaca arah pasar kerja. Menurut Menaker Yassierli data Tenaga Kerja Asing (TKA) nggak cuma sekadar angka atau formalitas administratif, tapi bisa jadi sinyal valid buat memetakan keterampilan apa saja yang lagi di hunting sama dunia industri dan dunia usaha saat ini.
Jenis pekerjaan yang banyak diisi oleh TKA mencerminkan kompetensi tertentu yang pasarnya lagi hype, tapi pasokan SDM lokalnya masih kurang. Informasi presisi ini bisa dijadiin acuan utama untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia agar punya skills yang relevan dan related sama zaman.
"Kalau kita punya data yang cukup baik, kita akan bisa melihat TKA itu banyaknya pada pekerjaan apa. Oh, ternyata banyaknya pada process engineer dan macam-macam. Artinya pasar kerja sedang membutuhkan ini," kata Yassierli dalam keterangan resmi, dikutip astakom.com pada Jumat (25/9/2026).
Bikin critical occupation list
Pemetaan ini sangat krusial dilakuin buat mengidentifikasi jabatan atau keahlian yang bakal jadi high demand di masa depan. Data tersebut bahkan bisa jadi fondasi utama dalam menyusun daftar jabatan kritikal (critical occupation list).
"Bisa jadi ke depan kita merencanakan critical occupation list, istilahnya jabatan-jabatan kritikal ke depan. Dan institusi pendidikan pasti menunggu informasi ini," katanya.
Dengan data kompetensi yang kredible, kampus dan lembaga pelatihan bisa langsung pivoting menyesuaikan kurikulum lulusan mereka. Selain itu, proses validasi TKA juga mencakup kualifikasi, tenaga pendamping, hingga transfer teknologi agar keberadaan TKA benar-benar memberi nilai tambah bagi pekerja lokal.
Sinergi pusat-daerah
Agenda Sinergitas Pembinaan dan Pengendalian Penggunaan TKA yang melibatkan petugas validasi pembayaran Dana Kompensasi Penggunaan TKA (DKPTKA). Yassierli menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting agar pemetaan kebutuhan tenaga kerja nasional makin akurat dan real-time.
"Dengan data yang baik, data yang akurat, data yang cukup, kita akan bisa menyusun kebijakan yang berbasis data," kata Yassierli. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Data TKA ternyata nggak cuma buat ngitung berapa banyak tenaga kerja asing yang masuk, tapi bisa jadi cheat code buat membaca skill yang lagi dicari industri. Dari pekerjaan yang banyak diisi TKA, pemerintah bisa memetakan jabatan yang sedang high demand dan menyusun critical occupation list. Data ini juga bisa jadi sinyal buat kampus dan lembaga pelatihan supaya kurikulumnya makin relate sama kebutuhan dunia kerja, sekaligus memastikan ada transfer skill dan teknologi ke pekerja lokal.









