Kemenperin Push Produk Halal Lokal Go Global, TKDN + Sertifikasi Jadi Senjata

Penulis: Shintya
Editor: Henni Rachma Sari
Sabtu, 26 September 2026 | 20:34 WIB
Kemenperin Push Produk Halal Lokal Go Global, TKDN + Sertifikasi Jadi Senjata
Kemenperin Push Produk Halal Lokal Go Global, TKDN + Sertifikasi Jadi Senjata [astakom/Kemenperin]

astakom.com, Jakarta - Indonesia lagi gaspol buat membuktikan diri sebagai salah satu pemain kunci di panggung industri halal dunia. Enggak cuma jago kandang, produk-produk lokal kini dipush agar makin siap tembus standar internasional dan level up secara masif.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, nge-highlight kalau Indonesia punya potensi massive buat jadi pusat industri halal global. Tapi, potensi ini harus diimbangi sama produktivitas tinggi, inovasi tanpa henti, dan mentalitas kompetitif.

“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi salah satu pusat industri halal dunia. Untuk mewujudkan hal tersebut, industri halal nasional harus semakin produktif, inovatif, berdaya saing, serta mampu menghasilkan produk yang memenuhi kebutuhan dan standar pasar global,” kata Menperin Agus Gumiwang dikutip astakom.com pada Sabtu (26/09/2026).

TKDN dan Sertifikasi halal

Supaya produk halal lokal makin dilirik dan bisa ekspansi ke mancanegara, Sekretaris Jenderal Kemenperin Eko S.A. Cahyanto, spill strategi penting. Menurutnya, pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan sertifikasi halal harus jalan beriringan dan dilengkapi dengan komplit demi memperkuat daya saing produk industri.

Artinya, produk dalam negeri enggak cuma sekadar punya kandungan lokal yang kuat, tapi juga wajib nge-lock standar dan kebutuhan konsumen. Dengan begitu, jangkauan pasarnya bakal makin luas, mulai dari pengadaan pemerintah, pasar domestik, sampai merambah ke pasar global.

"Sinergi antara pemenuhan TKDN dan sertifikasi halal menjadi penting untuk memperkuat daya saing produk industri dalam negeri. Produk kita tidak hanya perlu memiliki kandungan lokal yang kuat, tetapi juga harus mampu memenuhi standar dan kebutuhan konsumen," kata Eko.

Kolaborasi demi pertumbuhan ekonomi

Eko juga menambahkan, penguatan industri halal ini harus bener-bener ngasih value alias nilai tambah yang nyata buat perekonomian nasional. Makanya, kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, pelaku industri, akademisi, lembaga keuangan, asosiasi, sampai masyarakat, harus terus dirangkul erat.

Kalau semua elemen ini udah nge-blend dengan solid, vibes ekosistem bisnis di tanah air bakal makin kuat.

“Pelaku industri harus naik kelas, pasar semakin luas, kemitraan bertambah, dan produk halal Indonesia semakin dikenal serta kompetitif di tingkat global. Dengan ekosistem yang semakin kuat, kita optimistis industri halal dapat menjadi salah satu motor pertumbuhan industri nasional,” pungkasnya.

Waktunya industri halal lokal go internasional

Langkah strategis dari Kemenperin ini jadi sinyal kuat buat para pelaku usaha lokal untuk gak cuma jalan di tempat.

Dengan standar global yang terpenuhi, produk halal buatan anak bangsa siap mendominasi pasar luar negeri, berani bersaing dan  bisa membuktikan kualitasnya secara nyata. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

Kemenperin lagi ngegas industri halal Indonesia biar nggak cuma jago di pasar lokal, tapi juga makin pede masuk pasar global. Kuncinya, produk halal harus punya TKDN kuat, sertifikasi halal, inovasi, produktivitas, dan kualitas yang sesuai standar internasional. Kalau pemerintah, industri, akademisi, lembaga keuangan, dan masyarakat bisa kolaborasi solid, industri halal berpeluang jadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Kemenperin Menperin Agus Gumiwang TKDN Sertifikasi Halal Produk Halal Produk Halal

Infografis

Terkini