BGN Gandeng JICA Kembangkan Shokuiku, Bikin Pengalaman MBG Siswa Makin Edukatif

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Sabtu, 26 September 2026 | 06:30 WIB
BGN Gandeng JICA Kembangkan Shokuiku, Bikin Pengalaman MBG Siswa Makin Edukatif
BGN dan JICA bekerja sama mengembangkan shokoiku untuk memperkaya pengalaman siswa pada MBG. [Dok. Kemendukbangga/BKKBN]

astakom.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) gandeng Japan International Cooperation Agency (JICA) buat ngembangin ide shokuiku alias pendidikan makanan. 

Langkah ini diambil buat bikin pengalaman para siswa di Program Makan Bergizi Gratis (MBG) makin level up.

Pendekatan ini mengadaptasi gaya Jepang yang sukses mengintegrasikan pendidikan pangan dan gizi langsung ke program makan sekolah. 

Di Negeri Sakura itu, shokuiku dirancang bukan cuma sebatas teori atau hafalan gizi, tapi benar-benar ngasih pengalaman praktis ke siswa biar mereka kenal langsung sama apa yang mereka makan.

Perkaya wawasan siswa dalam program MBG

Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN, Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea, menyebut kalau pembelajaran dari Jepang ini bisa jadi referensi ciamik buat memperkaya pengalaman siswa selama MBG berlangsung.

"Melalui kerja sama ini, kami melihat bagaimana pendekatan shokuiku dapat memperkaya pengalaman anak dalam mengikuti program makan di sekolah. Jadi, makanan bukan hanya diterima dan dikonsumsi, melainkan juga dapat menjadi bagian dari proses belajar mengenai pangan, gizi, serta pihak-pihak yang terlibat dalam penyediaannya," ujar Prima, di Jakarta, Jumat (25/09/2026).

Empat fokus Utama MBG-JICA Pilot

Dalam rancangan proyek MBG-JICA Pilot ini, ada beberapa poin krusial yang masuk radar kajian:

  • Pengurangan sampah dan sisa makanan (food waste)
  • Peningkatan proses pengiriman dan penyajian makanan
  • Penguatan keterlibatan siswa saat kegiatan makan di sekolah
  • Pendidikan pangan dan gizi yang lebih aplikatif

Gabungan dua pendekatan

Pilot project ini mengombinasikan dua komponen yang saling melengkapi, shokkan trial di tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan shokuiku activities di tingkat sekolah. 

Shokkan trial fokus pada operasional penyediaan makanan, sementara shokuiku activities fokus ngasih ruang buat siswa biar makin paham soal gizi dan bahan pangan.

Menurut Prima, gabungan dua pendekatan ini ngasih sudut pandang yang jauh lebih menyeluruh karena menyambungkan proses di dapur penyedia sampai ke piring siswa.

"Kami ingin melihat keterhubungan antara apa yang terjadi di tingkat SPPG dengan pengalaman anak ketika menerima dan mengonsumsi makanan di sekolah. Dari sana, kita dapat mempelajari aspek mana yang dapat mendukung peningkatan kualitas layanan sekaligus memperkuat edukasi pangan dan gizi," kata Prima.

Dorong keterlibatan siswa dalam MBG

Pengembangan MBG-JICA Pilot ini juga membuka ruang buat mengkaji gimana caranya program makan di sekolah bisa bikin siswa terlibat. 

Aspek yang digali mencakup pengalaman makan, pemahaman gizi, sampai menumbuhkan rasa hargai ke orang-orang hebat di balik penyediaan makanan mereka.

"Harapannya, pembelajaran dari Jepang dapat menjadi referensi untuk terus mengembangkan MBG sesuai dengan konteks Indonesia. Kita ingin memastikan bahwa pengalaman yang diperoleh siswa melalui MBG juga dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai pangan dan gizi," tuturnya. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

MBG kini tak cuma soal makanan bergizi di piring, tapi juga bagaimana siswa memahami pangan, gizi, dan proses di baliknya. Lewat kolaborasi BGN dan JICA, pendekatan shokuiku dari Jepang diuji untuk membuat pengalaman makan di sekolah lebih edukatif dan aplikatif, sekaligus mendorong keterlibatan siswa, pengurangan food waste, serta peningkatan kualitas layanan MBG dari dapur SPPG hingga ke piring siswa.

BGN Badan Gizi Nasional MBG Makan Bergizi Gratis Japan International Cooperation Agency (JICA) JICA

Infografis

Terkini