BEI Gaspol Short Selling Mulai Oktober, Likuiditas Pasar Berpotensi Naik 17%

Penulis: Shintya
Editor: Henni Rachma Sari
Sabtu, 26 September 2026 | 17:08 WIB
BEI Gaspol Short Selling Mulai Oktober, Likuiditas Pasar Berpotensi Naik 17%
BEI Gaspol Short Selling Mulai Oktober, Likuiditas Pasar Berpotensi Naik 17% (Foto: Wikipedia)

astakom.com, Jakarta - Kabar baru nih buat para pelaku pasar saham dan cuan dari dunia investasi! Bursa Efek Indonesia (BEI) bersiap bikin gebrakan baru dengan merilis mekanisme perdagangan short selling pada awal Oktober 2026 mendatang.

Kebijakan ini dijamin bakal bikin atmosfer market makin lowkey tapi tetap on fire buat para trader aktif.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, ngespill kalau deretan saham yang bisa ditransaksiin pakai jurus ini bakal diambil dari kelompok saham yang punya likuiditas tinggi.

"Untuk short selling, daftar saham short selling-nya akan diterbitkan nanti di akhir bulan dan mulai berlaku di awal bulan Oktober," kata Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, beberapa waktu lalu.

Indeks LQ45 jadi main character awal

Masuk ke fase permulaan, saham-saham dari indeks LQ45 bakal jadi starter pack utamanya. Tapi, jangan salah sangka dulu, enggak semua emiten di kelompok elite ini langsung diobral buat short selling.

"Ya, itu pun tidak semua. Nanti mungkin ada lima, atau tiga, atau berapa nanti akan diterbitkan," jelas Jeffrey.

Langkah ini sengaja diambil secara step-by-step alias bertahap. BEI masih mau mantau seberapa vibes dan respons pasar begitu aturan baru ini resmi meluncur. Biar enggak ada drama panik massal di market, intinya begitu.

Filter ketat buat sekuritas

Buat yang pengen ikutan short selling, siap-siap gigit jari kalau masih berstatus sebagai investor pemula. BEI menerapkan regulasi super ketat supaya fitur ini jatuhnya enggak sembarangan.

Buat Anggota Bursa (Sekuritas): Wajib kantongi izin khusus dan memenuhi kriteria tertentu. Salah satu penilainya adalah rata-rata nilai transaksi harian selama satu bulan terakhir.

Batas Maksimal Transaksi: BEI menerapkan rem darurat berupa batasan porsi transaksi demi mencegah aksi brutal atau transaski berlebihan dari para market player.

"Ini maksimum bisa melakukan short selling 0,02 persen dari saham yang ada. Jadi untuk membatasi agar tidak ada yang melakukan kegiatan short selling berlebihan," ujar Jeffrey.

Jagoan lindung nilai

Buat Investor: kriterianya yaitu wajib punya portofolio pengalaman matang di pasar modal dan dilarang buat pemula yang baru kenal saham kemarin sore.

Banyak orang ngira short selling itu cuma ajang cari untung instan lewat spekulasi harga turun. Padahal, menurut Jeffrey, fungsi aslinya jauh lebih krusial dari itu. Mekanisme ini krusial banget buat investor melakukan hedging alias lindung nilai portofolio mereka dari risiko nyangkut parah.

Selain itu, instrumen ini juga jadi amunisi wajib buat liquidity provider di ranah transaksi derivatif. Berdasarkan riset matang BEI sebelumnya, kehadiran short selling diproyeksi sanggup mendongkrak likuiditas pasar sampai 17 persen.

Potensi dongkrak likuiditas pasar

Meskipun potensi cuannya gede banget, realisasi angka tersebut bakal sangat bergantung pada seberapa banyak saham dan sekuritas yang akhirnya lolos verifikasi buat nyediain fasilitas ini.

"Potensinya sudah pernah kami hitung, pada saat itu sampai dengan 17 persen," dia menjelaskan.

Gimana, ready buat menyambut babak baru di bursa saham Indonesia bulan depan?

Dikutip dari laman resmi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, short selling yaitu aksi menjual sekuritas yang tidak dimiliki penjualnya.

Apa itu short selling

Transaksi ini berbeda dari transaksi jual-beli biasa dalam empat hal. Pertama, investor menjual dahulu baru membelinya kemudian.

Kedua, investor mendapat untung justru kalau harga sekuritas turun, sehingga cenderung mendoakan yang buruk-buruk untuk saham itu dan pasar secara keseluruhan.

Ketiga, investor melepas saham yang bukan miliknya. Investor sejatinya meminjam saham milik orang lain di perusahaan sekuritas yang sama. Kalau saham itu ngasih dividen, pemilik saham itu tidak akan memperolehnya dari emiten. Short seller yang harus membayarkan dividen itu untuknya.

Keempat, dibandingkan dengan transaksi biasa, short selling sangat berisiko. Hanya untuk aset keuangan tepatnya efek pasar modal, short selling dapat dilakukan karena sifat fungible (dapat dipertukarkan satu sama lain dengan mudah). (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

BEI siap ngegas mekanisme short selling mulai awal Oktober 2026, dengan saham LQ45 jadi salah satu kandidat awal, meski nggak semuanya langsung masuk daftar. Fitur ini bakal dibatasi ketat lewat izin sekuritas, kriteria investor, dan batas transaksi maksimal 0,02% dari jumlah saham. Bukan cuma buat cari cuan saat harga turun, short selling juga bisa dipakai buat hedging alias lindung nilai dan berpotensi meningkatkan likuiditas pasar hingga 17%.

BEI short selling Direktur utama BEI Bursa Efek Indonesia Saham

Infografis

Terkini