Airlangga Spill Stimulus! Jurus Jaga Daya Beli: Bansos Sampe KUR Terus Digaspol
astakom.com, Jakarta - Pemerintah terus ngegaspol berbagai kebijakan dan stimulus buat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan stabilitas harga tetap terjaga. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ngespill sejumlah program bantuan dan intervensi harga terus disalurkan sebagai respons atas kondisi ekonomi masyarakat saat ini.
Salah satu support itu datang lewat Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap III dengan anggaran mencapai Rp20,44 triliun untuk 27,13 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Pemerintah juga menyalurkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan kepada 33,2 juta penerima untuk periode Oktober-Desember 2026. Sementara itu, penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras medium terus dipercepat. Hingga 20 September 2026, realisasinya udah mencapai 817 ribu ton.
Insentif dari pemerintah
“Pemerintah juga memberikan insentif transportasi senilai Rp349,4 miliar pada periode libur sekolah dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)," kata Menko Perekonomian Airlangga di Jakarta, dikutip astakom.com pada Jumat (25/09/2026).
"Upaya tersebut turut diperkuat melalui hampir 9.000 kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) hingga September 2026 dan 208 Kerja Sama Antar Daerah (KAD) hingga Juli 2026,” lanjutnya.
Bea masuk 0 persen sampe KUR
Bukan cuma dari sisi bantuan masyarakat, pemerintah juga ngasih stimulus buat support dunia usaha dan produksi. Fasilitas bea masuk 0 persen dikasih buat LPG industri dan suku cadang pesawat yang digunakan dalam kebutuhan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO).
Pemerintah juga lagi mempercepat penyelesaian regulasi fasilitas bea masuk 0 persen untuk bahan baku plastik yang belum diproduksi di dalam negeri.
Dukungan terhadap pelaku usaha turut diperkuat lewat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp234,17 triliun hingga 31 Agustus 2026. Selain itu, implementasi Biodiesel B50 terus berjalan dengan pemanfaatan mencapai 11,07 juta kiloliter sampe pertengahan September 2026.
El Nino dan Cuaca Ekstrem dihighlight
Di sisi lain, pemerintah tetap mengantisipasi risiko inflasi yang bisa muncul akibat El Nino, cuaca ekstrem, dan bencana alam yang berpotensi mengganggu produksi dan distribusi pangan.
Mitigasi dilakukan lewat optimalisasi pengelolaan air irigasi, percepatan dan pengaturan pola tanam, pemetaan wilayah rawan, penguatan Early Warning System, serta koordinasi dan kolaborasi bareng Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID).
Jaga stabilitas pangan
“Bapak Presiden (Prabowo Subianto) ingin menambahkan luasan daripada wilayah untuk pertanian, serta pemanfaatan daripada beberapa lahan yang masih dapat digunakan. Nah, tentu ini bisa kita dorong dengan penguatan koordinasi antara pusat dan daerah. Stabilitas pangan sangat penting untuk mendukung pertumbuhan sektor, termasuk keuangan dan ekonomi digital,” ungkap Airlangga.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah ingin memastikan pasokan pangan tetap aman, harga terkendali, dan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah berbagai risiko ekonomi. (Shnty/RaM)
Gen Z Takeaway
Pemerintah lagi ngegaspol jaga daya beli dan stabilitas harga lewat paket stimulus dari bansos, bantuan beras, GPM, sampai insentif transportasi. Dukungan juga diarahkan ke dunia usaha lewat bea masuk 0 persen, KUR Rp234,17 triliun, dan implementasi B50. Di sisi pangan, pemerintah turut pasang strategi antisipasi El Nino, cuaca ekstrem, dan bencana supaya produksi serta distribusi tetap aman. Intinya, bansos jalan, usaha disupport, pangan dijaga, biar daya beli masyarakat tetap aman.









