Spill 5 Kodam Baru TNI AD yang Bakal Berdiri, Ini Lokasi dan Tugasnya
astakom.com, Jakarta - Nama Kodam mungkin sudah sering terdengar. Tapi sebenarnya, apa sih Kodam itu? Kodam adalah singkatan dari Komando Daerah Militer, yaitu komando utama kewilayahan di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Simpelnya, Kodam merupakan struktur komando TNI AD yang punya wilayah tanggung jawab tertentu dan jadi bagian penting pembinaan pertahanan di daerah.
Di bawah struktur Kodam juga ada satuan kewilayahan seperti Korem, Kodim hingga Koramil. Sementara di tingkat desa atau kelurahan, ada Babinsa yang berinteraksi langsung sama masyarakat.
Jadi, bahasa gampangnya gini, Kodam itu bukan sekadar markas tentara. Tapi semacam pusat koordinasi TNI AD untuk urusan pertahanan dan pembinaan teritorial di wilayahnya.
Pembinaan teritorial atau Binter mencakup berbagai kegiatan buat membangun ketahanan wilayah, komunikasi sosial, pemberdayaan wilayah pertahanan hingga kegiatan bakti TNI. TNI menyebut Binter dilakukan secara terpadu bersama berbagai komponen masyarakat buat memperkuat ketahanan wilayah dan bonding antara TNI sama rakyat.
Soal pelaksanaannya, komando kewilayahan juga membantu pemerintah saat daerah menghadapi kondisi tertentu, misalnya bencana alam, rehabilitasi infrastruktur maupun persoalan lain yang membutuhkan kemampuan TNI sesuai aturan.
UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI juga mengatur peran TNI dalam membantu pemerintah di daerah, termasuk membantu mengatasi dampak bencana alam dan merehabilitasi infrastruktur.
Jadi, kalau ada jembatan rusak akibat bencana, wilayah terdampak banjir, masyarakat membutuhkan bantuan, atau pemerintah membutuhkan dukungan tertentu, satuan TNI di wilayah bisa ikut bergerak sesuai tugas dan kewenangannya.
Nah, struktur seperti inilah yang nantinya diperluas dengan lima Kodam baru.
Lokasi dan peresmian lima Kodam baru
Kepala Staf Angkatan Darat atau KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkap lima wilayah yang akan mendapatkan Kodam baru.
Kelima wilayah tersebut adalah:
- Flores, Nusa Tenggara Timur
- Daerah Istimewa Yogyakarta
- Maluku Utara
- Papua Tengah
- Kepulauan Riau
Kelima Kodam tersebut rencananya akan diresmikan pada 5 Oktober 2026, bertepatan dengan puncak peringatan HUT ke-81 TNI di Monas, Jakarta.
Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas juga mengonfirmasi rencana peresmian tersebut. Jadi, per 23 September 2026, statusnya masih akan dibentuk dan akan diresmikan.
Alasan pemerintah dan TNI AD bikin Kodam baru
Pertanyaannya sekarang kalau sudah ada Kodam, kenapa harus ditambah lagi? Menurut penjelasan KSAD, tugas utama Kodam pada dasarnya adalah teritorial. Artinya, keberadaan Kodam berkaitan erat dengan pengelolaan dan pembinaan wilayah pertahanan.
Dengan adanya Kodam baru, struktur komando kewilayahan bisa dibuat lebih dekat dengan wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.
Ini menjadi relevan karena Indonesia punya wilayah yang sangat luas, dengan karakter daerah yang berbeda-beda. Tantangan di Kepulauan Riau tentu tidak sama dengan Papua Tengah. Begitu juga kebutuhan Flores, Maluku Utara dan DIY.
Jadi, pendekatannya tidak bisa disamaratakan. Selain aspek pertahanan, pembentukan lima Kodam ini juga dikaitkan dengan agenda ketahanan pangan nasional.
Dalam beberapa tahun terakhir, TNI AD memang semakin aktif dalam program pertanian. Mulai dari pendampingan petani, optimalisasi lahan, pembangunan sumber air, irigasi hingga pengembangan satuan yang memiliki kemampuan mendukung produksi pangan.
TNI AD menempatkan ketahanan pangan sebagai bagian dari pembinaan teritorial dan Operasi Militer Selain Perang atau OMSP. Pembentukan unit produksi ketahanan pangan juga diarahkan di berbagai tingkatan satuan, mulai dari Kodam sampai Kodim.
Jadi, keberadaan Kodam baru bukan cuma soal menambah struktur organisasi militer. Ada juga agenda untuk memperkuat koordinasi di wilayah yang punya karakter geografis, sosial, ekonomi dan potensi pangan masing-masing.
Spill tugas lima Kodam baru
Secara garis besar, kelima Kodam baru akan memiliki tugas utama yang sama dengan Kodam lainnya, yaitu pembinaan teritorial dan pertahanan wilayah. Namun, implementasinya bisa berbeda sesuai kondisi daerah.
KSAD Maruli mengatakan tugas Kodam meliputi kegiatan teritorial seperti menjaga keamanan wilayah, melakukan pendataan serta membantu pengerjaan fasilitas umum yang rusak.
Dalam kondisi darurat, Kodam juga dapat menjadi komando yang memimpin konsep perlawanan rakyat semesta sesuai sistem pertahanan yang berlaku.
Kalau dibedah satu per satu, kira-kira seperti ini.
1. Kodam Flores
Untuk wilayah Flores, tantangan geografis menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. Wilayah kepulauan dan kondisi geografis yang tidak sederhana membuat akses antarwilayah menjadi bagian penting dalam pembinaan teritorial.
Kodam nantinya dapat berperan dalam pemetaan potensi wilayah, pembinaan masyarakat, penguatan kesiapan pertahanan serta membantu pemerintah daerah dalam kegiatan yang membutuhkan dukungan TNI.
Dalam konteks ketahanan pangan, pembinaan bisa diarahkan pada optimalisasi lahan, pendampingan pertanian dan pembangunan infrastruktur pendukung seperti sumber air maupun irigasi.
Dengan kata lain, bukan cuma soal menjaga wilayah, tetapi juga bagaimana potensi daerah bisa dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan masyarakat.
2. Kodam Daerah Istimewa Yogyakarta
Kalau DIY, karakter wilayahnya tentu berbeda. DIY merupakan wilayah dengan kepadatan aktivitas masyarakat yang tinggi, pusat pendidikan, pariwisata dan pemerintahan daerah. Karena itu, pembinaan teritorial nantinya akan disesuaikan dengan karakter wilayah tersebut.
Kegiatan Kodam tetap berpusat pada pertahanan wilayah, pembinaan teritorial, komunikasi sosial serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan komponen masyarakat.
Jadi jangan dibayangkan Kodam baru ini hanya bertugas ketika terjadi konflik. Dalam kondisi normal, kegiatan teritorial justru menjadi salah satu fokus utamanya.
3. Kodam Maluku Utara
Maluku Utara punya karakter kepulauan dengan banyak wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Kondisi seperti ini bikin pengawasan dan pembinaan wilayah membutuhkan koordinasi yang tidak sederhana.
Kodam nantinya dapat memperkuat koordinasi satuan TNI AD di wilayah tersebut, termasuk dalam pembinaan wilayah pertahanan dan penguatan komunikasi dengan masyarakat.
Di sisi lain, potensi pertanian, perkebunan, perikanan dan sumber daya wilayah juga bisa menjadi bagian dari program pembinaan ketahanan masyarakat.
4. Kodam Papua Tengah
Nah, wilayah ini menjadi salah satu yang paling banyak disorot. Papua Tengah memiliki tantangan keamanan yang berbeda dibandingkan wilayah lainnya. Tetapi KSAD Maruli menegaskan keberadaan Kodam baru bukan berarti Kodam tersebut secara langsung menjadi satuan yang menangani OPM.
Menurut Maruli, penanganan kelompok bersenjata tetap berada di bawah satgas khusus. Setelah suatu wilayah dinyatakan aman, barulah Kodam menjalankan kegiatan teritorial di wilayah tersebut.
Jadi, perlu dibedakan antara tugas satgas dalam penanganan konflik bersenjata dan tugas Kodam dalam pembinaan teritorial.
Setelah kondisi memungkinkan, Kodam dapat menjalankan fungsi pembinaan wilayah, membantu pembangunan fasilitas, melakukan komunikasi sosial serta mendukung aktivitas masyarakat.
5. Kodam Kepulauan Riau
Kepri juga punya karakter yang cukup spesifik karena merupakan wilayah kepulauan dan berbatasan dengan sejumlah negara. Artinya, aspek pertahanan wilayah dan pengamanan kawasan perbatasan menjadi konteks penting dalam pembinaan teritorial.
Sebelum ada Kodam sendiri, wilayah Kepri berada dalam struktur komando yang lebih luas. Literatur TNI AD mencatat Korem 033/Wira Pratama sebagai bagian dari Kodam I/Bukit Barisan dan memiliki tugas pembinaan teritorial serta penyiapan wilayah pertahanan di Kepri.
Dengan pembentukan Kodam baru, koordinasi pertahanan kewilayahan di Kepri nantinya berada dalam struktur komando tersendiri.
Kodam Baru juga dikaitkan dengan Ketahanan Pangan
Ini bagian yang cukup menarik. Kenapa pembentukan struktur militer bisa dikaitkan dengan urusan pangan?
Karena TNI AD saat ini memang terlibat dalam sejumlah program ketahanan pangan. Tugas TNI mencakup optimalisasi lahan, pendampingan petani, pembangunan titik air, irigasi hingga dukungan distribusi pangan.
Dikutip dari media nasional, hingga pertengahan 2026 TNI secara keseluruhan mengelola atau mendampingi sekitar 2,5 juta hektare lahan dalam program ketahanan pangan.
Pembagian fokus antar-matra juga disebut berbeda. TNI AD berfokus pada padi dan jagung, TNI AL pada kedelai, sementara TNI AU pada tebu.
Khusus TNI AD, program tersebut juga didukung pembentukan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan atau Yonif TP.
Hingga sekitar Mei-Juni 2026 sudah terbentuk sekitar 155 Yonif TP dan 30 Brigif TP. Target jangka panjangnya bahkan mencapai sekitar 750 Yonif TP hingga 2029.
Artinya, pembentukan Kodam baru datang ketika struktur teritorial TNI AD juga sedang diperkuat. Kodam nantinya menjadi salah satu level koordinasi untuk berbagai satuan di bawahnya. Dari Korem, Kodim sampai Koramil, semuanya memiliki peran masing-masing dalam pembinaan wilayah.
Bukan mau gantiin profesi petani
Jangan sampai salah paham dari tugasnya, TNI bukan sebagai petani. Peran TNI dalam program pangan lebih banyak ditempatkan sebagai pendukung dan pendamping, termasuk membantu membuka atau mengoptimalkan lahan, membangun fasilitas air, mendukung kegiatan pertanian serta membantu distribusi di wilayah tertentu.
Babinsa, misalnya, berada di tingkat desa dan menjadi salah satu aparat TNI yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Tugasnya termasuk melakukan pembinaan teritorial serta mengumpulkan dan memelihara data mengenai kondisi geografi, demografi dan potensi wilayah.
Makanya, ketika pemerintah ingin mempercepat program ketahanan pangan sampai ke daerah, jaringan komando kewilayahan bisa menjadi salah satu instrumen pendukung.
Dari sini kelihatan bahwa alasan pembentukan Kodam baru punya beberapa lapisan, yakni pertahanan, pembinaan wilayah, dukungan kepada pemerintah daerah, respons terhadap kondisi darurat, dan penguatan program nasional seperti ketahanan pangan. (hPs/RaM/aNs)
Gen Z Takeaway
Simpelnya lima Kodam baru menunjukkan adanya penataan ulang dan penguatan struktur komando kewilayahan TNI AD. Spill, tugas utamanya bukan sekadar menghadapi konflik, tetapi menjalankan pembinaan teritorial, memperkuat kesiapan pertahanan wilayah, membantu masyarakat dalam kondisi tertentu dan mendukung pemerintah sesuai kewenangan TNI. Di saat yang sama, pembentukan ini datang bersamaan dengan semakin besarnya keterlibatan TNI AD dalam program ketahanan pangan. Jadi, publik nantinya bisa melihat apakah penambahan lima Kodam ini benar-benar menghasilkan struktur pertahanan yang lebih dekat dan efektif sekaligus memberi dampak nyata bagi masyarakat di wilayahnya.









