Polri Gotong Royong Bareng Warga Buka Akses Jalan Tangani Dampak Galodo di Solok

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 24 September 2026 | 16:03 WIB
Polri Gotong Royong Bareng Warga Buka Akses Jalan Tangani Dampak Galodo di Solok
Polri tangani dampak galodo dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Solok [Dok. Humas Polri]

astakom.com, JakartaPolri gerak cepat merespons dampak banjir bandang atau galodo dan tanah longsor yang merendam beberapa titik di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Bareng tim gabungan dan warga lokal, Polri langsung panggil personel buat ngebuka akses jalan, nyapu bersih sisa lumpur, nyari warga yang belum ketemu, sampe ngasih pendampingan psikologis biar warga tetep tenang.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko ngomong kalo nanganin bencana kayak gini tuh butuh teamwork dari semua pihak di lapangan, soalnya kondisi sama kebutuhan warga di sana emang beda-beda.

“Polri bergerak cepat bersama unsur terkait dan masyarakat untuk menangani dampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Solok. Penanganan seperti ini tentu tidak dapat dilakukan sendiri, sehingga seluruh unsur bersama-sama bergerak sesuai tugas dan perannya, baik dalam membuka akses, membantu pencarian warga yang masih belum ditemukan, membersihkan material, maupun memberikan dukungan kepada masyarakat,” kata Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangan yang diterima astakom.com di Jakarta, Kamis (24/09/2026).

Terjunkan ratusan personel

Langkah awal ini langsung dieksekusi pasca galodo menerjang kawasan Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok dan beberapa spot di Kayu Aro, Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, pada Senin (21/09/2026) malam.

Jajaran Polda Sumbar gak pake nunggu lama langsung nurunin personel Brimob, Dit Samapta, plus jajaran Polres Solok buat koordinasi bareng tim terkait dan warga setempat.

Sekitar 300 personel Satbrimob Polda Sumbar bareng satu kompi Dit Samapta udah standby dan dikerahkan dari malam buat ngebuka jalan utama Solok-Padang yang sempet ketutup total gara-gara material longsor.

Semua personel bareng warga dan tim gabungan bahu-membahu bersihin endapan lumpur sama bebatuan make alat manual, kendaraan taktis, sampe mesin pompa air.

Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy juga ikutan turun langsung ke lokasi buat ngecek kondisi warga dan fasilitas yang kena dampak, sekalian mastiin proses penanganan berjalan smooth.

Aksi bersih-bersih ini bikin jalannya dibuka bertahap biar mobilitas warga, distribusi logistik, sampe proses evakuasi gak terhambat.

Gak Cuma ngebuka jalan, personel polisi bareng tim SAR gabungan juga nge-data rumah plus warga yang terdampak, sekaligus bantuin proses pencarian warga yang statusnya masih hilang.

Pada Rabu (23/09/2026), Tim SAR Satbrimob Polda Sumbar balik lagi memperluas area penyisiran di beberapa titik bareng tim SAR terkait, dengan membagi area pencarian ke beberapa sektor yang udah ditentukan.

Bahu-membahu dengan warga setempat

Di sisi lain, personel Satbrimob Polda Sumbar juga bantuin warga nyapu bersih sisa-sisa lumpur yang masuk ke kawasan pemukiman.

Bermodalkan sekop sama gerobak dorong, personel bareng warga ngangkut tumpukan lumpur dari halaman rumah biar tempat tinggal mereka bisa dipakai lagi buat aktivitas sehari-hari.

“Penanganan tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga kondisi masyarakat yang terdampak. Karena itu, Polri bersama unsur terkait terus menyesuaikan langkah di lapangan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk dalam proses evakuasi, pencarian, pembersihan, maupun pendataan dampak bencana,” kata Trunoyudo.

Trauma healing untuk anak-anak

Gak cuma itu, Polres Solok juga ngasih support system lewat tim konselornya dengan bikin acara trauma healing khusus buat anak-anak sama warga terdampak.

Agenda seru ini digelas di Komplek Nuansa Griya Arosuka Tahap 1 dan 2, plus lokasi pengungsian di rumah dinas Wakil Bupati Solok di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang.

Tim konselor ngajak anak-anak main, nyanyi bareng, dan ngasih motivasi biar rasa cemas mereka hilang dan mentalnya balik positive vibes lagi setelah kejadian bencana ini.

“Polri juga memberikan perhatian terhadap pemulihan psikologis masyarakat, khususnya anak-anak. Kehadiran personel di tengah masyarakat, bersama unsur lainnya, diharapkan dapat memberikan rasa aman dan membantu warga melewati situasi sulit setelah bencana,” tuturnya.

Prioritaskan keselamatan warga

Trunoyudo nambahin, Polri bareng tim gabungan masih lanjut nanganin wilayah terdampak dengan tetep mengutamakan keselamatan warga sebagai prioritas utama.

Selain nyari korban, bersihin material, dan buka jalan, petugas di lapangan juga terus nge-data kebutuhan warga serta total kerusakan yang ada.

“Seluruh langkah ini dilakukan secara bertahap dan melalui kerja bersama. Polri tidak berjalan sendiri, tetapi bersinergi dengan pemerintah daerah, tim SAR, TNI, dan unsur terkait lainnya, termasuk masyarakat, agar setiap kebutuhan di lapangan dapat ditangani secara bersama-sama,” pungkasnya. (aLf/RaM)

Gen Z Takeaway

Penanganan banjir bandang dan longsor di Kabupaten Solok terus dikebut Polri bersama tim SAR, TNI, pemerintah daerah, dan warga. Sekitar 300 personel Brimob dikerahkan untuk membuka akses, membersihkan material, mencari warga yang masih hilang, serta mendata dampak bencana. Selain pemulihan fisik, pendampingan psikologis dan trauma healing juga diberikan, terutama bagi anak-anak terdampak.

Solok Banjir Solok Kabupaten Solok Banjir Bandang Solok Polri

Infografis

Terkini