Wamenpar Cek Langsung Fasilitas Bantimurung, Pastikan Keselamatan Wisatawan Jadi Prioritas

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 22 September 2026 | 08:30 WIB
Wamenpar Cek Langsung Fasilitas Bantimurung, Pastikan Keselamatan Wisatawan Jadi Prioritas
Wamenpar Cek Langsung Fasilitas Bantimurung, Pastikan Keselamatan Wisatawan Jadi Prioritas (Dok. Kemenpar)

astakom.com, Jakarta - Keamanan dan kenyamanan wisatawan menjadi perhatian Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa saat mengunjungi Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Sejumlah fasilitas hingga penunjuk jalur evakuasi dicek langsung dalam kunjungan tersebut.

Melansir dari keterangan resmi Kementerian Pariwisata pada Senin, (21/09/2026), Ni Luh melakukan peninjauan pada Sabtu, 19 September 2026. Selain fasilitas wisata, ia turut melihat kondisi kebersihan area publik dan sanitasi di kawasan tersebut.

Fasilitas wisata ikut dicek

Sanctuary kupu-kupu menjadi salah satu area yang ditinjau Wamenpar. Kondisi fasilitas yang digunakan pengunjung juga menjadi perhatian, termasuk keberadaan serta kejelasan papan penunjuk jalur evakuasi.

Pengecekan tersebut dilakukan sebagai bagian dari kesiapan kawasan dalam menghadapi potensi bencana. Informasi evakuasi yang mudah ditemukan menjadi salah satu fasilitas penting ketika wisatawan berada dalam situasi darurat.

“Keamanan, keselamatan, dan kebersihan adalah fondasi utama sektor pariwisata. Fasilitas dasar seperti penandaan jalur evakuasi yang jelas dan ketersediaan kamar mandi yang bersih merupakan standar mutlak yang harus dijaga untuk memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara,” kata Wamenpar di sela-sela peninjauan.

Bantimurung bukan cuma soal view

Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung memiliki kekayaan alam yang beragam, salah satunya berbagai jenis kupu-kupu yang membuat kawasan ini dikenal sebagai “The Kingdom of Butterfly”.

Kawasan tersebut juga berada dalam bentang karst Maros-Pangkep yang menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark. Sejumlah satwa endemik Sulawesi juga hidup di kawasan konservasi ini, termasuk kera hitam Sulawesi (Macaca maura) dan kuskus beruang.

Daya tarik lainnya meliputi air terjun serta gua alam dengan stalaktit, stalagmit, dan nilai arkeologi.

Warga sekitar ikut dilibatkan

Kunjungan Wamenpar juga diisi diskusi bersama pelaku usaha pariwisata lokal, pengelola kawasan, dan pemandu wisata. Pembahasan diarahkan pada peningkatan kapasitas pelaku wisata serta kualitas sumber daya manusia masyarakat di sekitar taman nasional.

Kementerian Pariwisata menyatakan pengembangan kawasan akan dilakukan bersama pemerintah daerah, kementerian/lembaga terkait, pengelola, pelaku pariwisata, dan komunitas lokal. Fokusnya mencakup penguatan infrastruktur, layanan, dan promosi dengan tetap memperhatikan konservasi serta keberlanjutan lingkungan.

“Saya berharap Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata yang indah, tetapi juga menjadi contoh konkret pengelolaan pariwisata berkelanjutan berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat,” ucap Wamenpar.

Dalam kunjungan tersebut, Wamenpar Ni Luh Puspa didampingi Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Martini Mohamad. (deA/aNs)

Gen Z takeaway

Destinasi alam yang menarik bukan cuma soal punya view bagus. Fasilitas bersih, jalur evakuasi yang jelas, keamanan, dan lingkungan yang tetap terjaga juga jadi bagian penting dari pengalaman wisata.

Kemenpar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Pariwisata Bantimurung Keselamatan wisatawan

Infografis

Terkini