Kabar Baik buat NTT! 1.487 Sekolah Pasca-Gempa Siap Direvitalisasi dengan Anggaran Rp 1,2 T
astakom.com, Jakarta — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,2 triliun untuk merevitalisasi 1.487 satuan pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini dilakukan sebagai upaya pemulihan sektor pendidikan pascabencana gempa bumi yang melanda wilayah tersebut.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa perbaikan tersebut akan menyasar bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat maupun ruang belajar yang selama ini masih menggunakan bangunan darurat.
"Informasi di NTT terkait dengan komitmen kami untuk daerah bencana, kami akan melakukan revitalisasi termasuk SDN tadi itu (SDN Mboeng) sebanyak 1.487 satuan pendidikan di NTT saja," ujar Abdul Mu'ti dalam rapat bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (21/09/2026).
Mu'ti memastikan pelaksanaan program revitalisasi ini akan dijalankan secara optimal dan sebaik-baiknya dengan memperhatikan kebutuhan setiap satuan pendidikan yang terdampak.
Klarifikasi Soal Video Viral Sekolah Tanpa Listrik Dapat Smart Board
Di samping memaparkan program revitalisasi, Mu'ti juga memberikan klarifikasi mengenai video viral di media sosial terkait sebuah sekolah dasar di NTT yang disebut menerima smart board (Interactive Flat Panel/IFP) padahal belum memiliki aliran listrik. Ia menyebut narasi dalam video yang beredar tersebut tidak akurat.
"Khusus berita yang viral, tentang sebuah SD negeri di NTT itu sesungguhnya yang beredar di media sosial itu tidak akurat. Karena sebenarnya SDN itu memiliki beberapa ruang kelas, yang lainnya itu masih berfungsi," kata Mu'ti.
"Jadi yang di video itu yang tidak berfungsi, yang rusak, tapi kelas yang lainnya itu berfungsi. Dan IFP-nya juga berfungsi, Mas. Yang di video yang sedang tidak berfungsi, yang kelas yang lain berfungsi," sambungnya.
Skema Digitalisasi dan Solusi Fasilitas Pendukung di Daerah 3T
Mu'ti menjelaskan bahwa program digitalisasi sekolah mencakup empat komponen utama ditambah satu faktor krusial ("empat setengah"):
- Pemberian IFP.
- Pelatihan guru.
- Pemberian laptop.
- Akses jaringan (internet dan listrik).
Untuk masalah jaringan internet di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), pemerintah telah memanfaatkan teknologi satelit.
"Internet yang belum ada kami bantu melalui Starlink, dan itu sudah kami lakukan di daerah-daerah 3T, yang karena harganya sangat bisa terjangkau dan sudah kami lakukan," paparnya.
Sementara untuk kendala listrik, pemerintah menyiapkan dua skema penanganan, yakni penggunaan panel surya dan pembangunan jaringan baru.
"Dan kami sudah ada pembahasan dengan PLN untuk pembangunan jaringan ini, sehingga insyaallah ke depan itu bisa kami laksanakan dengan sebaik-baiknya," jelas Mu'ti. (RaM)
Gen Z Takeaway
Kabar baik buat dunia pendidikan di NTT! Kemendikdasmen fix bakal ngeluarin dana Rp 1,2 triliun buat merevitalisasi 1.487 sekolah yang rusak akibat gempa. Selain fokus benerin bangunan darurat dan rusak berat, Mendikdasmen Abdul Mu'ti juga ngeklarifikasi video viral soal sekolah tanpa listrik yang dapet smart board, yang ternyata cuma salah paham karena kelas lainnya sebenarnya berfungsi normal.









