Gercep! Tim Gabungan Berjibaku Tangani Karhutla dari Sulbar hingga Papua Tengah

Editor: Anri Syaiful
Senin, 21 September 2026 | 02:08 WIB
Gercep! Tim Gabungan Berjibaku Tangani Karhutla dari Sulbar hingga Papua Tengah
Petugas gabungan memadamkan karhutla di 2 distrik Papua Tengah. [Dok. BPBD Papua Tengah]

astakom.com, Jakarta – Tim gabungan langsung bergerak cepat merespons deretan insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung sejumlah titik di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat rentetan kejadian ini lewat laporan 24 jam terakhir hingga Minggu (20/09/2026) pukul 07.00 WIB. Kabar baiknya, tidak ada korban jiwa dari seluruh rangkaian peristiwa tersebut.

Sulawesi menggeliat, api lahap lahan di Majene dan Luwu

Di Sulawesi Barat, si jago merah menyambar area Kabupaten Majene pada Sabtu (19/09/2026) pukul 12.30 Wita. Kebakaran ini berdampak pada lahan seluas 5 hektare di Desa Kayu Angin, Kecamatan Malunda.

"Karhutla terjadi di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, pada Sabtu (19/09/2026), pukul 12.30 Wita. Penyebab peristiwa ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang," ucap Berton SP Panjaitan selaku Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB yang diterima astakom.com pada Minggu (20/09/2026).

Kolaborasi BPBD Majene, dinas terkait, TNI, Polri, serta warga lokal berhasil menjinakkan si jago merah di hari yang sama pada pukul 14.55 Wita. "Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada hari itu juga (19/09/2026), pukul 14.55 Wita. Setelah api padam, mereka memastikan lahan terdampak dengan upaya pendinginan."

Geser sedikit ke Sulawesi Selatan, insiden serupa menyasar Desa Karang Karangan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu pada Sabtu (19/09/2026) pukul 11.32 Wita. "Lahan seluas 2 hektare berhasil dipadamkan petugas BPBD yang dibantu dinas pemadam kebakaran, TNI, Polri dan masyarakat. Api telah padam pada Sabtu (19/09/2026) pukul 12.56 Wita," imbuhnya.

Lahan gambut Papua Tengah membara 172 hektare

Situasi lumayan sengit terjadi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Kobaran api menjangkau 6 kampung di 2 distrik sekaligus. Titik api terpantau membakar area gambut di Kampung Kali Harapan, Kalisusu, dan Kalibobo (Distrik Nabire), serta Kampung Waroki, Kalisemen, dan Wadiyo (Distrik Nabire Barat).

"Total lahan terbakar di 2 distrik seluas 172 hektare. BPBD dan dinas pemadam kebakaran setempat dibantu TNI dan Polri telah melakukan pemadaman api. Pada Sabtu petang, api masih berusaha untuk dipadamkan," Berton menjelaskan.

Angin Kencang Hambat Pemadaman di Pangkal Pinang

Bangka-Belitung juga tak luput dari ancaman karhutla. Lahan seluas 10 hektare di Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkal Pinang mendadak terbakar pada Sabtu (19/09/2026) pukul 11.00 WIB. Sumber pemicu kebakaran di lokasi ini masih abu-abu.

"Hingga Sabtu petang (19/09/2026), lahan seluas 9 hektare berhasil dipadamkan. Petugas gabungan masih terus memadamkan api yang terkendala angin kencang dan asap pekat. Petugas BPBD melaporkan api masih berpotensi menyala kembali dikarenakan di lokasi terdapat banyak tumpukan kayu bekas pembukaan lahan," paparnya.

Jawa Tengah kirim laporan kebakaran di Rembang dan Banyumas

Dua laporan karhutla anyar turut datang dari wilayah Jawa Tengah yang terjadi bersamaan pada Sabtu (19/09/2026). Kasus pertama menghanguskan 2 hektare lahan di Desa Padaran, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang sekitar pukul 10.00 WIB, namun tim gabungan sukses memadamkannya di hari yang sama.

Pada jam yang sama, api juga membakar lahan seluas 3,5 hektare di Kabupaten Banyumas, tepatnya mencakup Desa Kalibagor (Kecamatan Kalibagor) dan Desa Karanganyar (Kecamatan Patikraja). Asal-usul api masih diselidiki pihak berwajib. Tim gabungan dari BPBD, Damkar, TNI, dan Polri berhasil menjinakkan si jago merah pada pukul 12.10 waktu setempat.

Status alert! Potensi Karhutla masih tinggi

Melihat tren ancaman yang ada, BNPB mengimbau seluruh pihak untuk tidak lengah. Hasil pantauan hingga 21 September menunjukkan bahwa tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di mayoritas wilayah Indonesia berada di level sangat mudah terbakar.

"Peran masyarakat sangat penting dalam upaya pemantauan dan pencegahan dini sehingga karhutla dapat dipadamkan secepat mungkin," pungkas Berton. (aNs)

Gen Z Takeaway

Tim gabungan langsung sat-set terjun ke lapangan buat naklukin karhutla yang mendadak melalap berbagai wilayah dari Sulbar, Jateng, Pangkal Pinang, sampai Papua Tengah selama periode 19–20 September 2026. Meski belum ada laporan korban jiwa, si jago merah sempat membakar lahan hingga 172 hektare di Nabire dan bikin petugas di Pangkal Pinang kewalahan gara-gara asap pekat plus angin kencang. Berhubung lapisan tanah di mayoritas Indonesia lagi ada di level extremely flammable, BNPB wanti-wanti masyarakat buat tetap aware dan bantu cegah pemicu api biar enggak makin spillover.

Karhutla Pemadaman Karhutla Penanganan Karhutla BNPB

Infografis

Terkini