KKP Pacu Tambak Udang Kebumen ke Siklus Baru, Produksi Ekspor Tembus 254,5 Ton

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 6 Agustus 2026 | 07:08 WIB
KKP Pacu Tambak Udang Kebumen ke Siklus Baru, Produksi Ekspor Tembus 254,5 Ton
KKP Pacu Tambak Udang Kebumen ke Siklus Baru, Produksi Ekspor Tembus 254,5 Ton [Ilustrasi/KKP]

astakom.com, Jakarta – Kawasan tambak udang modern terbesar milik pemerintah di Kebumen, Jawa Tengah, kembali memasuki babak baru. Setelah menuntaskan panen siklus kedelapan dengan produksi ratusan ton, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kini melanjutkan operasional kawasan tersebut ke siklus budi daya berikutnya sebagai bagian dari upaya memperkuat pasokan udang nasional untuk pasar ekspor.

Melansir keterangan resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang diterima astakom.com, Rabu (05/08/2026), perkembangan Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen menunjukkan tren produksi yang terus meningkat. Kawasan ini diproyeksikan menjadi model pengembangan tambak modern yang mampu mendongkrak daya saing komoditas udang Indonesia di pasar global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

Memasuki awal Agustus, kawasan BUBK Kebumen mulai menjalankan siklus budi daya ke-9 setelah menyelesaikan seluruh rangkaian panen pada siklus sebelumnya. Langkah ini menjadi kelanjutan dari strategi KKP untuk meningkatkan produktivitas perikanan budi daya secara berkelanjutan melalui sistem tambak yang lebih modern dan terintegrasi.

Panen jadi modal

Juru Bicara KKP Ayu Rahmawati mengatakan BUBK Kebumen merupakan salah satu program prioritas kementerian dalam memperkuat produksi udang nasional yang selama ini menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia.

"Indonesia memiliki tambak udang terbesar yang berlokasi di Kebumen. BUBK Kebumen ini menjadi salah satu program unggulan KKP untuk mendorong produksi udang nasional, mengingat udang merupakan salah satu komoditas ekspor perikanan terbesar dan andalan Indonesia di pasar global," ujar Ayu Rahmawati.

Data KKP mencatat, panen kedua pada siklus kedelapan menghasilkan sekitar 75 ton udang dari 37 petak produksi. Selanjutnya, panen tahap akhir yang berlangsung pada akhir Juli 2026 dilakukan di 70 petak dengan estimasi produksi sekitar 90 ton.

Secara keseluruhan, total produksi BUBK Kebumen pada siklus kedelapan diperkirakan mencapai sekitar 254,5 ton, yang kemudian menjadi pijakan untuk memulai siklus produksi berikutnya.

Dari tambak mati

Di balik peningkatan produksi tersebut, kawasan BUBK Kebumen menyimpan proses transformasi yang cukup besar. Area yang kini menjadi sentra budi daya udang modern itu sebelumnya merupakan tambak yang sudah tidak lagi produktif sebelum direvitalisasi oleh KKP.

Melalui penataan kawasan seluas 100 hektare, pemerintah membangun sistem budi daya yang lebih modern. Saat ini, sekitar 24 hektare kolam efektif telah beroperasi dengan total 139 petak produksi, sementara pengembangan kawasan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan infrastruktur dan operasional.

Model budi daya berbasis kawasan ini menjadi salah satu pendekatan KKP untuk meningkatkan efisiensi produksi, menjaga kualitas hasil panen, serta memenuhi standar komoditas ekspor yang semakin kompetitif.

Efek ke ekonomi lokal

Keberadaan BUBK Kebumen tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi perikanan, tetapi juga ikut menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan.

KKP mencatat operasional tambak modern tersebut telah menyerap 645 tenaga kerja lokal, terdiri atas 145 pekerja tetap dan 500 tenaga kerja harian lepas yang berasal dari desa-desa sekitar.

Selain membuka lapangan kerja, aktivitas kawasan tambak juga memunculkan berbagai usaha pendukung, mulai dari warung makan, toko kebutuhan harian, penyedia sarana produksi tambak, jasa transportasi, hingga penginapan yang melayani kebutuhan pekerja maupun mitra usaha.

Dengan berlanjutnya siklus produksi di BUBK Kebumen, KKP berharap kawasan ini terus memperkuat kontribusi sektor perikanan budi daya terhadap ekspor nasional sekaligus menjadi contoh pengembangan tambak modern yang berkelanjutan di berbagai daerah. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

BUBK Kebumen menunjukkan bahwa transformasi tambak tradisional bisa menghasilkan dampak yang lebih luas. Bukan hanya meningkatkan produksi udang untuk pasar ekspor, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menghidupkan ekonomi lokal. Saat memasuki siklus ke-9, kawasan ini menjadi salah satu proyek yang akan menentukan seberapa besar peluang Indonesia memperkuat posisinya sebagai pemain utama ekspor udang dunia.

KKP Budidaya Udang Tambak Udang Produksi ekspor

Infografis

Terkini