Kisah Inspirasi Saputra yang Kembali Bersekolah Lewat Sekolah Rakyat
astakom.com, Jakarta — Keterbatasan ekonomi dan fisik bukanlah penghalang untuk merajut mimpi besar. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Saputra, seorang remaja berusia 14 tahun asal Kampung Gaga Rawa Kompeni, Kalideres, Jakarta Barat. Sempat terputus dari bangku pendidikan formal, harapan Saputra untuk masa depan yang lebih cerah kini kembali tumbuh berkat Program Sekolah Rakyat.
Saputra sehari-hari tinggal bersama ayahnya yang merupakan seorang penyandang disabilitas netra. Keterbatasan sang ayah dan himpitan ekonomi sempat memaksa Saputra menyudahi langkahnya di dunia pendidikan.
Saputra putus sekolah saat kelas 5 SD
Saat berdialog langsung dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pada awal Juni 2026. Saputra menceritakan bahwa dirinya sempat bersekolah di SD 09 Pagi Jakarta Barat, namun terpaksa berhenti saat menduduki bangku kelas 5 SD.
Bagi Saputra, Program Sekolah Rakyat kini hadir menjadi oase sekaligus jembatan untuk memutus lingkaran kemiskinan yang menjerat keluarganya. Pendidikan ia yakini sebagai satu-satunya jalan untuk mengangkat harkat dan martabat orang tuanya.
“Cita-cita saya bisa membahagiakan ayah. Saya ingin masuk Sekolah Rakyat, saya ingin belajar yang rajin, supaya bisa meraih cita-cita dan bikin orang tua bangga, serta hidup lebih baik,” ujar Saputra dengan penuh keyakinan dikutip dari dokumen video Kemensos.
Mendengar tekad bulat dari remaja tangguh tersebut, Mensos Gus Ipul memberikan suntikan motivasi mendalam. Beliau meminta Saputra untuk tidak pernah berkecil hati dan terus fokus belajar demi mengubah nasib keluarga.
“Kejar mimpimu biar orang tuamu benar-benar bahagia,” tutur Gus Ipul menyemangati Saputra.
Dukungan ayah dan ucapan terimakasih pada Presiden Prabowo
Langkah Saputra untuk kembali menuntut ilmu lewat jalur afirmasi ini juga mendapatkan restu penuh dari sang ayah. Meski di tengah keterbatasan penglihatan, sang ayah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi tertingginya kepada pemerintah atas hadirnya program yang inklusif ini.
“Saya mendukung secara full. Terima kasih kepada Presiden Prabowo,” ungkap Ayah Saputra haru.
Melalui Program Sekolah Rakyat, Saputra kini siap memulai babak baru dalam hidupnya. Kisahnya menjadi bukti nyata bagaimana negara hadir melalui intervensi berbasis data yang tepat sasaran, menyelamatkan anak-anak bangsa yang sempat 'tak terlihat' agar kembali mendapatkan hak pendidikan yang layak dan berkualitas. (ACwan/aRsp)
Gen Z Takeaway
Fix, kisah Saputra ini bener-bener bukti kalau keterbatasan gak bisa nge-goblok-in mimpi! Sempat putus sekolah pas kelas 5 SD demi rawat ayahnya yang disabilitas netra di Jakarta Barat, remaja 14 tahun ini akhirnya dapet kesempatan kedua buat slay lagi lewat Program Sekolah Rakyat. Didukung full sama sang ayah dan dimotivasi langsung sama Gus Ipul, Saputra siap belajar rajin demi secure masa depan dan break the cycle kemiskinan. Keren parah, edukasi emang jembatan paling ampuh buat angkat derajat keluarga!







