Rotasi Polri: Kompolnas Spill 2 PR Besar Pejabat Baru, Apa Aja?
Kapolri memiliki kewenangan memilih orang-orang terbaik untuk mengisi jabatan strategis. Para pejabat baru harus mampu menerjemahkan visi tersebut.
Kapolri memiliki kewenangan memilih orang-orang terbaik untuk mengisi jabatan strategis. Para pejabat baru harus mampu menerjemahkan visi tersebut.
Alasan ketidakhadiran Irjen Dadang Hartanto adalah karena yang bersangkutan sedang melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci.
Tongkat estafet kepemimpinan Kapolda DIY secara resmi berpindah tangan dari Irjen Pol. Anggoro Sukartono kepada Irjen Pol. Langgeng Purnomo.
Posisi Kapolda Riau resmi diserahterimakan kepada Irjen Pol. Arman Achdiat.
Nggak cuma merombak posisi pimpinan utama di atas, dalam mutasi skala besar ini Kapolri juga mengganti 19 Kapolda dan 2 Wakapolda
Melalui Keputusan Kapolri Nomor Kep/1532/X/2026 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Polri.
Penunjukan sebagai Kapolda Metro Jaya ini juga bikin pangkat Dadang otomatis naik satu tingkat lebih tinggi menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) alias jenderal b
Suyudi resmi jadi Kapolri setelah disetujui DPR dan dilantik Prabowo. Sehari menjabat, ia langsung memutasi 88 pati dan pamen, termasuk jabatan strategis.
Listyo menegaskan bahwa dirinya masih berstatus sebagai perwira polisi aktif di kepolisian.
Dalam prosesi tersebut, sebanyak 50 Pati Polri dan 4 PNS Polri resmi mendapatkan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi.