BPS Bilang: Ekonomi RI Comeback Era, Q4 2025 Cetak Rekor Baru!
astakom.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang tahun 2025 dihitung dalam hitungan tahunan (yoy). A
astakom.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang tahun 2025 dihitung dalam hitungan tahunan (yoy). A
astakom.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan pada Januari 2026 mencapai 3,55 persen. Angka ini melonjak jauh dibanding Januari
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 sebesar 5,12 persen year-on-year (yoy) bukan sesuatu hal yang mengejutkan. Chief Indonesia and India Economist HSBC Global Research, Pranjul Bhandari menilai pencapaian tersebut sangat dipengaruhi oleh pemulihan daya beli di sektor informal yang selama ini luput dari perhatian banyak pihak.
strong>Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie turut merespon terkait adanya keraguan publik terkait laporan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2025 yang dirilis Badan Statistik Nasional (BPS), yang bahkan dituding manipulatif.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,12 persen pada kuartal II 2025. Pertumbuhan tersebut didorong oleh hampir seluruh wilayah Indonesia.
Badan Pusat Statistik (BPS) RI melaporkan ekonomi RI pada kuartal II-2025 mampu tumbuh di atas 5 persen, tepatnya 5,12 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan capaian ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 yang tumbuh di atas 5 persen, tepatnya 5,12 persen year on year (yoy).
emerintah makin serius mempercepat solusi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang belum memiliki rumah atau tinggal di hunian tidak layak.
Mentan mengungkapkan sejumlah capaian signifikan di sektor pangan nasional, khususnya dalam hal ketersediaan stok beras yang menjadi capaian tertinggi dalam dua dekade terakhir.
Dengan peningkatan produktivitas ini, Indonesia semakin optimis untuk mencapai swasembada beras. Apalagi, Perum Bulog telah menyerap 1,4 juta ton gabah dari target 2 juta ton pada bulan April 2025. Jika target tersebut tercapai, Indonesia tidak lagi memerlukan impor beras.