Hujan Deras Picu Banjir di Padang, Lebih dari 100 Warga Dievakuasi

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:39 WIB
Hujan Deras Picu Banjir di Padang, Lebih dari 100 Warga Dievakuasi
Personel BPBD Kota Padang Diterjunkan Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Koto Tangah [Dok. Pemkot Padang]

astakom.com, Jakarta - Hujan deras yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Sabtu (10/10/2026) pukul 12.20 WIB, sukses bikin sejumlah wilayah terendam banjir. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mencatat kalau Kecamatan Kuranji dan Koto Tangah jadi dua wilayah yang paling kena mental alias paling parah terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, spill beberapa lokasi yang kena imbas paling sadis di kedua kecamatan tersebut, mulai dari Kampung Guo, Kuranji, sampai Lumin Park di kawasan Lubuk Minturun, Koto Tangah.

"Kejadian banjir hari ini yang terdampak parah ada di dua kecamatan. Pertama di Kecamatan Kuranji, yaitu di Kampung Guo dan Lapau Munggu. Kedua di Kecamatan Koto Tangah, tepatnya di Lumin Park kawasan Lubuk Minturun dan Dadok Tunggul Hitam, Itu yang terparah," ujarnya kepada awak media, Sabtu (10/10/2026).

Selain dua wilayah tadi, genangan air juga sempat mampir ke Kecamatan Nanggalo. Tapi, situasinya dibilang nggak separah kondisi di Lubuk Minturun dan Dadok Tunggul Hitam.

Tim gabungan gercep evakuasi 100 jiwa lebih

Nggak pakai lama, BPBD bareng tim gabungan langsung gercep alias gerak cepat evakuasi warga yang sempat terjebak banjir sejak sore hari. Aksi penyelamatan ini jalan mulus seiring hujan yang mulai reda dan air yang berangsur surut.

Hendri juga bawa kabar baik dan memastikan kalau nggak ada korban jiwa dalam insiden ini. Situasi di lapangan kini mulai kondusif setelah intensitas hujan menurun drastis.

"Sore hari ini sudah kita lakukan evakuasi. Hujan sudah reda, air mulai surut, dan alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," katanya.

Berdasarkan data sementara dari BPBD, puluhan kepala keluarga (KK) sukses diamankan dari titik-titik rawan banjir. Rinciannya, ada sekitar 40 KK di kawasan Lubuk Minturun dan sekitar 50 KK di Kuranji.

"Totalnya ada lebih dari 100 jiwa," imbuhnya.

Fokus evakuasi, belum ada tenda pengungsian

Sampai Sabtu sore, pihak BPBD Kota Padang masih sibuk check pendataan buat ngitung total kerusakan serta kerugian akibat banjir ini. Dari hasil pantauan awal, banjir ini murni karena luapan air tanpa bawa material lumpur pekat atau batang pohon tumbang.

Untuk saat ini, BPBD belum pasang tenda pengungsian terpusat. Fokus utama mereka masih memindahkan warga dari zona merah ke tempat yang lebih aman sebelum menyusun langkah penanganan selanjutnya.

"Belum ada tenda pengungsian, saat ini kita evakuasi dulu warga ke area aman terdekat sebelum menentukan langkah penanganan teknis selanjutnya," pungkasnya. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Padang menunjukkan pentingnya respons cepat saat cuaca ekstrem terjadi. BPBD bersama tim gabungan berhasil mengevakuasi lebih dari 100 jiwa dari titik terdampak, sementara kondisi mulai kondusif setelah hujan reda dan air berangsur surut. Saat ini, fokus utama tetap memastikan warga berada di lokasi aman sembari pendataan kerusakan dan kebutuhan penanganan dilakukan.

Banjir Padang Banjir Padang BPBD

Infografis

Terkini