Waduh! Merger BUMN Karya Alot, Dony Akui Terkendala Utang dan Aset

Penulis: Shintya
Editor: Henni Rachma Sari
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:05 WIB
Waduh! Merger BUMN Karya Alot, Dony Akui Terkendala Utang dan Aset
Waduh! Merger BUMN Karya Alot, Dony Akui Terkendala Utang dan Aset [Dok. PT Wijaya Karya (Persero)]

astakom.com, Jakarta - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) bareng Danantara Indonesia lagi ngebut merapikan portofolio perusahaan karya. Targetnya dipercepat dan proses merger untuk empat entitas BUMN karya dipastikan rampung paling lambat akhir November 2026.

Diketahui, setelah empat BUMN Karya dimerger, PTPP-ADHI dan Nindya Karya-Brantas Abipraya, masih ada tiga BUMN karya lainnya yang akan menjadi perhatian, yakni PT Hutama Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT).

Di balik ambisi besar merapikan BUMN karya, nggak semua perusahaan bisa digabung dengan instan. Ada PR besar berupa masalah fundamental yang bikin proses konsolidasi sebagian entitas harus berjalan lebih lambat dan penuh perhitungan.

Yang bikin lama karena utang

Setelah empat perusahaan beres digabung lewat kloter pertama nanti, masih ada tiga nama besar lain yang butuh perhatian ekstra, yaitu PT Hutama Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT). Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria blak-blakan ngespill kalau proses untuk WIKA dan WSKT butuh waktu lebih panjang karena beban finansial yang enggak main-main.

WIKA misalnya, saat ini nanggung beban utang yang nilainya tembus sekitar Rp34 triliun. Sayangnya, aset atau underlying yang dipunya perusahaan dinilai belum cukup kuat buat nurunin tumpukan utangnya.

"WIKA ini utangnya kan besar, tapi underlying-nya enggak cukup untuk menurunkan utang. Kurang lebih utang WIKA itu Rp34 triliun," ungkap Dony usai hadir di acara Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, pada Kamis (08/10/2026).

Arah bisnis perusahaan masih jadi tantangan

Sementara itu, untuk WSKT, Danantara masih merumuskan arah bisnis yang paling masuk akal buat masa depan perusahaan. Salah satu opsi yang lagi digodok matang adalah mempertahankan lini bisnis jalan tol yang mereka miliki lewat Waskita Toll Road.

"Waskita itu dia punya aset jalan tol kan, Waskita Toll Road. Kita lagi melihat apakah nanti yang akan bertahan tolnya saja. Ini kan pertimbangannya enggak bisa asal-asalan," ujarnya.

Target merger tahap 1 kelar November

Sementara itu, Dony ngespill kalau pihaknya punya target ketat buat 4 entitas BUMN karya yang lagi proses merger.

"Jadi yang merger dulu yang Nindya dan Brantas, sama ADHI dan PP," kata Dony.

Dia bilang kalau pemerintah mematok tenggat waktu yang cukup ketat agar proses restrukturisasi ini bisa segera kelar akhir tahun ini.

"Ini kan kita harapkan nanti paling telat itu di akhir November itu sudah selesai, yang empat tadi," tambahnya. (Shanty/RaM)

Gen Z Takeaway

Merger BUMN Karya ternyata nggak bisa asal gabung, karena masih ada PR utang dan aset yang harus dibereskan. WIKA punya utang sekitar Rp34 triliun, sementara arah bisnis Waskita masih dikaji Danantara. Meski begitu, merger PTPP-ADHI dan Nindya-Brantas ditargetkan rampung paling lambat akhir November 2026.

BUMN BUMN Karya Dony Oskaria Danantara Merger BUMN

Infografis

Terkini