Tim DVI Butuh Waktu! DNA Jadi Senjata Terakhir Ungkap Identitas Korban Kapal Virgo

Editor: Anri Syaiful
Minggu, 4 Oktober 2026 | 23:08 WIB
Tim DVI Butuh Waktu! DNA Jadi Senjata Terakhir Ungkap Identitas Korban Kapal Virgo
Tim SAR evakuasi lima jenazah korban tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 di Laut Jawa menggunakan KN SAR Pacitan 102, Jumat (25/09/2026). [Pangkalan TNI AL & SAR Banjarmasin]

astakom.com, Jakarta – Tim Disaster Victim Identification (DVI) terus bergerak cepat mengidentifikasi para korban dari insiden tenggelamnya KMP Virgo Transport 8. Karena kondisi fisik jasad yang ditemukan rata-rata sudah tidak memungkinkan untuk dikenali secara kasat mata, tim medis kini bergantung penuh pada pencocokan data sampel asam deoksiribonukleat atau DNA.

Metode primer vs sekunder: Kenapa DNA jadi penentu?

Proses identifikasi korban bencana punya aturan main yang ketat. Tim DVI harus mencocokkan data yang ada pada jenazah (post mortem) dengan data dari keluarga (ante mortem).

Kepala Biro Dokpol Pusdokkes Polri Brigjen Pol. Dr. dr Sumy Hastry Purwanti menjelaskan bahwa sebuah jasad bisa dipastikan identitasnya jika memenuhi standar kecocokan data tertentu.

"Jasad korban yang ditemukan sudah sulit dikenali sehingga pemeriksaan banyak mengandalkan data pembanding DNA," kata Hastry di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dikutip pada Minggu (04/10/2026).

"Jadi pemeriksaan sampel DNA menjadi upaya terakhir mengingat proses ini juga memerlukan waktu dan harus dikirim ke Jakarta," jelas Hastry.

Meskipun pencocokan sampel DNA memakan waktu lebih lama karena harus dikirim ke laboratorium di Jakarta, tim medis tidak serta-merta mengabaikan petunjuk lain. Petunjuk medis seperti bekas luka, tato, struktur tubuh, hingga barang-barang pribadi yang menempel pada korban masih terus diteliti secara cermat.

Dalam standar DVI, proses verifikasi dibagi menjadi dua jalur utama:

  • Metode Primer: Membutuhkan minimal 1 kecocokan dari data sidik jari, struktur/catatan gigi, atau DNA.
  • Metode Sekunder: Membutuhkan minimal 2 kecocokan dari penanda medis fisik atau properti/barang pribadi yang dipakai korban.

Progres terkini: Puluhan jenazah berhasil teridentifikasi

Kerja keras tim DVI di lapangan mulai membuahkan hasil signifikan. Dari total 80 jenazah yang dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, sebanyak 63 jenazah sudah berhasil teridentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Saat ini, tersisa 17 jenazah lagi yang masih dalam tahap pemeriksaan intensif, termasuk penanganan sampel DNA yang sedang diproses di Jakarta.

Memahami situasi emosional para keluarga korban yang sedang menunggu kepastian, pihak kepolisian meminta masyarakat dan keluarga untuk tetap tenang dan memberikan waktu bagi tim ahli.

Hastry pun memohon pihak keluarga dapat bersabar dan memastikan tim DVI telah bekerja keras untuk mempercepat proses identifikasi setiap jasad korban yang diterima Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. (aNs)

Gen Z Takeaway

Gak kaleng-kaleng, tim DVI lagi fight habis-habisan nemuin titik terang buat identifikasi korban Kapal Virgo Transport 8 pake tes DNA—meski process-nya butuh extra time karena sampelnya mesti di-ship ke Jakarta. Dari 80 jenazah yang sampe di RS Bhayangkara Banjarmasin, udah 63 yang cleared teridentifikasi, sementara 17 sisanya masih on progress. Makanya, Brigjen Pol Sumy Hastry minta pihak keluarga buat tetep stay patient dan percaya kalo tim medis lagi working super hard biar semua korban bisa cepet balik ke dekapan keluarga.

KMP Virgo KMP Virgo Transport 8 Korban Kecelakaan KMP Virgo Identifikasi Korban KMP Virgo Kapal Virgo Tim DVI

Infografis

Terkini