Rotasi Polri: Kompolnas Spill 2 PR Besar Pejabat Baru, Apa Aja?

Editor: Anri Syaiful
Minggu, 4 Oktober 2026 | 22:32 WIB
Rotasi Polri: Kompolnas Spill 2 PR Besar Pejabat Baru, Apa Aja?
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melantik perwira tinggi dan perwira menengah Polri di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (03/10/2026). [Dok. Humas Polri]

astakom.com, Jakarta – Rotasi besar-besaran di tubuh Polri resmi digelar. Angin segar ini dinilai harus jadi momentum emas buat mengeksekusi visi dan misi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto secara maksimal.

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Choirul Anam menegaskan, Kapolri punya hak penuh buat memilih jajaran terbaik di posisi strategis. Nah, tugas para pejabat baru sekarang adalah membuktikan kapasitas mereka lewat aksi nyata di lapangan, bukan sekadar wacana.

“Mutasi ini harus diletakkan dalam konteks pengejawantahan dari visi misi,” kata Anam dalam keterangannya, dikutip astakom.com pada Minggu (04/10/2026).

Dua tantangan utama: Wajib low profile dan bikin layanan sat-set

Anam menyoroti dua tantangan super krusial yang wajib diselesaikan oleh para pejabat baru, baik yang bertugas di Mabes Polri maupun di tingkat daerah.

Tantangan pertama adalah memangkas jarak antara polisi dan warga. Bagi Anam, membangun hubungan yang makin erat nggak bisa cuma mengandalkan program seremonial semata, tapi butuh pergeseran budaya yang nyata.

“Kedekatan dengan masyarakat kalau tidak ada kebudayaan baru, salah satunya adalah low profile. Tidak memungkinkan ada kedekatan polisi dengan masyarakat,” ujarnya.

Tantangan kedua berfokus pada efisiensi layanan publik. Pengaduan, laporan resmi, hingga urusan perizinan masyarakat harus diproses secara cepat dan tuntas tanpa drama berbelit-belit.

Modalnya pun sebenarnya sudah ada. Polri tinggal memperkuat dan mempercanggih sistem pengaduan berbasis digital yang telah dibangun pada periode sebelumnya.

“Harapan masyarakat ketika dia mengadukan kepada kepolisian, melaporkan kepada kepolisian, hasilnya cepat dan tuntas,” katanya.

Track record jadi kunci, transparansi tetap harga mati

Terkait jajaran nama baru yang ditunjuk Kapolri, Anam mengimbau publik untuk tetap menghargai proses dan mekanisme internal yang berlaku. Pemilihan figur-figur tersebut dipastikan sudah melewati pertimbangan matang terkait rekam jejak (track record) serta keselarasan dengan arah kebijakan pimpinan.

“Harus kita hormati menjadi orang-orang yang saat ini adalah orang-orang yang terbaik untuk menjalankan visi misi Kapolri ke depan. Tinggal kita tunggu saja,” imbuhnya.

Meski begitu, Anam memberikan catatan tebal bagi seluruh pejabat yang baru dilantik agar tidak lepas kendali dalam menjalankan amanah.

“Akuntabilitas dan transparansi adalah syarat dari semua itu,” tegas Anam. (aNs)

Gen Z Takeaway

Rotasi besar-besaran di tubuh Polri jadi momen reset yang krusial banget buat nge-eksekusi visi-misi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Di mana para pejabat baru punya dua PR utama dari Kompolnas: wajib low profile biar makin relatable sama warga, plus bikin penanganan laporan masyarakat jadi super sat-set dan tuntas berkat optimalisasi sistem digital, tentunya dengan tetap menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas sebagai harga mati!

Mutasi Polri Polri Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Kompolnas Choirul Anam

Infografis

Terkini