Redam Lonjakan Harga Energi Global, G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Minyak

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 4 Oktober 2026 | 10:02 WIB
Redam Lonjakan Harga Energi Global, G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Minyak
Redam Lonjakan Harga Energi Global, G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Minyak [astakom/Pertamina]

astakom.com, Jakarta - Bicara soal urusan energi global, situasinya belakangan ini emang bikin ketar-ketir dunia. Dilansir dari CNA pada Sabtu (03/10/2026), negara-negara yang tergabung dalam kelompok G7 akhirnya sepakat buat ngasih solusi nyata untuk meredam situasi dan fluktuasi harga energi global yang lagi panas.

Salah satunya lewat strategi yang mereka bakal mereka lakukan yaitu melepaskan 100 juta barel solar dan minyak mentah dari cadangan strategis mereka selama empat bulan ke depan.

Langkah krusial ini diambil demi meredam lonjakan harga bahan bakar yang sempat bikin kepala pusing akibat pecahnya eskalasi yang terjadi di Iran.

Apalagi, harga solar yang notabene jadi bahan bakar andalan buat sektor manufaktur dan pertanian naik secara drastis dan bikin pasar global kelimpungan.

Drama di balik layar: tekanan Washington ke Eropa

Sebelum keputusan besar ini akhirnya diketok, tensi politik sempat memanas. Amerika Serikat (AS) dikabarkan nge-press alias menekan negara-negara Eropa supaya segera melepaskan cadangan strategis mereka. Gak main-main, Washington bahkan sempat ngasih ancaman bakal melarang ekspor solar kalau mereka gak mau nurut.

Fyi, G7 sendiri beranggotakan negara-negara besar dunia, yaitu AS, Kanada, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Uni Eropa. Demi memastikan semuanya berjalan efektif dan terstruktur, pelepasan cadangan strategis tersebut dikoordinasikan langsung bareng Badan Energi Internasional (IEA).

Komitmen: stop batasi ekspor energi

Supaya pasar global gak makin panik, para pemimpin G7 juga sepakat untuk menjaga peredaran energi tetap aman tanpa ada drama pembatasan ekspor di antara mereka. Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh Kantor Presiden Prancis Emmanuel Macron, mereka menegaskan komitmen kolektif tersebut secara tegas.

Berikut adalah kutipan langsung dari pernyataan bersama mereka:

"Pelepasan terkoordinasi melalui IEA sebanyak 100 juta barel yang akan dimulai segera selama empat bulan, termasuk pelepasan solar dalam jumlah besar dalam 20 hari pertama", kata mereka dalam pernyataan bersama yang dirilis oleh Kantor Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Diimbau jangan dulu batasi ekspor

Selain itu, mereka juga menambahkan poin penting agar para produsen energi di seluruh dunia tidak ikut-ikutan memperkeruh situasi:

"Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menahan diri dari pembatasan ekspor energi dan produk energi di antara negara-negara G7 dan menyerukan kepada semua produsen untuk menahan diri dari memberlakukan larangan yang dapat memperburuk ketegangan pasar," kata mereka.

Dengan aksi taktis dan terkoordinasi ini, suplai energi diharapkan bisa kembali stabil dan harga bahan bakar gak lagi melonjak ugal-ugalan. Kita lihat aja gimana vibes pasar global ke depannya setelah gelontoran minyak cadangan ini resmi digas.

Diketahui, pada perdagangan akhir di pekan ini, yaitu pada hari Jumat, harga minyak Brent untuk kontrak terdekat ditutup turun 0,06 persen menjadi USD102,25 per barel. Sedangkan harga minyak WTI jatuh 1,90 persen menjadi USD91,11 per barel. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

G7 akhirnya gaspol meredam gejolak energi global dengan melepas 100 juta barel solar dan minyak mentah dari cadangan strategis selama empat bulan. Langkah ini dikoordinasikan bersama IEA, dengan pelepasan solar dalam jumlah besar diprioritaskan pada 20 hari pertama. Di saat yang sama, G7 sepakat menahan diri dari pembatasan ekspor energi agar pasokan tetap aman dan harga global nggak makin liar.

harga minyak dunia harga minyak dunia naik Cegah Kenaikan Harga eskalasi timur tengah

Infografis

Terkini