Fix! Danantara Nggak Setor Dividen ke Negara: Fokus Dipake Bisnis - Buka Lapangan Kerja
astakom.com, Jakarta - Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, baru saja nge-spill informasi krusial soal arah keuntungan Danantara ke depannya.
Jadi, masih banyak yang penasaran apakah dana segar ini bakal langsung disetor ke kantong pemerintah. Ternyata, jawabannya tegas, enggak ada rencana buat ngasih dividen ke negara!
Sebelumnya, wacana BPI Danantara buat nyetor dividen ke kas negara sempat rame banget dibahas, terutama saat Kementerian Keuangan dipegang oleh Purbaya Yudhi Sadewa.
Waktu itu, pemerintah bahkan sempat mematok target ambisius, yaitu Danantara harus nyetor sekitar Rp120 triliun dari hasil keuntungan tahun buku 2025 buat ngebantu ngurangi beban utang negara.
Regulasi baru
Tapi, skenario itu berubah total seiring berjalannya regulasi baru. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025, mekanisme pengelolaan keuangan BUMN mengalami perombakan besar.
Sekarang, setoran dividen dari Badan Usaha Milik Negara nggak lagi otomatis lari ke kas negara. Sebaliknya, dana tersebut dialihkan sepenuhnya buat mensupport fungsi pengembangan bisnis strategis yang dikelola langsung di bawah payung Danantara.
Dipake buat kembangkan bisnis
Dony memastikan bahwa keuntungan yang didapat Danantara sebagai holding perusahaan BUMN bakal diputar kembali demi kepentingan yang jauh lebih luas dan berdampak langsung ke masyarakat.
"Sampai sejauh ini belum ada (dividen diserahkan ke negara), saya rasa enggak," tegas Dony, kepada awak media, di kompleks Istana Negara dikutip astakom.com pada Sabtu (03/10/2026).
Alih-alih masuk ke kas negara untuk urusan fiskal makro, cuan tersebut bakal difokuskan buat pengembangan usaha, nge-backup agenda strategis pemerintah, sampai nylametin perusahaan-perusahaan pelat merah yang lagi ngalamin masalah keuangan alias megap-megap.
Fokus push sektor rill
Gak cuma itu, Danantara juga punya misi besar buat menggenjot sektor riil secara maksimal.
"Kita mau membangun banyak proyek hilirisasi dan lain sebagainya, serta membuka lapangan pekerjaan," kata Dony.
Dengan kata lain, keuntungan ini bakal diprioritaskan buat menciptakan nilai tambah ekonomi yang nyata, ngebuka peluang kerja seluas-luasnya bagi generasi muda, serta merealisasikan berbagai proyek hilirisasi yang jadi tulang punggung kemajuan industri nasional ke depan.
Langkah baru demi ekonomi yang lebih sustainable
Keputusan ini menandai era baru dalam pengelolaan BUMN di Indonesia. Alih-alih sekadar menjadi sumber pendapatan instan bagi kas negara, Danantara diposisikan sebagai mesin penggerak ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.
Jadi, keuntungan Danantara itu hasilnya langsung berputar di dalam negeri lewat penciptaan lapangan kerja baru dan proyek-proyek strategis yang berdampak jangka panjang. (Shnty/RaM)
Gen Z Takeaway
Danantara ternyata belum punya rencana setor dividen ke negara. Alih-alih langsung masuk kas pemerintah, keuntungan bakal diputar lagi buat ekspansi bisnis, proyek hilirisasi, penyelamatan BUMN bermasalah, sampai buka lapangan kerja. Jadi, cuannya lebih diarahkan buat memperkuat sektor riil dan mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.









