Siapkan Lahan 8,1 Hektare, Pemkab Pekalongan Siap Wujudkan Sekolah Rakyat
astakom.com, Jakarta —Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman menegaskan komitmen penuh memperjuangkan masa depan pendidikan anak-anak dari keluarga prasejahtera. Pemkab Pekalongan secara resmi telah mengalokasikan lahan seluas 8,1 hektare berstatus hak pakai di Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, untuk mendukung penuh pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya.
Langkah konkret ini disampaikan Sukirman saat melakukan kunjungan kerja dan audiensi langsung ke Kantor Kementerian Sosial di Jakarta Pusat pada Selasa silam (29/09/2026). Kedungwuni dipilih sebagai lokasi lantaran letaknya yang sangat strategis—sebagai kecamatan terbesar kedua setelah Kajen—dengan tingkat mobilitas warga serta pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
"Pemerintah Kabupaten Pekalongan siap bergerak cepat memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang dibutuhkan. Harapan besar kami, pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan ini sudah bisa mengejar target atau terealisasi penuh pada tahun 2027 mendatang," ujar Plt. Bupati Pekalongan, Sukirman, dikutip dari laman Kemensos.
Solusi nyata menjawab angka anak putus sekolah dan kemiskinan
Komitmen yang ditunjukkan Plt. Bupati Sukirman bersama Pemkab Pekalongan hadir sebagai langkah solutif atas tantangan sosial-pendidikan di daerah tersebut. Berdasarkan data BPS 2026, tingkat kemiskinan Kabupaten Pekalongan pada 2025 masih berada di angka 8,05 persen, dengan 1.030 jiwa berada dalam kategori kemiskinan ekstrem.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah tercatat di angka 72,71 dengan Rata-rata Lama Sekolah baru mencapai 7,50 tahun. Data Pusdatin Kemendikdasmen per 6 September 2026 juga mengungkap adanya 14.558 Anak Tidak Sekolah (ATS). Kehadiran Sekolah Rakyat berasrama gratis dengan fasilitas modern diharapkan menjadi game changer untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Wamensos dorong percepatan: "Sekolah Rakyat Jadi Jembatan Emas"
Merespons kesiapan Pemkab Pekalongan, Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono memberikan apresiasi tinggi dan dorongan penuh. Wamensos menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat yang difokuskan bagi masyarakat miskin desil 1 dan 2 DTSEN ini dirancang komprehensif—meliputi sekolah berasrama gratis bagi anak, perbaikan rumah orang tua, hingga penguatan ekonomi keluarga.
Wamensos Agus Jabo juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat tengah mengejar target pembangunan 200 Sekolah Rakyat permanen tahun ini di seluruh Indonesia, di mana 158 sekolah di antaranya sudah terbangun.
"Anak-anak dari keluarga miskin yang tadinya gelap harapannya, sekarang di Sekolah Rakyat ingin jadi dokter, tentara, atau polisi, semua ada jalannya. Sekolah Rakyat ini betul-betul jembatan emas bagi mereka. Kita sedang berjuang agar pembangunan Sekolah Rakyat permanen tahun ini mencapai 200 unit. Jika Pekalongan bisa mengejar persyaratannya, mudah-mudahan bisa ikut terealisasi tahun ini," pungkas Wamensos Agus Jabo Priyono. (ACwan/aNs)
Gen Z Takeaway
Aksi nyata buat pendidikan anak Pekalongan! Plt. Bupati Pekalongan Sukirman gercep siapkan lahan 8,1 hektare di Kedungwuni buat wujudin Sekolah Rakyat gratis berfasilitas top tier bareng Kemensos (29/9/2026). Langkah ini didukung penuh Wamensos Agus Jabo demi memutus rantai kemiskinan dan memfasilitasi 14 ribu lebih anak putus sekolah di Pekalongan!









