Ganti Menlu, Politik Tetap Bebas-Aktif: Ke Mana Arah Diplomasi Indonesia Sekarang?

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 2 Oktober 2026 | 07:08 WIB
Ganti Menlu, Politik Tetap Bebas-Aktif: Ke Mana Arah Diplomasi Indonesia Sekarang?
Ganti Menlu, Politik Tetap Bebas-Aktif: Ke Mana Arah Diplomasi Indonesia Sekarang? [Timpres/Paulina]

astakom.com, Jakarta – Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha C. Nasir secara tegas menyampaikan kalau Indonesia bakal terus melaju dengan arah kebijakan politik luar negeri (polugri) yang sudah dirintis oleh Menlu terdahulu, Sugiono.

Point penting ini dipaparkan langsung oleh Menlu Tata panggilan akrab Arrmanatha saat menemui para jurnalis di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (01/10/2026), selepas momen pelantikannya oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.

Prinsip estafet diplomasi

“Mandat kita yang dari konstitusi dan ini telah dijalankan sangat baik oleh Bapak Sugiono. Dan tentunya kami akan teruskan apa yang telah sangat baik dilakukan oleh Bapak Sugiono dan tentunya juga kami akan mengikuti arahan-arahan dari Bapak Presiden,” tutur Menlu Tata.

Kunci stabilitas negara

Menlu Tata menekankan kalau konsistensi dalam estafet politik luar negeri memegang peranan kunci untuk menjaga stabilitas negara. Menurutnya, polugri Indonesia mengemban amanat yang real dan wajib dieksekusi secara berkesinambungan dari periode ke periode.

“Kemlu, polugri itu memiliki mandat yang jelas. Dan suatu negara yang memiliki polugri yang stabil, dari tahun ke tahun itu stabil, itu adalah negara yang baik. Dan itu adalah Indonesia,” ungkapnya.

Misi masuk DK PBB

Dalam momen tersebut, Menlu Tata juga membagikan update terkait langkah Indonesia yang sedang membidik posisi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk rentang 2029–2030.

Langkah strategis ini, menurut Menlu Tata, mempertegas bukti nyata komitmen Indonesia untuk terlibat aktif dalam menciptakan tatanan global yang jauh lebih aman serta stabil.

“Pencalonan kita sebagai anggota tidak tetap DK PBB untuk periode 2029–2030 itu kembali lagi menunjukkan komitmen Indonesia untuk memastikan partisipasi aktif dalam menciptakan dunia yang lebih aman, lebih stabil,” ucap Tata.

Perkuat narasi multilateralisme

Ia menjelaskan lebih jauh kalau pencalonan ini merupakan bagian dari manuver diplomasi Indonesia untuk memperkokoh prinsip multilateralisme sekaligus mendorong perbaikan pada sistem global saat ini.

“Ini juga menunjukkan kepercayaan kita pentingnya multilateralisme, sehingga kita juga terus akan menggunakan kesempatan pencalonan kita untuk mendorong reformasi sistem multilateral,” jelasnya.

Sebelumnya, Indonesia secara resmi telah mengumumkan diri untuk maju dalam bursa anggota tidak tetap DK PBB periode 2029–2030. Dalam pergerakan diplomasi ini, Indonesia mengusung narasi utama “Fostering Unity, Advancing Peace” serta gencar melakukan pendekatan diplomasi ke berbagai belahan dunia demi menggalang dukungan suara.

Menlu Tata sendiri sudah ambil bagian secara aktif dalam misi ini sebelum resmi memangku jabatan Menlu. Pada Maret 2026 lalu, saat masih mengemban amanat sebagai Wakil Menlu, ia telah turun langsung merangkul serta menggalang dukungan dari negara-negara anggota Organisation of African, Caribbean and Pacific States (OACPS).

Kini, dengan posisi kepemimpinan baru di kementerian, agenda diplomasinya bakal makin dipacu sebagai salah satu fokus utama yang diteruskan oleh Menlu Tata. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Biarpun ada pergantian di kursi Menlu, arah diplomasi Indonesia dijamin nggak bakal goyah dan tetep on track dengan prinsip bebas-aktif. Menlu Tata siap ngelanjutin estafet kepemimpinan dengan fokus menjaga stabilitas polugri, sekaligus tancap gas nge-gol-in misi strategis Indonesia buat masuk jadi anggota tidak tetap DK PBB periode 2029–2030 demi memperkuat posisi Indonesia di panggung dunia!

Armanatha Nasir Menlu Armanatha Nasir Menteri Luar Negeri Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Infografis

Terkini