BGN Tata Ulang Mekanisme Insentif, Cair Sesuai Jumlah Porsi MBG di SPPG
astakom.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) kembali nyempurnain tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) seiring makin luasnya cakupan program. Kali ini, BGN resmi menyesuaikan mekanisme pemberian insentif ketersediaan dan mutu layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berdasarkan jumlah porsi, kapasitas layanan masing-masing dapur, serta jumlah hari operasionalnya.
Aturan ini berpatokan pada Peraturan BGN Nomor 13 Tahun 2026 tentang Hari Pelayanan Efektif Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Pemberian Insentif Ketersediaan dan Mutu Layanan SPPG.
Nggak ada lagi sama rata, sekarang pakai asas keadilan
Kepala BGN Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, ngungkapin pas di Jakarta, Kamis (1/10/2026), kalau penyesuaian ini dibuat dengan nerapin prinsip kewajaran, kebenaran, efisiensi, dan keadilan. Jadi, besaran insentif bakal disesuaikan langsung sama bedanya jumlah penerima manfaat yang dilayani tiap dapur.
“Ini bukan lagi pemerataan semuanya sama, namun ini lebih ke arah asas kewajaran, asas kebenaran, dan asas juga lebih efisien. Selain itu juga ada asas keadilan di sini, sehingga jumlah penerima manfaat yang lebih besar dan jumlah penerima manfaat yang lebih kecil tentu saja memiliki perbedaan dalam jumlah insentifnya,” jelas Mas Dar.
Acuan masak & insentif pakai surat penetapan terakhir
Mas Dar juga spill kalau jumlah porsi yang jadi patokan dapur SPPG buat memasak, ngedapetin penggantian operasional, sekaligus insentifnya itu wajib mengacu pada surat penetapan terakhir yang dikasih ke masing-masing SPPG di tiap wilayah.
BGN dipastikan bakal terus ngerapihin surat penetapan penerima manfaat ini dengan ngeliat kapasitas dapur dan kelompok penerima di wilayah layanan SPPG, baik buat peserta didik maupun kelompok 3B.
Nggak boleh ada dapur overload atau rebutan target
Penataan ini sengaja dibikin biar distribusi penerima manfaat tetap seimbang sama kapasitas dapur. Jadi, dapur kecil nggak bakal dipaksa nampung beban di luar kemampuannya.
“Kami berharap tidak ada lagi kemudian rebutan penerima manfaat, tidak lagi kemudian ada dapur yang kecil kemudian menjadi overload karena terlalu banyak penerima manfaatnya dan tidak ada lagi dapur yang besar itu kemudian jadi kurang penerima manfaat, kurang optimal karena mendapatkan porsi yang lebih kecil,” tegas Mas Dar.
Di akhir, Mas Dar minta semua elemen yang terlibat di SPPG mulai dari mitra, yayasan, kepala dapur, akuntan, ahli gizi, sampai tim dapur biar makin aware dan ngikutin aturan baru ini demi kelancaran Program MBG. (RaM)
Gen Z Takeaway
Kepala BGN Mas Dar spill pas Kamis (1/10/2026) kalau acuan masak dan penggantian biaya operasional bakal ketat ngikutin surat penetapan terakhir di tiap wilayah, biar nggak ada lagi drama dapur kecil yang overload gara-gara keberatan beban atau dapur besar yang malah kurang optimal. Mau mitra, yayasan, ahli gizi, sampai tim dapur wajib banget aware dan patuh sama skema baru ini demi pemerataan Program Makan Bergizi Gratis.









