BGN Minta Pemda Ikut Partisipasi Sidak SPPG Demi Keamanan Pangan

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Henni Rachma Sari
Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:31 WIB
BGN Minta Pemda Ikut Partisipasi Sidak SPPG Demi Keamanan Pangan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono [Dok. BGN]

astakom.com, Jakarta - Pemerintah daerah dapat peran penting buat ikut turun tangan. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, meminta seluruh pemda untuk berpartisipasi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Langkah ini diambil demi memastikan keamanan pangan bagi para penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap terjaga.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Sudaryono saat peresmian serentak 480 SPPG di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T) yang berlokasi di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (2/10/2926).

"Bupati, wali kota, dan pemerintah daerah (pemda) kami mohon semua inspeksi di SPPG. Kalau bisa jam 2-3 pagi, ada check-list (daftar) apa yang harus ada dan tidak ada (di SPPG). Kami minta untuk disidak kebersihan dan kedisplinannya, sekolah-sekolahnya," ujar dia dalam tayangan Youtube yang diikuti secara daring dari Jakarta.

Ekspansi dapur MBG: Dari wilayah 3T sampai area rawan stunting

Saat ini sudah ada sekitar 27.022 dapur MBG yang beroperasi di seluruh Indonesia. Khusus untuk SPPG di wilayah 3T dan daerah dengan angka stunting tinggi, peresmian hari ini mencakup 480 titik yang tersebar di 16 provinsi.

"Hari ini kami fokus di Indonesia bagian timur, minggu depan kami buka di Kalimantan, Bali, tempat yang stuntingnya tinggi, dan di tempat-tempat yang memang anak-anaknya membutuhkan MBG," katanya.

Petugas SPPG wajib disiplin dan kerja sesuai SOP

Sudaryono juga mengingatkan seluruh petugas SPPG agar bekerja dengan sepenuh hati dan patuh pada standar operasional prosedur (SOP). 

Hal ini krusial agar makanan yang sampai ke tangan penerima manfaat tetap dalam kondisi segar, aman, dan sesuai standar gizi yang sudah ditetapkan.

"Saya berlakukan kebijakan baru, setelah saya di BGN, kepala dapur harus hadir di antara tim, absen. Wajib hukumnya mengabsen kepala SPPG yang memimpin timnya di dapur, mulai pukul 02.00 pagi. Kepala SPPG yang tidak sungguh-sungguh, siap-siap saya pecat kalau tidak jalankan SOP. Mohon maaf ini karena kesehatan nyawa orang sangat berharga daripada saya harus pertahankan satu orang," tuturnya.

Sistem absen subuh via Zoom dan aturan higienitas ketat

Demi menyempurnakan tata kelola MBG, BGN memberlakukan sistem presensi via Zoom sejak jam 2 pagi yang dipantau langsung oleh pimpinan BGN ke 27 ribu dapur di seluruh Indonesia.

"Termasuk harus dikasih label dimakan maksimal jam berapa, harus pakai sarung tangan petugasnya, dan lain sebagainya, tolong kepala dapur juga melatih petugas di dapur, kalau yang memotong kubis di lantai, jangan diteruskan, lakukan sesuai SOP dan standar higienitas," ucap Sudaryono. (aLf/RaM)

Gen Z Takeaway

Pengawasan MBG kini nggak cuma jadi urusan BGN, tapi juga membutuhkan keterlibatan aktif pemda lewat sidak dan kontrol rutin ke SPPG. Di saat ekspansi program terus digenjot, terutama ke wilayah 3T dan daerah dengan stunting tinggi, disiplin SOP, higienitas, hingga kehadiran kepala dapur menjadi bagian penting untuk memastikan makanan yang diterima masyarakat tetap aman, segar, dan sesuai standar gizi.

BGN Badan Gizi Nasional SPPG Sidak SPPG Dapur SPPG

Infografis

Terkini