Gak Ada Lagi Bansos Salah Sasaran! 25 Ribu Pendamping Desa Diterjunkan Tembus Pelosok
astakom.com, Jakarta — Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) siap gaspol mendukung perluasan program Perlindungan Sosial (Perlinsos). Langkah nyata ini diwujudkan dengan mengerahkan puluhan ribu tenaga lapangan demi memastikan bantuan sosial dari pemerintah benar-benar tepat sasaran sampai ke tangan warga yang membutuhkan.
Mendes PDT Yandri Susanto menegaskan bakal melibatkan 25.380 pendamping desa yang tersebar di 37 provinsi untuk bertransformasi menjadi "Agen Perlinsos". Para pendamping ini bakal pasang badan membantu warga desa mendaftar hingga memperbaiki data penerima bansos secara real-time.
Enam peran kunci Pendamping Desa di lapangan
Dalam Rapat Tingkat Menteri di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (30/9/2026), Mendes Yandri membeberkan enam tugas strategis yang bakal digarap para pendamping desa:
- Identifikasi Warga Rentan: Mendata langsung warga yang membutuhkan uluran tangan.
- Akurasi Data Sosial: Memperbaiki dan memperbarui data agar tidak ada manipulasi atau salah sasaran.
- Edukasi & Sosialisasi: Memberikan pemahaman menyeluruh soal program Perlinsos ke masyarakat desa.
- Fasilitasi Akses Layanan: Membantu warga rentan mengakses berbagai program bantuan pemerintah.
- Pengawasan Partisipatif: Mengawal penyaluran bantuan agar berjalan transparan.
- Pemberdayaan Ekonomi: Mengarahkan warga agar bisa mandiri secara finansial lewat potensi desa.
“Kami punya hampir 26 ribu pendamping desa yang aktif di seluruh Indonesia. Fungsinya sangat relevan. Intinya kami siap bergerak cepat dan melakukan aksi teknis di lapangan,” tegas Mendes Yandri, dikutip dari laman Kemendes.
Dukungan Dewan Ekonomi Nasional: bansos tepat sasaran di 2027
Langkah agresif Kemendes PDT ini mendapat sambutan hangat dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Menurut Luhut, perluasan Perlinsos merupakan pilar utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan keadilan dan pemerataan ekonomi.
Luhut meminta seluruh kementerian, lembaga, hingga TNI dan Polri untuk kompak bersatu padu menuntaskan pendataan mutakhir hingga akhir tahun 2026. Targetnya, saat memasuki tahun 2027, seluruh skema bantuan sosial sudah berjalan mulus, akurat, dan bebas dari kendala data ganda. (ACwan/aNs)
Gen Z Takeaway
Bansos salah sasaran siap dibabat habis! Kemendes PDT terjunkan 25.380 pendamping desa buat jadi Agen Perlinsos (30/9/2026). Tugasnya simpel tapi krusial: bantu warga desa perbaiki data dan kawal bansos biar gak ada lagi istilah 'salah alamat'. Perubahan data dikejar sampai akhir 2026 demi eksekusi bansos yang makin adil di 2027!









