Presiden Prabowo Perintahkan Sapu Bersih Kartel dan Mafia Haji-Umrah
Reporter: Selvi Anggriani
astakom.com, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto meminta Kementerian Haji dan Umrah memperkuat upaya untuk membersihkan ekosistem penyelenggaraan haji dan umrah dari kartel hingga berbagai praktik kecurangan yang berpotensi merugikan calon jemaah.
Sikat mafia haji
“Istilah beliau adalah sapu sajalah semua kartel-kartel dan mafia-mafia yang terkait dengan haji dan umrah,” kata Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau akrab disapa Gus Irfan usai Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/09/2026).
Menurut Gus Irfan, langkah tersebut sejalan dengan peluncuran hotline Berantas Mafia Haji dan Umrah yang ditujukan untuk menerima laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran, kecurangan, maupun praktik yang merugikan calon jemaah.
Hotline pengaduan
Ia mengatakan, apresiasi Presiden Prabowo menjadi dorongan bagi Kementerian Haji dan Umrah untuk semakin serius melakukan pembenahan.
“Mudah-mudahan dengan apresiasi dari Beliau, kita akan membuat semakin semangat untuk membersihkan apa pun yang terkait dengan haji dan umrah supaya jemaah tidak dirugikan,” ujarnya.
Selain pemberantasan mafia haji dan umrah, dalam ratas tersebut juga membahas penyelenggaraan ibadah haji, termasuk hasil pembahasan Kementerian Haji dan Umrah bersama Komisi VIII DPR RI mengenai Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).
Imbas geopolitik
Gus Irfan mengatakan, perubahan situasi geopolitik di Timur Tengah turut berdampak terhadap kondisi ekonomi dan sejumlah komponen biaya penyelenggaraan haji. Namun, Prabowo menekankan agar perubahan tersebut tidak menimbulkan beban yang terlalu besar bagi jemaah.
“Pada prinsipnya, Presiden mengatakan jangan sampai memberatkan kepada jemaah,” ucapnya.
Skema biaya
Untuk itu, pemerintah akan kembali memformulasikan komposisi antara Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayar jemaah dan nilai manfaat. Presiden Prabowo, kata Gus Irfan, menyarankan komposisi sekitar 52 banding 48.
“Dengan angka itu tidak terlalu memberatkan kepada jemaah,” pungkasnya. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Pak Presiden gak main-main! Kartel dan mafia haji bakal disikat habis lewat hotline pengaduan resmi biarr calon jemaah gak kena scam. Selain itu, biaya haji juga lagi diformulasikan ulang biar tetep masuk akal dan gak bikin dompet kantong jemaah kebobolan di tengah situasi geopolitik yang lagi serba naik.









