Presiden Prabowo Gelar Ratas di Istana, Gandeng Akademisi UI, Bahas Apa?

Editor: Henni Rachma Sari
Selasa, 29 September 2026 | 15:02 WIB
Presiden Prabowo Gelar Ratas di Istana, Gandeng Akademisi UI, Bahas Apa?
Presiden Prabowo Subianto berdiskusi dengan akademisi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/09/2026).[Timpres]

astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas guna merumuskan strategi pengentasan masalah narkotika nasional di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/09/2026). Menariknya, dalam pembahasan kali ini, pemerintah turut melibatkan akademisi dari perguruan tinggi untuk memperkuat pendekatan berbasis riset dan sains.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa dirinya diminta secara khusus untuk memboyong peneliti sekaligus dosen dari Universitas Indonesia (UI) guna membedah isu ketergantungan obat-obatan terlarang tersebut.

"Pengentasan permasalahan narkoba, ya. Jadi tadi saya juga diminta membawa salah satu peneliti, dosen UI, kaitannya dengan narkoba, ketergantungan, dan seterusnya," ujar Brian saat ditemui wartawan di Istana Kepresidenan.

Match ilmu pengetahuan dan kebutuhan lapangan, riset yang selama ini dikembangkan di kampus akan disinergikan langsung dengan pihak regulator dan institusi teknis seperti BNN serta Kementerian Kesehatan.

"Jadi, mana hasil-hasil penelitian yang sudah dikembangkan di kampus, kita akan sinergikan dengan kebutuhan yang ada di BNN, atau terapi, atau Kementerian Kesehatan. Itu topiknya, ya," jelasnya.

Maraknya Vape Narkoba Ikut Disorot

Rapat terbatas tersebut membedah isu penyalahgunaan narkotika secara komprehensif. Salah satu topik hangat yang disorot adalah fenomena vape atau rokok elektronik yang disusupi kandungan narkoba, beserta inovasi teknologi untuk mendeteksi hingga pemulihannya.

"Ya, semuanya, ya. Semua, apa, hal-hal yang terkait narkoba. Apakah teknologinya, untuk mendeteksinya, penyembuhannya, barangkali barang yang disita pemanfaatannya seperti apa. Nanti saya laporkan setelah (rapat) ini," tutur Brian.

Sinergi antara kampus dan pemerintah ini diharapkan membuahkan teknologi tepat guna, baik dari sisi deteksi dini maupun metode penyembuhan bagi para penyalah guna.

Selain Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, agenda tersebut turut dihadiri oleh Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria. (RaM)

Gen Z Takeaway

Biar penanganan kasus narkoba makin presisi, Presiden Prabowo ngerangkul akademisi dan peneliti UI lewat ratas di Istana buat ngawinkan hasil riset kampus sama kebutuhan BNN dan Kemenkes. Mulai dari penanganan isu ketergantungan, terapi penyembuhan, sampai teknologi buat mendeteksi maraknya vape isi narkoba dibahas tuntas, sebagaimana disampaikan Menteri Dikti Sains dan Teknologi Brian Yuliarto kalau semua hal terkait narkoba bakal disinergikan demi menciptakan metode deteksi dan pemulihan yang jauh lebih efektif.

Presiden Prabowo Subianto Ratas Kabinet Vape Narkoba Akademisi

Infografis

Terkini