Pemerintah Kembali Buka Pendaftaran PMI, Lulusan SMK hingga S2 Bisa Ikut Batch 2

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 29 September 2026 | 11:01 WIB
Pemerintah Kembali Buka Pendaftaran PMI, Lulusan SMK hingga S2 Bisa Ikut Batch 2
Pemerintah Kembali Buka Pendaftaran PMI, Lulusan SMK hingga S2 Bisa Ikut Batch 2 [Dok. Bakom RI]

astakom.com, Jakarta - Pemerintah kembali membuka akses pelatihan bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi sebelum bekerja di luar negeri. Lewat Program Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) Batch 2 Tahun 2026, lulusan SMK hingga masyarakat dengan pendidikan D3, S1, dan S2 dapat mengikuti program yang menjadi bagian dari ekosistem SMK Go Global.

Melansir keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI pada Senin (28/09/2026), pendaftaran program dibuka Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mulai 28 September hingga 31 Oktober 2026 melalui kanal pendaftaran Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).

Program ini diarahkan untuk membekali calon pekerja migran dengan keterampilan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja internasional. Pemerintah juga memperluas sasaran peserta sehingga program tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan SMK.

Kesempatan terbuka untuk umum

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengatakan Batch 2 menjadi bagian dari upaya memperluas akses peningkatan kompetensi bagi masyarakat yang ingin mempersiapkan diri bekerja di luar negeri.

“Mulai 28 September ini kita buka pendaftaran Program Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia Batch 2. Ini menjadi bagian dari ekosistem SMK Go Global. Kami ingin kesempatan peningkatan kompetensi ini bisa dimanfaatkan oleh lulusan SMK dan masyarakat umum yang ingin mempersiapkan diri bekerja di luar negeri,” jelas Menteri Mukhtarudin, pada Senin (28/09/2026).

Menurut Mukhtarudin, lulusan SMK sebenarnya sudah memiliki bekal keterampilan dari pendidikan vokasi. Namun, kemampuan tersebut tetap perlu dikembangkan agar lebih nyambung dengan kebutuhan industri dan pasar kerja di negara tujuan.

“Anak-anak SMK sudah punya bekal keterampilan. Tinggal bagaimana kita tingkatkan lagi kapasitasnya supaya keterampilan itu semakin sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk kebutuhan tenaga kerja di luar negeri,” jelas Mukhtarudin.

Ruang peserta dalam program ini juga dibuat lebih luas. Masyarakat umum yang memenuhi persyaratan dapat ikut, termasuk mereka yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi.

“SMK Go Global bukan hanya untuk SMK, tapi untuk umum. Kalau ada lulusan D3, S1, maupun S2 yang ingin mendaftar, silakan mendaftar,” ujar Menteri P2MI.

Perluasan sasaran tersebut sejalan dengan desain SMK Go Global yang sejak awal tidak hanya menyasar lulusan SMK. KP2MI sebelumnya menjelaskan bahwa program tersebut menargetkan penyiapan 500.000 calon pekerja migran terampil hingga 2029, dengan 300.000 peserta berasal dari lulusan SMK dan 200.000 dari masyarakat umum, termasuk sarjana.

Ada pelatihan bahasa dan kompetensi

Peserta Batch 2 akan mendapatkan dua jenis penguatan, yakni pelatihan bahasa serta pelatihan kompetensi yang disesuaikan dengan sektor pekerjaan.

Bidang yang disiapkan mencakup sektor kesehatan, hospitality, pertanian, hingga transportasi. Pola pelatihan tersebut diarahkan agar calon PMI tidak hanya mengandalkan keterampilan dasar, tetapi memiliki kemampuan yang lebih relevan dengan kebutuhan pekerjaan di luar negeri.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan calon pekerja migran sejak sebelum proses penempatan. Dalam penjelasan resmi KP2MI, SMK Go Global dirancang untuk memperkuat kompetensi, pelindungan, dan kesiapan calon PMI agar dapat memasuki pasar kerja internasional melalui jalur yang legal dan terlindungi.

Dengan begitu, pelatihan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan teknis. Peserta juga dipersiapkan agar lebih memahami kebutuhan dunia kerja yang menjadi tujuan penempatan.

Daftar tanpa kartu kuning

Buat calon peserta yang ingin ikut Batch 2, periode pendaftarannya berlangsung dari 28 September sampai 31 Oktober 2026.

Pendaftaran dilakukan melalui kanal BP3MI. Salah satu perubahan dalam proses pendaftaran kali ini adalah calon peserta tidak lagi diwajibkan memiliki kartu kuning atau AK-1.

Program terbuka bagi lulusan SMK maupun masyarakat umum yang memenuhi persyaratan. Artinya, kesempatan mengikuti pelatihan juga tersedia bagi lulusan D3, S1, dan S2.

Pembukaan Batch 2 ini sekaligus melanjutkan pelaksanaan program SMK Go Global yang sebelumnya telah berjalan dalam beberapa tahap. Pemerintah menempatkan program tersebut sebagai salah satu jalur untuk meningkatkan jumlah tenaga kerja Indonesia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja global.

Bagi masyarakat yang tertarik, periode pendaftaran masih berlangsung hingga 31 Oktober 2026. Informasi persyaratan dan mekanisme pendaftaran dapat dipantau melalui kanal resmi BP3MI agar proses pengajuan sesuai ketentuan yang berlaku. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Lulusan SMK bukan satu-satunya yang bisa ikut. D3 sampai S2 juga dapat mendaftar, dengan pelatihan bahasa dan kompetensi yang diarahkan ke kebutuhan kerja luar negeri.

BP3M1 Lukusan smk Pendaftaran PMI Pekerja Migran Pekerja Migran Indonesia Kementerian perlindungan pekerja migran

Infografis

Terkini