Menuju Indonesia Emas 2045, Kapolri Jenderal Sigit Wanti-Wanti Maba UMSU Soal Kejahatan Siber

Editor: Henni Rachma Sari
Selasa, 29 September 2026 | 00:07 WIB
Menuju Indonesia Emas 2045, Kapolri Jenderal Sigit Wanti-Wanti Maba UMSU Soal Kejahatan Siber
Menuju Indonesia Emas 2045, Kapolri Jenderal Sigit Wanti-Wanti Maba UMSU Soal Kejahatan Siber. [Dok. Humas Polri]

astakom.com, Jakarta - Perkembangan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) memang seperti dua sisi mata uang: menawarkan peluang besar untuk berinovasi, tetapi juga menyimpan berbagai ancaman siber yang mengintai. Menanggapi hal tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan pembekalan penting kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMSU Tahun 2026 di Kampus Utama UMSU, Kota Medan, Senin (28/09/2026).

Dalam kuliah umumnya, Kapolri menyoroti maraknya ancaman di ruang digital, mulai dari penipuan daring, pencurian data, phishing, judi online, penyebaran hoaks, disinformasi, deepfake, hingga kejahatan berbasis AI. Beliau menekankan agar generasi muda tidak sekadar menjadi penonton atau justru terjebak menjadi korban dan bagian dari kejahatan siber tersebut.

“Bangun karakter dan integritas, kuasai teknologi secara bijak dan produktif, berani berkarya serta mengambil peran di tengah masyarakat,” ujar Kapolri.

Mengingat tingginya penetrasi internet di Indonesia, pemahaman literasi digital menjadi syarat mutlak. Merujuk data Digital News Report 2026, sebanyak 64 persen responden di Indonesia memperoleh berita melalui media sosial, sementara 48 persen menjadikan media sosial dan jaringan video sebagai sumber informasi utama. Tingginya angka ini menuntut mahasiswa untuk makin kritis dalam menyaring setiap informasi.

Kapolri juga mewanti-wanti bahaya fenomena bandwagon effect kecenderungan ikut-ikutan pandangan atau aksi mayoritas—yang di ruang digital kerap mempercepat penyebaran hoaks, membangun sentimen negatif, hingga memicu provokasi yang mengganggu ketertiban umum. Terlebih, modul kejahatan lain seperti peredaran narkoba, penipuan lowongan kerja luar negeri, perdagangan orang, hingga penyebaran paham ekstremis kini makin masif memanfaatkan ruang siber.

Oleh karena itu, mahasiswa anyar UMSU didorong untuk menjadi pengguna teknologi yang bertanggung jawab. Pemanfaatan sarana digital harus diarahkan pada peningkatan kompetensi, pengembangan kreativitas, serta pemberian kontribusi positif bagi masyarakat demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (RaM)

Gen Z Takeaway

Kapolri ngajak para maba buat makin aware dan pintar nyaring info, serta memanfaatkan teknologi dan AI secara bijak dan produktif biar bisa jadi generasi berintegritas yang siap ngedukung Indonesia Emas 2045!

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Indonesia Emas 2045

Infografis

Terkini