KRI Sriwijaya-100 Disiapkan Bantu Respons Bencana, Tak Cuma untuk Pertahanan Laut

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 29 September 2026 | 06:08 WIB
KRI Sriwijaya-100 Disiapkan Bantu Respons Bencana, Tak Cuma untuk Pertahanan Laut
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin upacara peresmian KRI Sriwijaya-100 di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/09/2026). [Puspen TNI]

astakom.com, Jakarta — KRI Sriwijaya-100 disiapkan dengan kemampuan tambahan untuk mendukung penanganan bencana dan misi kemanusiaan. Kapal induk pertama Indonesia itu diarahkan agar dapat menunjang pengoperasian helikopter dan drone dalam menjalankan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Melansir keterangan resmi yang diterima astakom.com pada Senin (28/09/2026), arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Kabinet Terbatas mengenai penanganan bencana pada 7 September 2026.

“Kemampuan tersebut diprioritaskan untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan,” kata Kepala Bakom RI Muhammad Qodari dalam pernyataannya, pada Senin (28/09/2026).

Mobilisasi jadi perhatian

Pengembangan kemampuan KRI Sriwijaya-100 berkaitan dengan kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki wilayah luas serta karakter geografis beragam.

Dalam keadaan darurat, akses menuju lokasi terdampak tidak selalu mudah. Jalan, jembatan, pelabuhan, atau fasilitas transportasi lain bisa mengalami gangguan sehingga proses pengiriman bantuan dan personel ikut terdampak.

“Ini adalah bagian dari upaya membangun Indonesia yang semakin kuat, mandiri, tangguh, dan siap melindungi rakyat dalam setiap keadaan,” ujar Qodari.

Dukung distribusi bantuan

Indonesia menghadapi berbagai risiko bencana, termasuk gempa bumi, banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, serta kondisi darurat lainnya.

Dalam situasi ketika akses darat terganggu, kemampuan kapal untuk membawa serta menyalurkan kebutuhan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu opsi menjangkau wilayah terdampak. Dukungan terhadap pengoperasian helikopter juga membuka akses mobilisasi dari kapal menuju area yang sulit dijangkau.

“Dalam situasi seperti itu, tantangannya bukan hanya menyediakan bantuan. Tantangan berikutnya adalah bagaimana bantuan, personel, dan kebutuhan pokok dapat segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama ketika jalan, jembatan, pelabuhan, atau fasilitas lainnya mengalami gangguan. Di sinilah KRI Sriwijaya-100 dapat memberikan manfaat nyata,” Ucap Qodari.

Masuk kerangka OMSP

Penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan menjadi bagian dari penggunaan kemampuan TNI dalam kerangka OMSP. Karena itu, pengembangan KRI Sriwijaya-100 diarahkan agar dapat menunjang kebutuhan tersebut ketika terjadi keadaan darurat.

“Dengan demikian, kehadiran KRI Sriwijaya-100 tidak hanya berbicara mengenai bertambahnya kemampuan pertahanan maritim Indonesia. Kapal ini juga dipersiapkan untuk memperkuat kemampuan negara dalam merespons keadaan darurat dan membantu masyarakat ketika mereka membutuhkan,” ujar Qodari. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

KRI Sriwijaya-100 diproyeksikan punya kemampuan operasional yang lebih fleksibel, termasuk mendukung helikopter dan drone untuk kebutuhan bencana serta misi kemanusiaan.

KRI Sriwijaya KRI SRIWIJAYA-100 kapal induk Kapal Induk Indonesia

Infografis

Terkini