Gala Dinner IGIC 2026: Menag Ajak Imam Dunia Jadikan Agama Pemicu Kerukunan
astakom.com, Jakarta – Menteri Agama yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, bikin acara Gala Dinner buat menjamu para imam dari berbagai negara yang ikutan International Grand Imams Conference atau IGIC 2026 di Jakarta. Di acara ini, Menag ngajak para pemimpin masjid buat terus konsisten menghadirkan cara beragama yang nyebarin kebijaksanaan dan bikin kerukunan makin solid.
Bukan sekadar makan malam
Menurut Menag, momen makan malam bareng ini bukan sekadar formalitas. Ini jadi ajang buat mempererat pertemanan, memperdalam rasa saling percaya antar imam, sekaligus nyiapin rangkaian acara yang beneran punya makna dan dampak nyata, bukan cuma seremonial doang.
Satu tanggung jawab bersama
“Ini adalah momen persahabatan, persaudaraan, refleksi, dan komitmen bersama. Malam ini, para pemimpin yang melayani komunitas, institusi, negara, dan tradisi budaya yang berbeda berkumpul. Kita semua dipersatukan oleh satu tanggung jawab yang sama, memastikan agama terus menginspirasi kebijaksanaan, kasih sayang, kerukunan, dan kepedulian terhadap dunia yang telah Allah amanahkan kepada kita,” tutur Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, dikutip oleh astakom.com pada Minggu (27/9/2026).
IGIC 2026 kali ini ngangkat tema besar ‘Keharmonisan Masjid, Diplomasi Keagamaan, dan Perdamaian Dunia’. Buat Menag, tema ini tuh relate banget sama beban tanggung jawab para pemimpin agama zaman sekarang.
Masjid ramah lingkungan
Masjid, katanya, harus makin naik level jadi pusat kesadaran soal lingkungan. Nggak cuma tempat ibadah, tapi juga bisa jadi ruang edukasi buat masyarakat gimana caranya hemat air, kurangin sampah, rajin nanam pohon, jaga keanekaragaman hayati, pakai energi secukupnya, sampai ngejalanin gaya hidup yang lebih berkelanjutan.
Ekoteologi jaga planet
Menariknya lagi, Menag Nasaruddin bilang konsep ekoteologi ini bisa jadi modal kuat buat memperkuat diplomasi keagamaan. Beda komunitas agama emang boleh beda ajaran atau doktrin, tapi satu hal yang nggak bisa dibantah semuanya numpang hidup di planet yang sama.
“Melindungi rumah kita bersama dapat menjadi platform yang kuat untuk kerja sama antar-agama dan antar-bangsa. Malam ini, saat kita berbagi hidangan, mari kita juga berbagi sebuah visi. Mari kita bayangkan masjid-masjid yang memancarkan keharmonisan. Mari kita bayangkan para imam yang berperan sebagai duta-duta kebijaksanaan. Mari kita bayangkan diplomasi keagamaan yang mengubah perbedaan menjadi kerja sama. Dan mari kita bayangkan ekoteologi yang mengubah keimanan menjadi tanggung jawab untuk menjaga ciptaan,” tutup Menag Nasaruddin Umar. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Acara makan malam ini bukan sekadar networking formalitas biasa, tapi wujud nyata kolaborasi global para imam dunia buat bikin masjid lebih eco-friendly. Agama bukan cuma soal doktrin ibadah, tapi juga aksi nyata buat merawat bumi bareng-bareng demi masa depan planet kita.









