Spill Proyek Peternakan Rp17 Triliun, Mentan: 5 Kawasan Dikebut Rampung 2027

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 27 September 2026 | 14:31 WIB
Spill Proyek Peternakan Rp17 Triliun, Mentan: 5 Kawasan Dikebut Rampung 2027
Spill Proyek Peternakan Rp17 Triliun, Mentan: 5 Kawasan Dikebut Rampung 2027 [astakom/Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan]

astakom.com, Jakarta - Pemerintah lagi mode sat-set banget buat siapin ketahanan pangan nasional. Salah satunya lewat pembangunan ekosistem peternakan skala raksasa. Proyek ini  ditargetkan rampung secara menyeluruh pada 2027 mendatang.

Biar target tidak meleset, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman ngespill progres pemerintah yang sekarang lagi melakukan percepatan pembangunan di tahap awal. Langkah percepatan tersebut difokuskan pada lima kawasan utama, yaitu Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Gorontalo.

Infrastruktur pendukung di lima daerah tersebut dipastikan bakal siap dalam waktu dekat.

“Lima pabrik pakan, DOC dan seterusnya itu selesai tahun depan. Insyaallah lima ini diresmikan tahun depan,” kata Mentan Andi Amran dalam keterangan resminya dikutip astakom.com pada Sabtu (26/09/2026).

Gaspol di 5 kawasan

Mentan Amran menegaskan, pengerjaan di lima kawasan percontohan ini terus dikebut dan semua urusan birokrasi, mulai dari kepastian anggaran hingga kelengkapan administrasi, sudah diselesaikan 100 persen jadi operasional di lapangan bisa langsung berjalan pesat.

“Sudah bor-bor. Targetnya tahun depan selesai. Administrasinya sudah selesai, anggarannya juga sudah selesai. Yang penting selesai dulu,” kata Mentan Andi Amran.

Soal pendanaan, pemerintah memang nggak setengah-setengah buat support sektor ini. Diketahui anggaran triliunan rupiah sudah dikucurkan khusus untuk eksekusi tahap awal di lima titik tersebut, dari total dana jumbo yang disiapkan secara bertahap.

Anggaran Rp2,2 Triliun udah cair

Mentan Amran ngespill kalau total anggaran yang disiapin pemerintah buat kembangkan dan support ekosistem peternakan yaitu mencapai Rp17 triliun.

“Anggarannya sudah turun, beliau (Presiden Prabowo Subianto) sudah tanda tangan Rp2,2 triliun untuk lima. Total anggaran yang dipersiapkan pemerintah sekitar Rp17 triliun, tetapi bukan di sini saja,” ujarnya.

Nggak cuma membangun fasilitas biasa, ekosistem peternakan ini dirancang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Rantai produksinya dibuat lengkap, mulai dari penyediaan bahan baku pakan, pembibitan ayam umur sehari atau day old chick (DOC), budidaya ayam, produksi telur, sampai pengembangan sapi perah untuk pasokan susu nasional.

Terhubung sama program MBG

Menariknya, proyek ini terhubung langsung dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan bertindak sebagai penyerap utama hasil produksi peternak lokal. Harapannya koneksi ini bisa memudahkan pemerintah dalam rangka memenuhi kebutihan pangan bergizi buat program MBG maupun buat memenuhi kebutuhan nasional.

"Dari hulu ke hilir ini holistik. Ada MBG menjadi off-taker ayam, telur, susu. Kemudian di sini produksi telur, ayam, susu," jelasnya.

Pengembangan industri sapi perah juga dinilai sangat krusial untuk memastikan ketercukupan gizi generasi muda Indonesia di masa depan.

"Peternakan sapi itu sapi perah, susu. Kan butuh susu anak-anak supaya tinggi besar nanti," katanya.

Jalur logistik lebih simple

Kunci utama dari efisiensi ekosistem ini ada pada pemangkasan jalur logistik. Salah satu komponen yang diperkuat adalah industri pakan. Supaya biaya angkut tidak membengkak dan memicu lonjakan harga, pasokan jagung sebagai bahan utama pakan akan diambil langsung dari sentra produksi di sekitar kawasan peternakan.

"Jadi dari hulu ke hilir ini holistik. Itu murah. Daripada jagung ini dikirim ke Surabaya, dikirim ke Jakarta, setelah jadi pakan dikembalikan," katanya.

Fasilitas DOC juga disediakan di tempat yang sama agar peternak tidak perlu bingung mencari pasokan bibit hingga luar pulau.

"Pabrik pakan juga akan dibangun lengkap DOC-nya, anak ayam. Tidak perlu lagi mengambil ke mana-mana. Ambil dari sini. Lengkap," ungkap Amran.

Kawasan 150 hektare di Bone

Sebagai gambaran nyata, salah satu kawasan pengembangan di Sulawesi Selatan ditempatkan di Kabupaten Bone dengan lahan seluas 150 hektare. Proyek ini diproyeksikan bakal menghidupkan roda ekonomi daerah sekaligus membuka banyak lapangan kerja baru.

Pendekatan terpadu ini memastikan manfaatnya tidak berhenti pada angka produksi saja, tetapi juga memperkuat industri pengolahan hingga distribusi pasar secara berkelanjutan. Fix, gebrakan ini bikin industri peternakan nasional siap naik kelas. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Pemerintah lagi gaspol bangun ekosistem peternakan terintegrasi di lima kawasan: Lampung, Jatim, Sulsel, NTB, dan Gorontalo. Dengan Rp2,2 triliun yang sudah cair dari total rencana Rp17 triliun, proyek ini ditargetkan rampung pada 2027 dan bakal mencakup pakan, DOC, ayam, telur, hingga sapi perah. Menariknya, hasil produksi bakal diserap program MBG, sementara pasokan jagung dan bibit dipangkas jalur logistiknya biar lebih efisien. Salah satu proyeknya ada di Bone, Sulsel, dengan kawasan 150 hektare yang diproyeksikan ikut membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi daerah.

peternakan pertanian dan peternakan MBG Kementerian Pertanian Mentan Andi Amran Sulaiman

Infografis

Terkini